Dan Pinchbeck Awalnya Tidak Ingin Gunakan Nama Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2

“Rasanya hal terpenting yang kami lakukan di sini adalah datang dan mengatakan ini bukan Bloodlines 2. Anda tidak bisa membuat Bloodlines 2. Tidak cukup waktu. Tidak cukup uang,” ujar Pinchbeck.

Berita PC
Dan Pinchbeck Awalnya Tidak Ingin Gunakan Nama Vampire The Masquerade – Bloodlines 2
Komentar

Salah satu pendiri The Chinese Room, Dan Pinchbeck, telah mengungkapkan bahwa ia awalnya tidak ingin menggunakan nama Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2.

Informasi ini diungkapkan oleh Pinchbeck saat diwawancarai Cat Burton. Jika kalian tertarik dengan game-game The Chinese Room, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Dan Pinchbeck Awalnya Tidak Ingin Gunakan Nama Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2

25 November 2025 – Berbicara dengan Cat Burton, salah satu pendiri The Chinese Room, Dan Pinchbeck, mengungkapkan bagaimana ia sejak awal selalu skeptis apakah studionya dapat mengembangkan sekuel yang layak untuk Vampire: The Masquerade – Bloodlines.

“Sejak awal, ada salah satu produser, yang saat itu di Paradox, yang masih berteman dengan saya, yang sekarang bekerja di penerbit lain,” ungkap Pinchbeck. “Dulu kami hanya duduk dan mengadakan sesi perencanaan, ‘Bagaimana caranya agar mereka tidak menyebutnya Bloodlines 2?’”

Pinchbeck melanjutkan, “Rasanya hal terpenting yang kami lakukan di sini adalah datang dan mengatakan ini bukan Bloodlines 2. Anda tidak bisa membuat Bloodlines 2. Tidak cukup waktu. Tidak cukup uang.”

Bloodlines rilis di periode yang sangat menarik dalam pengembangan game, bertepatan dengan game-game seperti S.T.A.L.K.E.R. dan Shenmue, ketika Anda bisa merilis game yang sangat ambisius namun penuh bug dan celah, yang benar-benar cacat, tetapi ambisinya sungguh menarik.”

Pinchbeck menambahkan, “Banyak game tersebut, kini menjadi game kultus, tetapi sebenarnya tidak terlalu bagus ketika Anda benar-benar memecah dan menganalisisnya. Mereka punya ide-ide hebat, ide-ide yang luar biasa, para pemain menyukainya. Tapi sekarang Anda tidak bisa lolos begitu saja.”

Pinchbeck mencatat, “Jadi, mencoba menciptakan kembali keajaiban itu di lingkungan yang berbeda terasa salah. Tidak akan ada yang senang.”

“Anda tidak akan membuat orang-orang yang menyukai Bloodlines senang dan Anda tidak akan membuat orang-orang yang tidak tahu tentang Bloodlines senang, karena mereka tidak akan pernah mendapatkan Bloodlines 2 dan mereka akan selalu mendapatkan game yang cacat yang dibuat terlalu cepat dan dengan dana yang tidak mencukupi.”

Menurut Pinchbeck, ide awal yang ia berikan saat itu adalah membuat game yang lebih linear.

“Saya datang dan berkata, ‘Kita tidak bisa membuat Bloodlines 2, kita tidak bisa membuat Skyrim, tapi kita bisa membuat Dishonored,’” ujar Pinchbeck.

Karena banyaknya minat dari berbagai pemangku kepentingan Paradox Interactive, Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2 menjadi seperti “mengurai bola anaconda yang saling bertentangan dengan prioritas dan keinginan semua orang, dan hal-hal semacam itu”.

“Jadi, memang akan selalu sulit, tapi saya sangat senang menulis ceritanya. Hasilnya sangat bagus,” kata Pinchbeck.

“Karena mitos seputar RPG ini begitu brilian, sangat gelap, kontemporer, politis, queer, memiliki mitos modern dan kedalaman serta detail yang langka, sehingga terkubur di dalamnya selama beberapa tahun mungkin merupakan bagian terbaik dari proyek ini bagi saya.”

Pinchbeck akhirnya keluar di tengah pengembangan Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2 dengan alasan kelelahan dan kurangnya kepuasan bekerja di The Chinese Room.

“Rasanya [The Chinese Room] telah berevolusi menjadi sesuatu yang berbeda dengan yang Jess dan saya mulai,” ujar Pinchbeck. “Itu tidak masalah. Itu terjadi. Evolusi memang terjadi.”

Pinchbeck melanjutkan, “Tetapi di saat yang sama, dari sudut pandang pribadi, Anda juga harus berpikir, ini bukan lagi yang ingin saya lakukan.”

Vampire: The Masquerade – Bloodlines 2 sudah tersedia di PS5, Xbox Series X, Xbox Series S, dan PC (SteamEpic Games StoreGOG).

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Tonda Ros Tidak Ada Sekuel Blue Prince, Tetapi Game Berlatar Di Dunianya Masih Bisa Terjadi

“Membiarkan Blue Prince ditemukan oleh lebih banyak orang adalah keputusan yang sulit, tetapi berpotensi membuat saya sendiri kelelahan dan/atau menyerah membuat game lain,” ungkap Ros.

Baca selengkapnya