Microsoft dilaporkan tengah mempertimbangkan langkah besar terhadap divisi Xbox, termasuk kemungkinan membatalkan pengembangan Marvel’s Blade dan menutup Arkane Studios.
Kabar ini muncul di tengah laporan restrukturisasi besar-besaran yang disebut dapat berdampak pada sejumlah studio internal Xbox.
Menurut laporan The Verge, Microsoft sedang menimbang penutupan setidaknya lima studio sebagai bagian dari upaya pemangkasan biaya.
Arkane Studios, pengembang di balik Marvel’s Blade, disebut menjadi salah satu studio yang masuk dalam daftar tersebut.
Microsoft juga dilaporkan sedang mencari opsi lain, termasuk kemungkinan menjual Arkane agar studio tersebut tidak harus ditutup.
Kendala pengembangan mungkin salah satu penyebab nya

Marvel’s Blade pertama kali diumumkan di The Game Awards 2023 sebagai game aksi-petualangan single-player dengan rating dewasa. Game ini dikembangkan oleh Arkane Lyon, studio yang dikenal melalui Dishonored dan Deathloop.
Namun, proyek tersebut disebut mengalami kendala pengembangan. Laporan menyebut jadwal internal game ini telah mundur hingga akhir 2027 dan biayanya sudah melebihi perkiraan awal.
Situasi ini menjadi perhatian besar bagi penggemar, terutama karena Marvel’s Blade belum memperlihatkan gameplay sejak pengumuman perdananya. Sebelumnya, Todd Howard dari Bethesda sempat menyebut bahwa Arkane sedang mengerjakan proyek tersebut dengan sangat baik, tetapi pernyataan itu belum memastikan masa depan game tersebut.
Hingga saat ini, Microsoft belum memberikan pengumuman resmi terkait nasib Marvel’s Blade maupun Arkane Studios. Namun, jika laporan ini benar, keputusan tersebut akan menjadi bagian dari perubahan besar dalam strategi Xbox ke depan.


Bales ke