BeritaPCPlaystationPS5

Mengenal Assassin’s Creed Infinity, Hub Untuk Game-Game Assassin’s Creed

Selama acara Ubisoft Forward 2022, Ubisoft selalu menyebutkan Assassin’s Creed Infinity sebagai sebuah hub untuk franchise Assassin’s Creed. Lalu bagaimana mereka melakukannya? Mari kita mengenal lebih dalam tentang Assassin’s Creed Infinity.

Informasi ini merupakan rangkuman yang didapat dari wawancara IGN dengan Marc-Alexis Côté dan pernyataan resmi dari Ubisoft. Jika kalian tertarik dengan game besutan Ubisoft, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Mengenal Assassin’s Creed Infinity

Berdasarkan wawancara IGN dengan Marc-Alexis Côté, Assassin’s Creed Codename INFINITY, atau mulai sekarang kami sebut Assassin’s Creed Infinity, akan menjadi rumah atau hub bagi berbagai game Assassin’s Creed dengan genre dan durasi yang berbeda. Hub ini akan memadukan game premium dengan konten berbayar dan gratis. Assassin’s Creed Infinity juga menambahkan mode multiplayer yang akan menyatukan era franchise Assassin’s Creed.

Pada dasarnya, Assassin’s Creed Infinity bukanlah video game dan bukan juga pengganti game Assassin’s Creed tradisional. Ini adalah platform yang akan menjadi rumah bagi Assassin’s Creed masa lalu, kini, dan masa depan yang dimulai dengan Assassin’s Creed Codename RED beserta Assassin’s Creed Codename HEXE.

Anda benar-benar dapat membeli [Codename RED] sebagai sebuah produk. Tetapi hal pertama yang akan Anda lihat [ketika Anda mem-bootnya] adalah [hub] INFINITY yang membuatnya koheren. Tetapi Anda juga dapat membeli [game kedua INFINITY] HEXE secara terpisah. Beginilah cara kami membayangkan hal-hal hari ini.

Jadi, ini masih merupakan game yang sama yang kami bangun, tetapi dijembatani bersama di hub Infinity. Jelas jika Anda berada di hub INFINITY bermain RED, Anda akan melihat HEXE datang dan tersedia sebagai memori yang dapat Anda jelajahi.

Marc-Alexis Côté, Vice President Executive Producer of the Assassin’s Creed brand

Côté juga mencatat bahwa pemain harus mengharapkan Assassin’s Creed Infinity menjadi lebih dari sekadar platform bertema Assassin’s Creed, melainkan sebagai hub yang akan berkembang seiring waktu.

Membawa Animus ke Dunia Nyata

Meskipun Assassin’s Creed Infinity bukan merupakan sebuah game, hub tersebut akan memiliki elemen-elemen yang dapat dikaitkan dengan game Assassin’s Creed.

“Orang-orang yang suka membenamkan diri di masa lalu akan dapat langsung masuk ke sana dan tidak pernah terganggu atau perlu tahu siapa Desmond dan Layla,” kata Côté. Implikasinya adalah game utama sekarang hanya akan berlatar belakang di masa lalu.

Dalam kisah Assassin’s Creed, memories dialami melalui perangkat Animus yang memungkinkan pemain untuk menjelajahi memories genetik DNA seseorang. Assassin’s Creed Infinity bertujuan untuk menghadirkan pengalaman Animus ini ke PC dan konsol. Ketika ditanya bagaimana alur cerita akan diceritakan sekarang, Côté menjawab:

Cara kami menceritakan kisah ini akan berkembang seiring waktu. Ini adalah sesuatu yang kami lakukan untuk jangka panjang, bukan untuk jangka pendek. Tetapi abstraksi yang kami ingin orang miliki adalah [INFINITY] merupakan Animus Anda. Ini adalah penjelajah DNA Anda di desktop Anda. Anda adalah karakter cerita utama.

Kami dulu memiliki ensiklopedia dalam game kami. Tetapi untuk membuatnya terasa koheren, seperti sesuatu yang selalu tumbuh seiring waktu saat Anda menjelajahi masa lalu, [ensiklopedia] akan menjadi sesuatu yang akan berada di hub INFINITY.

Marc-Alexis Côté, Vice President Executive Producer of the Assassin’s Creed brand

Pada dasarnya, Assassin’s Creed Infinity memungkinkan semua konten itu untuk tinggal di satu lokasi terpusat dan dapat ditemukan oleh semua pemain.

Salah satu hal lain yang berubah dengan pendekatan Period 3 dengan INFINITY Hub adalah bahwa di sinilah cerita meta kami, yang biasa kami sebut ‘masa kini’, akan hidup untuk semua game kami.

Jadi di Period 3, kami akan menjadi pengasuh yang lebih baik dari cerita meta pada franchise melalui INFINITY, karena cerita ini akan hidup secara tidak sinkron, tetapi bersamaan, dengan semua game yang akan ada di INFINITY Hub.

Marc-Alexis Côté, Vice President Executive Producer of the Assassin’s Creed brand

Secara singkat, Côté menggambarkan fase dari franchise Assassin’s Creed menjadi 3 tahap:

  • Period 1: Assassin’s Creed -> Assassin’s Creed Syndicate (Action-Adventure)
  • Period 2: Assassin’s Creed Origins -> Assassin’s Creed Valhalla (RPG)
  • Period 2.5: Assassin’s Creed Mirage
  • Period 3: Assassin’s Creed Codename RED, Assassin’s Creed Codename HEXE, Assassin’s Creed Infinity

“Tidak Semuanya Harus Menjadi RPG 150 Jam”

Côté menyatakan bahwa game Assassin’s Creed masa depan yang rilis di Assassin’s Creed Infinity akan bervariasi baik dalam ukuran maupun genre. Dia juga menunjukkan bagaimana 150 jam dalam RPG tidak akan selalu menjadi kewajiban bagi Ubisoft.

Apa yang bisa saya konfirmasikan kepada Anda adalah bahwa [HEXE] bukanlah RPG. Ketika saya mengatakan ini adalah jenis game yang berbeda, saya ingin orang-orang melampaui ekspektasi Origins, Odyssey, dan Valhalla. Semuanya merupakan iterasi pada desain RPG kami, bukan? Tetapi HEXE dan RED mengambil jalur yang berbeda.

Saya pikir pendekatan INFINITY ini memungkinkan kami untuk memiliki pengalaman yang berbeda dengan ukuran yang berbeda juga. Tidak semuanya harus menjadi RPG 150 jam, bukan? Untuk membawa lebih banyak keragaman ke tempat-tempat yang kami pilih untuk dikunjungi dan bagaimana kami memilih untuk merepresentasikan periode-periode itu.

Marc-Alexis Côté, Vice President Executive Producer of the Assassin’s Creed brand

Ketika ditanya oleh IGN apakah para pemain dapat mengharapkan lebih banyak game berskala Assassin’s Creed Mirage atau lebih kecil di Assassin’s Creed Infinity, Côté menjawab:

Ya, tentu saja dan dengan harga yang sesuai. Terkadang Anda juga akan memiliki pengalaman gratis, yang menurut saya merupakan cara yang bagus untuk memikat para pemain untuk kembali.

Marc-Alexis Côté, Vice President Executive Producer of the Assassin’s Creed brand

Masa Depan Multiplayer di Assassin’s Creed Infinity

Mengenal assassin’s creed infinity
Sumber: Ubisoft

Di acara Ubisoft Forward 2022, Ubisoft mengumumkan sebuah standalone multiplayer bernama Assassin’s Creed Codename INVICTUS. Menurut Côté, ada kemungkinan proyek itu akan free-to-play.

Kami belum menyelesaikan rencana kami untuk model bisnis INVICTUS, tetapi ada kemungkinan [bahwa INVICTUS akan free-to-play].

Saya pikir konsep seni yang kami miliki untuk INVICTUS mengisyaratkan kemungkinan crossover karakter dari periode yang berbeda. Jadi, saya pikir Anda bisa melihat niat di sana tentang INVICTUS yang memungkinkan kami kembali menjembatani game kami yang berbeda bersama-sama.

Marc-Alexis Côté, Vice President Executive Producer of the Assassin’s Creed brand

Assassin’s Creed Codename INVICTUS saat ini sedang dikembangkan oleh pengembang Ubisoft yang telah mengerjakan Tom Clancy’s Rainbow Six Siege dan For Honor.

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment