Kepala Ryu Ga Gotoku Studio, Masayoshi Yokoyama, telah mengungkapkan bahwa ia tetap mengembangkan setiap game Like a Dragon seolah-olah sebagai game terakhir dari waralaba Like a Dragon.
Informasi ini diungkapkan oleh Yokoyama saat diwawancarai Famitsu (via Automaton). Jika kalian tertarik dengan game-game Ryu Ga Gotoku Studio, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Masayoshi Yokoyama Tetap Kembangkan Setiap Game Like a Dragon Seolah-olah Sebagai Game Terakhir
20 Januari 2026 – Berbicara dengan Famitsu, kepala Ryu Ga Gotoku Studio, Masayoshi Yokoyama, mengungkapkan bahwa ia baru mulai memikirkan Like a Dragon sebagai sebuah waralaba setelah pengembangan Yakuza 3 dimulai.
Sebagai konteks, Yokoyama merasa bahwa akhir Yakuza 2 bisa saja menjadi akhir dari waralaba Like a Dragon.
Meskipun sekuel dan spin-off kini menjadi hal yang pasti untuk waralaba Like a Dragon, Yokoyama tetap mengembangkan setiap game Like a Dragon dengan perasaan akan sebuah akhir.
“Bahkan sekarang setelah menjadi sebuah waralaba, saya masih menciptakan setiap game dengan berpikir bahwa itu bisa menjadi babak terakhir,” ungkap Yokoyama seperti yang diterjemahkan oleh Automaton.
“Sebagai contoh, saya belum memikirkan apa yang akan terjadi pada Ichiban Kasuga di masa depan [setelah peristiwa Like a Dragon: Infinite Wealth dan Like a Dragon: Pirate Yakuza in Hawaii].”
Mengenai Ichiban, Yokoyama mengatakan bahwa ia tidak pernah menciptakan karakter dengan mempertimbangkan popularitas:
“Pada dasarnya, saya percaya popularitas karakter tidak akan muncul kecuali game tersebut terjual dengan baik,” ujar Yokoyama. “Jadi saya tidak pernah menciptakan karakter dengan berpikir bahwa mereka akan populer.”
Di sisi lain, Yokoyama tidak menyangkal bahwa reaksi pemain memengaruhi seberapa banyak waktu tayang yang akan didapatkan karakter tersebut.
Yokoyama juga menyebut Goro Majima sebagai contoh utama karakter yang mulai memainkan peran yang semakin menonjol dalam waralaba setelah terbukti populer di kalangan penggemar.


Bales ke