Polemik soal rating game di Steam ternyata bukan sekadar kesalahan teknis biasa. Pemerintah melalui Komdigi mengungkap bahwa masalah ini dipicu oleh miskomunikasi dengan pihak Steam.
Menurut penjelasan Komdigi, sistem IGRS dan Steam sebenarnya belum terhubung secara langsung. Akibatnya, penilaian rating dilakukan secara mandiri (self-assessment), yang kemudian memicu banyak kejanggalan di etalase game. Bahkan, pihak Steam disebut telah mengirim email permintaan maaf karena kesalahpahaman tersebut.

Jadi ada dua kan, website-nya, IGRS sama yang Steam. Itu belum connect tuh. Jadi, dia self-assessment. Jadi, tadi pagi mereka mengirim email minta maaf karena ada miskomunikasi.Sonny Hendra Sudaryana
Selain itu, Komdigi juga menegaskan bahwa kerja sama resmi antara kedua pihak sebenarnya belum ada. Belum ada MoU maupun integrasi sistem (API), sehingga proses yang berjalan saat ini masih sebatas uji coba. Sayangnya, Steam dianggap terlalu cepat menampilkan hasil rating tersebut tanpa melalui tahapan yang seharusnya, seperti pelaporan dan persetujuan terlebih dahulu.
Jadi, ada satu step yang mereka lewatkan. Harusnya kirim report ke kita, kita baru green light untuk mereka naikin uji coba ya, uji coba.
Masih uji coba. Kita belum ada MoU resmi dengan Steam. Bahkan, MoU belum ada, apalagi API belum pernah ngobrol sistem ke sistem. Jadi, ada misinformasi nih.Sonny Hendra Sudaryana
Ke depan, Komdigi dan Steam dikabarkan akan duduk bersama untuk membahas masalah ini lebih lanjut. Tujuannya jelas: memastikan sistem rating game bisa berjalan lebih akurat, terintegrasi, dan tidak lagi menimbulkan kebingungan di kalangan gamer.

Bales ke