Kecanduan Game Online, Sekelompok Santri Jadi Komplotan Pencuri

in
Karena Kecanduan Game Online, Sekelompok Santri Jadi Komplotan Pencuri
Ilustrasi | Istimewa

Game online memang membawa pengaruh yang cukup kuat bagi orang-orang di berbagai kalangan saat ini. Ada yang hanya menjadikan game online sebagai hiburan atau mengisi waktu luang. Namun tak sedikit orang karena kecanduan, membuat mereka lupa diri dan sampai melakukan cara kotor demi memuaskan hasratnya dalam bermain game online.

Seperti yang baru-baru ini dialami oleh sekelompok santri yang beranggotakan empat orang berasal dari sebuah pesantren di Kabupaten Bintan. Dua dari mereka berhasil diamankan oleh warga sekitar, setelah ketahuan ingin mencuri sepeda motor milik seorang warga. Sementara itu, dua orang lainnya berhasil melarikan diri.

Mencuri karena Kecanduan Game Online

Ilustrasi Sepeda Motor
Ilustrasi Sepeda Motor | Pixabay

AKBP Bambang Sugihartono selaku Kapolres Bintan menyebutkan dua orang santri yang berhasil ditangkap berinisial H dan A. Sementara itu, sepeda motor yang berusaha dicuri oleh mereka adalah Yamaha Jupiter MX berwarna Hitam dengan plat BP 4763 BH milik Winarto, warga Kampung Lembah Sari Kecamatan Toapaya.

Keduanya sudah diamankan bersama sepeda motor yang mereka curi,” tutur Bambang, seperti dikutip dari Suara.com.

Kronologi aksi kejahatan terjadi pada hari Minggu (6/6/2021), di mana keempat santri itu merencanakan ingin melarikan diri dari tempat pesantren tanpa diketahui oleh orang-orang pada pukul 23.40 WIB. Saat melihat ada sebuah kendaraan sepeda motor sedang terparkir di depan rumah seorang warga, mereka pun langsung berniat ingin mencuri motor tersebut.

Keempat santri itu pun langsung buru-buru bagai dikejar setan menghidupkan motor tersebut. Setelah berhasil dihidupkan, mereka pun segera kabur dari lokasi tersebut sambil berboncengan. Namun, tak lama kemudian pemilik sepeda motor tersebut memergoki aksi mereka.

Sepeda motor yang mereka kendarai langsung oleng dan terjatuh. Alhasil dua santri berhasil diamankan warga, namun dua santri lagi berhasil melarikan diri.

Jadi A dan H terlebih dulu diamankan warga. Lalu diserahkan ke Kapolsek Gunungkijang untuk pembinaan,” sambungnya.

Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Ilustrasi Kecanduan Game Online
Ilustrasi

Setelah dibawa ke pihak berwajib, polisi langsung melakukan interogasi kepada santri yang usianya masih di bawah umur tersebut. Mereka mengatakan jika sampai nekat melakukan aksi pencurian hanya demi modal untuk bermain game online, terlebih lagi mereka juga sudah sangat kecanduan bermain game online.

Sementara itu, untuk kelanjutan kasus ini pemilik motor juga tidak akan membawa perkara ini ke ranah hukum. Melainkan akan menyelesaikannya secara kekeluargaan sebagai pembinaan anak.

Pihak pesantren bersama dengan ketua RT dan orang tua kedua santri itu akan membuat sebuah surat kesepakatan bersama. Yang mana santri-santri yang terlibat tersebut tidak akan mengulangi tindakannya lagi dan selanjutnya akan diserahkan kepada pihak orang tua agar dilakukan pembinaan.

Mereka (pelaku) ini masih aktif di pesantren. Kemudian juga masih di bawah umur jadi kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan. Itu atas persetujuan bersama,” pungkasnya.

Suka dengan konten seperti ini? Ikuti juga Gamedaim di Facebook, Instagram, dan Youtube Supaya kalian enggak ketinggalan informasi menarik lainnya seputar Game. Caranya gimana? Klik link dibawah ini bos

Facebook | Instagram | Youtube

Tinggalkan Balasan