Insomniac Games memastikan bahwa pengembangan Marvel’s Wolverine tidak menggunakan teknologi AI generatif untuk membuat aset dalam game. Pernyataan tersebut disampaikan studio sebagai bagian dari komitmen mereka terhadap proses kreatif yang mengandalkan pekerjaan manusia.
Di tengah meningkatnya penggunaan AI generatif dalam industri game, keputusan Insomniac menjadi perhatian. Banyak pengembang kini mulai mengeksplorasi teknologi tersebut untuk membantu proses produksi, mulai dari pembuatan konsep hingga pengembangan aset digital.
Insomniac Pilih Proses Kreatif Manual

Melalui informasi yang dibagikan studio, Insomniac menegaskan bahwa Marvel’s Wolverine dibuat menggunakan metode pengembangan tradisional dengan melibatkan tim kreator, seniman, animator, dan pengembang secara langsung.
Pendekatan ini sejalan dengan identitas Insomniac yang selama ini dikenal melalui game berbasis narasi kuat dan karakter yang memiliki detail mendalam, seperti seri Marvel’s Spider-Man. Marvel’s Wolverine sendiri dikembangkan sebagai pengalaman aksi dengan cerita original yang berfokus pada karakter Logan.
Keputusan untuk tidak menggunakan AI generatif juga datang di tengah perdebatan besar mengenai peran teknologi tersebut dalam industri game. Sebagian pihak melihat AI sebagai alat untuk mempercepat produksi, sementara sebagian lainnya khawatir teknologi ini dapat mengurangi peran kreator manusia.
Dengan Marvel’s Wolverine, Insomniac ingin menunjukkan bahwa pengalaman sinematik dan dunia yang detail masih dapat dibangun melalui kreativitas tim pengembang. Game ini menjadi salah satu proyek besar studio setelah kesuksesan seri Spider-Man dan tetap membawa pendekatan yang berfokus pada kualitas produksi.


Bales ke