BeritaResmi

Bukan Estetika, Hideo Kojima Lebih Tertarik Gunakan AI dalam Hal Teknis

“Daripada menggunakan AI untuk menciptakan visual atau hal semacam itu, saya lebih tertarik menggunakan AI dalam sistem kontrol,” ungkap Kojima.

Pendiri Kojima Productions, Hideo Kojima, telah mengungkapkan bahwa ia lebih tertarik menggunakan AI dalam hal teknis, bukan estetika.

Informasi ini diungkapkan oleh Kojima saat diwawancarai CNN. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Bukan Estetika, Hideo Kojima Lebih Tertarik Gunakan AI dalam Hal Teknis

28 Desember 2025 – Berbicara dengan CNN, pendiri Kojima Productions, Hideo Kojima, mengungkapkan bahwa ia melihat potensi teknologi AI dalam hal teknis, bukan estetika.

“Daripada menggunakan AI untuk menciptakan visual atau hal semacam itu, saya lebih tertarik menggunakan AI dalam sistem kontrol,” ungkap Kojima.

“Misalnya, jika Anda memiliki 100 pemain, masing-masing akan memiliki kebiasaan dan kecenderungan mereka sendiri, rasa kontrol mereka, cara mereka bergerak — semua itu berbeda dari orang ke orang.”

Kojima melanjutkan, “Dengan menggunakan AI untuk mengkompensasi perbedaan tersebut, gameplay dapat menjadi lebih mendalam. Di sebagian besar game, musuh tidak berperilaku seperti manusia sungguhan.”

“Tetapi dengan menggunakan AI, perilaku musuh dapat berubah berdasarkan pengalaman, tindakan, dan pola pemain. Respons dinamis semacam itu akan memungkinkan gameplay yang jauh lebih mendalam.”

Pada Januari 2024, survei Game Developers Conference (GDC) telah mengungkapkan bahwa hampir 50 persen pengembang sudah menggunakan AI generatif di tempat kerja, sementara 84 persen lainnya khawatir dengan penggunaannya.

Menurut survei tersebut, AI generatif digunakan di berbagai jenis pekerjaan, termasuk bisnis dan keuangan (44 persen), komunitas dan PR (41 persen), produksi dan manajemen tim (33 persen), pemrograman (25 persen), desain game (21 persen), narasi (13 persen), seni visual (16 persen), audio (14 persen), hingga QA (6 persen).

Pada September 2025, survei Computer Entertainment Supplier’s Association (CESA) telah mengungkapkan bahwa 51 persen perusahaan game Jepang menggunakan AI generatif dalam pengembangan game.

Menurut CESA, penggunaan AI generatif yang paling dominan adalah dalam pembuatan aset visual dan gambar seperti karakter, diikuti oleh pembuatan cerita dan teks, serta dukungan pemrograman.

Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai Analis Kimia, Fransiskus memutuskan untuk mengejar impiannya di bidang jurnalistik dan telah aktif meliput industri game sejak tahun 2020. Saat ini, ia tengah mendalami studi di bidang Hubungan Masyarakat (Humas).…
Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.