Santa Monica kembali menjadi sorotan setelah memperkenalkan God of War: Laufey, sebuah proyek terbaru yang digambarkan sebagai penghubung antara era klasik dan era modern dari franchise God of War.
Dalam penjelasan tim pengembang, game ini tidak sekadar melanjutkan cerita, tetapi juga mencoba menyatukan dua pendekatan desain yang selama ini berkembang di dalam seri tersebut.
Jembatan Era Klasik dan Modern God of War

Dalam wawancara terbaru, sutradara Ariel Lawrence menjelaskan bahwa Laufey dirancang untuk menjembatani perbedaan gaya antara seri awal yang berfokus pada aksi brutal dan eksplorasi linear, dengan seri modern yang lebih menekankan narasi sinematik dan pengembangan karakter yang mendalam.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman yang lebih utuh bagi pemain lama maupun pemain baru. Uniknya, game ini menempatkan pemain pada perspektif Faye (Laufey), sosok yang sebelumnya hanya dikenal sebagai istri Kratos dan ibu dari Atreus.
Ceritanya akan berlangsung paralel dengan peristiwa God of War (2018) dan God of War: Ragnarök, sehingga memberikan sudut pandang baru terhadap konflik besar dalam mitologi Nordik yang menjadi latar utama seri ini.
Tim pengembang menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar spin-off, melainkan bagian penting dari perluasan dunia God of War. Fokus utamanya adalah memperdalam karakter Faye serta mengungkap konteks peristiwa yang selama ini hanya terlihat dari perspektif Kratos dan Atreus.
Hingga saat ini, God of War: Laufey belum memiliki tanggal rilis resmi. Namun, proyek ini diposisikan sebagai salah satu pengembangan paling ambisius dalam franchise, dengan tujuan memperkuat kesinambungan cerita dan memperluas fondasi naratif semesta God of War.


Bales ke