Rumor: Memakan 400 Juta USD, Game Battlefield Berikutnya Targetkan 100 Juta Pemain

Game Battlefield berikutnya dikenal secara internal sebagai “Project Glacier” dan pengembangannya dimulai setelah peluncuran Battlefield 2042 yang gagal.

Berita Rumor
Rumor Memakan 400 Juta Usd, Game Battlefield Berikutnya Targetkan 100 Juta Pemain
Komentar

Laporan terbaru telah mengungkapkan bahwa game Battlefield berikutnya akan memakan dana 400 juta dolar AS dan memiliki target 100 juta pemain.

Informasi ini dipublikasikan oleh Ars Technica. Jika kalian tertarik dengan game-game DICE, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Memakan 400 Juta USD, Game Battlefield Berikutnya Targetkan 100 Juta Pemain?

3 Juli 2025 – Ars Technica telah menerbitkan laporan investigasi seputar game Battlefield berikutnya, dengan rincian terbaru terkait timeline, hambatan, dan kesulitan yang dihadapi oleh DICE dan studio Electronic Arts (EA) lainnya.

Menurut Ars Technica, game Battlefield berikutnya dikenal secara internal sebagai “Project Glacier” dan pengembangannya dimulai setelah peluncuran Battlefield 2042 yang gagal.

Battlefield 2042 dianggap “meleset jauh” dari target alpha dan game ini seharusnya ditunda lebih lama lagi, tetapi EA memutuskan untuk melakukan ”live operations”, konten tambahan, dan pembaruan pada bulan-bulan setelah peluncuran.

Ars Technica mencatat bahwa Project Glacier dipelopori oleh Byron Beede sebagai manajer umum Battlefield, Marcus Lehto sebagai CCO Ridgeline Games, dan Vince Zampella, yang mengawasi waralaba Battlefield ke depannya.

Sementara Battlefield 2042 mengalami kegagalan, Call of Duty dan Fortnite memperoleh jumlah pemain dan pendapatan yang mencengangkan karena popularitas mode Battle Royale.

Menurut Ars Technica, pimpinan eksekutif EA percaya bahwa Project Glacier memiliki potensi untuk bersaing dan mereka menargetkan 100 juta pemain dalam jangka waktu tertentu yang mencakup pasca-peluncuran.

“Jelas, Battlefield belum pernah mencapai angka tersebut sebelumnya,” ungkap salah satu sumber kepada Ars Technica.

Sumber lain menambahkan, “Penting untuk dipahami bahwa dalam periode yang sama, Battlefield 2042 hanya mendapatkan 22 juta pemain.”

Sumber Ars Technica menambahkan bahwa Battlefield 1, game tersukses dalam waralaba Battlefield berdasarkan jumlah pemain, hanya mencapai “mungkin 30 juta lebih” pemain.

Oleh karena itu, Project Glacier akan menambahkan mode Battle Royale free-to-play sebagai penawaran utama, kampanye single-player berdurasi enam jam, mode multiplayer tradisional seperti Conquest dan Rush, mode free-to-play baru bernama Gauntlet, serta mode konten komunitas bernama Portal.

Menariknya, Ars Technica melaporkan bahwa Project Glacier menargetkan anggaran lebih dari 400 juta dolar AS pada awal tahun 2023. Target anggaran proyek tersebut sudah jauh di atas angka 400 juta dolar AS akibat adanya tambahan ratusan orang baru.

Terlepas dari ambisi yang besar, Ars Technica menambahkan bahwa “sangat sedikit orang” yang bekerja di studio EA percaya target 100 juta pemain dapat dicapai. Banyak dari mereka yang telah lama mengembangkan Battlefield di DICE bahkan sangat skeptis.

“Di antara hal-hal yang kami prediksi adalah bahwa kami tidak perlu mengkanibal penjualan orang lain,” ujar salah satu sumber. “Bahwa ada banyak peminat di luar sana untuk game shooter semacam ini sehingga kami secara alami akan bisa mendapatkan audiens yang kami butuhkan.”

Mengenai target pemain dan pendapatan ini, salah satu sumber mengatakan kepada Ars Technica bahwa “tidak ada dalam riset pasar atau hasil kerja kami yang mengindikasikan bahwa kami akan berada di dekat itu”.

“Saya pikir orang-orang terkejut bahwa mereka benar-benar mengerjakan game Battlefield berikutnya dan kemudian meningkatkan ambisinya menjadi seperti sekarang ini,” tambah sumber lain.

Pada Februari 2024, penutupan Ridgeline Games membuat Project Glacier terancam karena studio tersebut telah mengerjakan kampanye single-player selama dua tahun, tetapi tidak berhasil.

“Mereka terus merealokasi dana – pada dasarnya karyawan berbulan-bulan – dari anggaran kami,” ungkap salah satu sumber. “Dan, Anda tahu, kami duduk di sana mencoba beradaptasi untuk melakukan lebih banyak hal dengan lebih sedikit dana.”

Setelah penutupan tersebut, kepemilikan kampanye single-player beralih ke Criterion Games, DICE, dan Motive Studio.

Namun studio-studio menghadapi jalan yang sulit karena “pada dasarnya tidak ada lagi yang tersisa dari apa yang telah dikerjakan oleh Ridgeline selama dua tahun yang dapat mereka kembangkan dan bangun, sehingga mereka harus mengulang semuanya dari awal dalam batasan waktu yang sama dengan waktu perilisan game tersebut”.

Menurut Ars Technica, kampanye single-player untuk Project Glacier terlambat dua tahun dan pada akhir musim semi 2025, ini adalah satu-satunya mode game yang telah gagal mencapai target alpha EA karena mode lain telah mencapainya pada akhir Mei 2025.

“Single-player itu sendiri sangat terlambat – ini adalah bagian terbaru dari game ini,” ujar salah satu sumber. “Tanpa patch yang sangat besar pada hari pertama atau akses awal ke game ini, tidak realistis bahwa mereka akan dapat merilisnya sesuai dengan yang mereka butuhkan.”

Karena masalah-masalah ini, Ars Technica memperkirakan bahwa fitur-fitur atau konten yang telah direncanakan akan dipotong sebelum Project Glacier benar-benar diluncurkan.

“Single-player adalah nomor dua setelah multiplayer, jadi mereka akan menggeser prioritas untuk memastikan bahwa single-player memenuhi ekspektasi minimal, bagaimanapun cara mengukurnya. Namun, multiplayer adalah fokus utama,” ungkap salah satu sumber.

“Mereka mungkin harus memotong sebagian dari single-player agar game tersebut dapat rilis dengan [kampanye] single-player di dalamnya. Atau mereka harus bekerja keras sepanjang musim panas dan hingga akhir tahun ini untuk memperbaikinya.”

Masalah lain seputar Project Glacier yang ditemukan Ars Technica adalah guncangan budaya dan masalah kelelahan yang terus berlanjut sejak pengembangan Battlefield 2042.

“Pada akhirnya, mereka semua adalah orang-orang yang sangat baik dan mereka bekerja sangat keras, dan mereka benar-benar ingin memberikan produk yang bagus untuk pelanggan mereka,” tutup salah satu sumber.

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Pendapatan Capcom Dan Koei Tecmo Melonjak Dari Steam
Berita

Pendapatan Capcom dan Koei Tecmo Melonjak dari Steam

3 Juli 2025 Fransiskus Sukardi Ruata 2 mnt baca

GameBiz (via Automaton) melaporkan bahwa Capcom dan Koei Tecmo baru-baru ini mengalami peningkatan pendapatan melalui Steam.

Baca selengkapnya