BeritaResmi

Dan Houser Mengakui Absurd Ventures Mencoba AI, Namun Ia Masih Skeptis Mengenai Kegunaan Praktisnya [UPDATE]

"Sebenarnya, banyak di antaranya yang belum serbaguna yang diyakini beberapa perusahaan," ujar Houser. "AI tidak akan menyelesaikan semua masalah."

Pendiri Absurd Ventures, Dan Houser, telah mengungkapkan bahwa perusahaannya sudah mencoba-coba penggunaan AI, namun ia masih skeptis mengenai kegunaan praktisnya.

Informasi ini dipublikasikan oleh Eurogamer. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Dan Houser Mengakui Absurd Ventures Mencoba AI, Namun Ia Masih Skeptis Mengenai Kegunaan Praktisnya

25 November 2025 – Berbicara di acara Sunday Brunch, pendiri Absurd Ventures, Dan Houser, mengungkapkan bahwa industri game “bisa menuju ke suatu tempat yang sangat menarik atau suatu tempat yang terlalu berfokus pada menghasilkan uang”.

“Selalu ada bahaya dalam setiap bentuk seni komersial bahwa [perusahaan] teralihkan oleh uang,” ungkap Houser. “Dengan semua perusahaan teknologi ini, orang-orang menjadi kaya dan berkuasa dalam skala yang hampir belum pernah dilihat sebelumnya.”

Houser melanjutkan, “Mereka kurang lebih adalah orang-orang terkaya yang pernah hidup dan dalam beberapa hal merupakan orang-orang paling berkuasa yang pernah hidup dalam hal memengaruhi dunia.”

“Semua perusahaan dimulai dengan cara yang sama, ‘Kami di sini untuk membuat segalanya lebih baik, kami di sini untuk membantu orang, kami di sini untuk memperbaiki dunia.’ Mereka mendapatkan momen seperti Faust di mana, ‘Kami juga akan menjadi sangat kaya dan sangat berkuasa.’ Segalanya menjadi rusak.”

Merenungkan pekerjaan Absurd Ventures saat ini, Houser mengatakan, “Dalam ceritanya, ya, ada banyak karakter AI. Kami sedang mencoba-coba menggunakan AI.”

“Sebenarnya, banyak di antaranya yang belum serbaguna yang diyakini beberapa perusahaan,” tambah Houser. “AI tidak akan menyelesaikan semua masalah.”

Houser melanjutkan, “Kita memiliki banyak bidang yang membutuhkan teknologi dan AI hebat dalam beberapa tugas tetapi belum bisa menyelesaikan tugas lainnya. Jadi [perusahaan AI] akan mengklaim AI dapat menyelesaikan setiap masalah, padahal kenyataannya belum.”

“Sejauh yang saya pahami, ini semacam istilah umum untuk semua komputasi masa depan dan AI belum benar-benar melakukan banyak hal. Tetapi jika kita semua memberikan semua dana kita, AI mungkin akan berhasil di masa depan.”

Houser menambahkan, “Banyak dari proses tersebut, komputer sudah melakukannya. Jadi, sebagiannya hanya untuk menjual saham AI, atau meyakinkan semua orang bahwa ini transformatif, dan hal-hal lain yang dilakukannya sungguh menakjubkan.”


Update 2 Desember 2025: Berbicara dalam “The Chris Evans Breakfast Show” di Virgin Radio UK, penyiar Chris Evans bertanya kepada pendiri Absurd Ventures, Dan Houser, apakah ia setuju dengan argumen bahwa meskipun AI adalah “mesin pemanen gabungan” yang mengumpulkan informasi, teknologi ini tidak akan pernah sepenuhnya menggantikan kreativitas manusia karena tidak dapat menangkap jiwa manusia.

“Beberapa orang yang mencoba mendefinisikan masa depan umat manusia, kreativitas, atau apa pun itu dengan menggunakan AI bukanlah orang yang paling manusiawi atau kreatif,” ungkap Houser.

“Mereka seperti mengatakan ‘kami lebih baik dalam menjadi manusia daripada Anda’ dan itu jelas tidak benar. Salah satu hal lain yang kami coba tangkap adalah bahwa umat manusia sedang ditarik ke suatu arah oleh sekelompok orang tertentu yang mungkin bukan manusia yang sepenuhnya utuh.”

Evans juga bertanya apakah ini berarti Houser tidak yakin gelombang AI saat ini akan menjadi kesuksesan besar yang diharapkan orang-orang tersebut agar dipercayai oleh masyarakat umum.

“Sejauh yang saya pahami, saya pribadi tidak yakin itu akan terjadi, karena saya pikir AI pada akhirnya akan menghancurkan dirinya sendiri,” jawab Houser.

“Karena, sejauh pemahaman saya – yang sebenarnya pemahaman yang dangkal – model-model tersebut menjelajahi internet untuk mencari informasi, tetapi internet akan semakin penuh dengan informasi yang dihasilkan oleh model-model tersebut, jadi ini seperti ketika kita memberi makan sapi dengan sapi lain dan terkena penyakit sapi gila.”

Houser melanjutkan, “Saya tidak bisa membayangkan bagaimana informasinya akan menjadi lebih baik jika mereka sudah kehabisan data. Model-model tersebut akan melakukan beberapa tugas dengan sangat baik, tetapi tidak akan melakukan semua tugas dengan sangat baik.”

Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai Analis Kimia, Fransiskus memutuskan untuk mengejar impiannya di bidang jurnalistik dan telah aktif meliput industri game sejak tahun 2020. Saat ini, ia tengah mendalami studi di bidang Hubungan Masyarakat (Humas).…
Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.