Game Fantasy Open-World Crimson Desert berjalan sangat baik, berdasarkan semua data yang tersedia. Developer dan publisher Pearl Abyss mengumumkan minggu ini bahwa game tersebut telah terjual empat juta kopi, menghasilkan pendapatan yang menurut seorang analis diperkirakan sekitar $200 juta atau setara 3 triliun rupiah dan terus bertambah.
Melansir dari buletin Alinea Insight, Rhys Elliot selaku kepala analisis pasar Alinea, mengulas performa Crimson Desert di bulan Maret. Alinea Analytics memperkirakan game ini telah menghasilkan $200 juta dalam dua minggu pertama, dengan $75 juta di antaranya berasal dari penjualan PlayStation 5 saja.

Namun, pendapatan tersebut tidak semuanya langsung masuk ke Pearl Abyss, karena adanya potongan yang diambil oleh berbagai pasar digital seperti Steam. Menurut pers bisnis Korea, Pearl Abyss dilaporkan menghabiskan tujuh tahun untuk membuat Crimson Desert, dengan biaya pengembangan mencapai 200 miliar won (sekitar $133 juta).
Minggu lalu, CEO Pearl Abyss, Heo Jin-young, mengatakan bahwa Crimson Desert sedang menuju penjualan 5 juta kopi, jadi tampaknya game ini memiliki potensi besar, dan seiring waktu, margin keuntungan akan meningkat.
Setelah awal yang sulit, pembaruan yang konsisten telah mengangkat game sandbox bertema naga ini di mata banyak orang, dengan peringkat Steam melonjak hingga Sangat Positif. Kita akan melihat seperti apa perkembangan game ini dalam beberapa bulan mendatang. Crimson Desert kini telah tersedia di berbagai platform.


Bales ke