Ancam Karyawan Konami, Seorang Pelajar di Jepang Ditangkap Pihak Kepolisian!

in
Pes Mobile
PES Mobile | Myce

Siapa yang tidak kenal dengan Konami, salah satu developer game ternama di Jepang. Konami juga adalah pengembang di balik game Sepak Bola terpopuler, Pro Evolution Soccer.

Nah, baru-baru ini ada sebuah kejadian yang melibatkan seorang pelajar di Jepang dengan karyawan Konami. Bagaimana kisah lengkapnya? Silahkan simak sampai habis.


Pelajar Jepang Kirim Ancaman ke Konami

Pes 2020
PES 2020 with Barcelona | Esports World

Melansir dari Kotaku, seorang pelajar asal Jepang telah melayangkan ancaman pembunuhan dan pengeboman kepada Konami. Hal ini dilakukan oleh sang pelajar karena terus-terusan kalah ketika bermain PES Mobile.

Bahkan, pelajar ini turut menyalahkan Konami karena tak mampu menyelesaikan bug yang ada sehingga dirinya kalah dalam berbagai pertandingan yang ia jalani. Ancaman ini membuat pihak Konami langsung menghubungi pihak kepolisian Jepang.

Pelajar yang berasal dari Jepang ini akhirnya ditangkap oleh pihak kepolisian Jepang. Menurut Yomiuri, tersangka adalah siswa SMA tahun kedua yang bersekolah di Tokyo.


Respon Konami Terhadap Ancaman ini

Konami
Konami | The Tech Education

Awalnya, ancaman yang dibeberkan oleh sang pelajar terjadi di tanggal 16-18 Juni 2020 melalui sebuah ulasan di aplikasi toko online. Dalam ulasannya, sang pelajar menulis:

Aku akan meledakkan markas Konami dan aku akan membunuh orang-orang yang bekerja di Konami.

Karena ancaman tersebut, pihak Konami memilih melaporkan ancaman ini ke pihak kepolisian Tokyo. Alhasil, tersangka berhasil ditangkap dan ia mengakui kesalahannya ketika mengancam karyawan Konami.

JANGAN LEWATKAN •
Konami Tak Akan Gunakan Lagi Engine Buatan Hideo Kojima!

Menurut tersangka, ia kalah dalam bermain PES Mobile karena masalah koneksi jaringan. Ia juga meminta maaf karena telah menyebabkan kekacauan yang besar bagi pihak Konami.


Tentu tindakan dari sang pelajar ini tak patut untuk dicontoh oleh orang lain. Sebab, ancaman bersifat verbal akan tetap diusut oleh pihak kepolisian karena dapat meresahkan.

Berikan Nilaimu untuk konten ini