KRAFTON bersama Bluehole Studio tengah bersiap merilis game mobile terbaru mereka berjudul Abyss of Dungeons. Sekilas, judul ini mungkin terlihat seperti game dungeon biasa di platform mobile, namun pengembang menjanjikan pengalaman bermain yang berbeda dari standar pasar.
Game ini sempat dibandingkan dengan Dark and Darker, namun KRAFTON menegaskan bahwa tidak ada hubungan antara keduanya.
“Abyss of Dungeons merupakan game mobile yang dikembangkan secara terpisah dan tidak berkaitan dengan game PC tersebut,” terang Joonseok Ahn, selaku Executive Producer dari KRAFTON.
Dirancang secara eksklusif untuk perangkat mobile, Abyss of Dungeons hadir sebagai entitas mandiri yang tak memiliki keterkaitan gameplay maupun narasi dengan proyek lainnya.
KRAFTON juga menegaskan bahwa game ini tidak mengadopsi sistem pay-to-win yang sering jadi keluhan pemain. Menurut Ahn, seluruh fitur penting dalam game bisa diakses pemain tanpa harus mengeluarkan uang.
“Pemain tetap dapat mengumpulkan mata uang dalam game secara rutin hanya dengan bermain aktif, termasuk untuk membuka fitur seperti penambahan slot inventaris. Skema monetisasi akan kami arahkan ke item-item kosmetik seperti season pass dan kostum,” jelasnya.
Indonesia disebut sebagai salah satu pasar yang penting bagi peluncuran game ini. Berdasarkan analisis internal, KRAFTON menyadari bahwa gamer lokal memiliki kecenderungan kuat terhadap fitur co-op atau bermain bersama.
“Pemain Indonesia umumnya menggemari game yang memungkinkan kerja sama antar pemain,” tambah Ahn.
Berkaca dari keberhasilan PUBG di Tanah Air, KRAFTON mengimplementasikan fitur seperti party dungeon, mode co-op, dan sistem guild agar pemain lokal bisa merasakan keseruan bermain bareng.
“Kami akan terus mempertimbangkan feedback dari komunitas untuk memastikan game ini tetap adil dan menyenangkan,” tutupnya.


Membalas