Survei terbaru telah mengungkapkan bahwa sekitar 33 persen pengembang ingin menggunakan AI sesedikit mungkin.
Informasi ini dipublikasikan oleh GamesIndustry.biz. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Survei: 33% Pengembang Ingin Gunakan AI Sesedikit Mungkin
6 Agustus 2025 – Survei devcom developer conference 2025 mengungkapkan bahwa 33 persen responden ingin menggunakan AI sesedikit mungkin, tetapi 32 persen melihat penggunaan AI dalam kode dan produksi.
Menurut data survei yang dilihat oleh GamesIndustry.biz, 11 persen ingin melihat AI digunakan dalam seni dan animasi, sementara kurang dari 10 persen ingin menggunakannya dalam pemasaran dan komunikasi, dan angkanya turun menjadi sekitar 3 persen untuk desain naratif.
Ketika ditanya mengenai tantangan terbesar yang saat ini dihadapi industri game, mayoritas responden (56 persen) menyebutkan ketidakpastian ekonomi dan politik. Hal yang hampir sama mengkhawatirkannya adalah kejenuhan pasar (53 suara), diikuti dengan meningkatnya biaya pengembangan (44 suara).
Menariknya, 46 persen responden berpikir bahwa satu atau lebih pemegang platform utama akan mengalihkan fokus mereka ke layanan cloud dan digital dalam beberapa tahun ke depan.
Mayoritas pembicara (59 persen) juga mencatat bahwa mereka lebih memilih untuk membeli game secara digital, sementara 22 persen lainnya akan membeli versi fisik hanya untuk edisi kolektor.
Pada Februari 2024, survei terbaru Game Developers Conference (GDC) telah menunjukkan bagaimana hampir 50 persen pengembang sudah menggunakan AI generatif di tempat kerja mereka, sementara 84 persen lainnya khawatir dengan penggunaannya.
Menurut survei tersebut, AI generatif digunakan di berbagai jenis pekerjaan, termasuk bisnis dan keuangan (44 persen), komunitas dan PR (41 persen), produksi dan manajemen tim (33 persen), pemrograman (25 persen), desain game (21 persen), narasi (13 persen), seni visual (16 persen), audio (14 persen), hingga QA (6 persen).


Bales ke