ReviewHardware

Review Lenovo Legion 5 Pro: Semakin Low Profile, Semakin Bergairah

Penulis berkesempatan melakukan review Lenovo Legion 5 Pro, sebuah laptop gaming penerus 5 Series yang semakin low profile tetapi semakin bergairah.

Seri laptop gaming Legion dari Lenovo memang terkenal akan desainnya yang tidak neko-neko layaknya laptop produktivitas biasa. Bukan hanya dari tampilan yang kamuflase sebagai laptop gaming, tetapi dari sisi spesifikasi sudah terbilang high end di kelasnya. Hal ini menjadi jawaban bahwasannya laptop gaming bisa menjadi laptop segala orang, terutama bagi mereka yang ingin memiliki tampilan sederhana.

Dengan beberapa pembaharuan pada spesifikasi dari generasi sebelumnya, Lenovo Legion 5 Pro menjadi tren laptop gaming baru. Meskipun banyak pembaharuan, tetap ada semacam ciri khas Legion yang tertuang pada Legion 5 Pro yaitu ‘Stylish Outside, Savage Inside’.

Simak review Lenovo Legion 5 Pro berikut ini.

Desain Lebih Agresif

Lenovo legion 5 pro layar body gamedaim review
Body layar

Penulis tidak pernah memegang atau membahas seri Lenovo Legion 5 sebelumnya. Lenovo Legion 5 Pro inilah yang menjadi pertama di 5 series-nya Legion. Sebelumnya, penulis hanya membahas Lenovo Legion 7i dan Lenovo Legion Slim 7i. Hanya saja berbeda dari laptop seri Legion lainnya, Legion 5 Pro ini memberikan kesan lebih agresif.

Bagian belakang layar Legion 5 Pro memiliki logo Legion Y yang diperbesar dengan cover alumunium. Logo menyala seperti ini mengingatkan penulis dengan MacBook Pro, terutama tahun 2011 yang juga bisa menyala. Desain seperti ini terlihat lebih agresif dan cenderung menggeser kesan laptop dari yang low profile ke hardcore gaming. Tetapi karena bisa kita matikan, apabila laptop ini kalian pakai untuk meeting, laptopnya akan kembali menjadi sederhana seperti semula.

Lenovo legion 5 pro logo y gamedaim review
Logo y menyala

Laptop dengan tambahan nama ‘Pro’ ini tentunya mengedepankan performa. Dengan meningkatkan performa, ada hal yang harus dikorbankan terutama dimensi dan bobot. Tentunya pengorbanan ini bertujuan untuk menyimpan segala jeroan yang ada di dalam laptop. Oleh karenanya, Lenovo Legion 5 Pro memiliki ukuran panjang 35 cm, lebar 26 cm, dan ketebalan 2,6 cm. Sedangkan bobotnya berada di angka 2,45 kg.

Dimensi dan bobot Legion 5 Pro tidak berbeda jauh dari seri 7 terutama Legion 7i. Yang paling membedakan ada di ketebalan dan bobotnya yang lebih berat dari Legion 7i karena ada beberapa spesifikasi teknis yang berbeda.

Material laptop gaming ini terbuat dari Alumunium yang dipadukan dua warna berbeda yaitu Storm Grey untuk bagian atas, dan Black untuk bagian bawah.  Tema monokromatik berbalut material kelas premium membuat laptop terbilang elegan yang juga gahar.

Tombol Panah yang Tidak Terpotong

Lenovo legion 5 pro truestrike keyboard gamedaim review
Truestrike keyboard

Keyboard Lenovo Legion 5 Pro ini berlayout full dengan numpad lengkap di bagian kanan bernama Lenovo Legion TrueStrike. Tombol panahnya pun juga tidak terpotong alias berukuran penuh yang membuatnya agak ke bawah sedikit. Kemudian one-piece trackpad a.k.a touchpad si laptop juga besar ukurannya yang memungkinkan kita bisa senyaman mungkin menggerakkan kursor melalui alat sentuh tersebut.

Lenovo legion 5 pro trackpad gamedaim review
Trackpad
Lenovo legion 5 pro truestrike keyboard backlit on gamedaim review
Backlit keyboard

Penulis tidak ada komplain sama sekali dengan keyboard-nya karena segala tampilan dan typing feel keyboard Legion 5 Pro tidak ada bedanya dengan seri 7 yang pernah penulis bahas. Persamaan terdapat pada Q Control untuk mengganti mode performa laptop yaitu dengan tombol kombinasi Fn + Q. Selanjutnya Fn + Space berfungsi untuk mengganti intensitas level backlit keyboard.

Untuk pengalaman pengetikan, soft-landing switch keyboard memang bisa memberikan input cepat didukung key travel guna memberikan pressing feel yang lebih baik. Hanya saja penulis pribadi yang terbiasa dengan keyboard mekanikal, saat menulis cepat melalui 10fastfingers hanya mendapatkan angka sekitar 90 KPM (Kata Per Menit) saja. Tapi yang patut penulis akui, snappy input Legion 5 Pro yang juga ada pada laptop seri 7 Legion lainnya itu tidak mengecewakan.

Layar QHD Untuk Gaming dan Content Creation

Lenovo legion 5 pro laptop gamedaim review
Layar

Melihat ke layar akan sedikit terasa berbeda dari seri Legion lainnya. Legion 5 Pro sendiri memang disebut sebagai Laptop Gaming QHD 16 Inci Pertama di Dunia. Dari sini kita bisa mengetahuinya bahwa layar menjadi salah satu yang berbeda dan pembaharuan dari generasi sebelumnya.

Spesifikasi layar baru 16 inci Legion 5 Pro memiliki ratio 16:10 dengan resolusi QHD atau 2560 px x 1600 px. Ratio yang lebih besar secara lebar ini membuat sisi bawahnya juga terlihat lebih besar. Bahkan hanya bisa menyempilkan logo LEGION pada bagian tersebut. Meskipun begitu, Lenovo tidak lupa menyempilkan webcam di bagian atas layar. Dan juga, kita bisa tetap menjaga privasi dengan menggeser tombol e-shutter yang berguna untuk mematikan webcam.

Sebagai laptop gaming, layarnya bisa mendukung gaming kelas atas terutama gim kompetitif. Bukan hanya itu, pengerjaan content creator pun juga bisa dilibas oleh Legion 5 Pro. Refresh rate sampai 165Hz, kecerahan 500 nit, tipe layar IPS didukung Dolby Vision, color space 100% sRGB, dan sertifikasi X-Rite Pantone menjadi jawabannya.

Ketika kita mendengar ada kalimat ‘Pantone’, selebih lagi bagi laptop yang bisa mendapatkan sertifikasi tersebut, maka perangkat tersebut cukup cakap untuk menangani pengerjaan grafis. Bagi yang berkecimpung di dunia desain grafis, fotografi, videografi, dan apapun itu asalkan berkaitan dengan warna, pasti sudah familiar tentunya.

Pantone sendiri merupakan perusahaan komersil di bidang printing yang menciptakan The Pantone Color Matching System, sebuah standar atau sistem reproduksi warna yang juga menjadi standar dunia soal pewarnaan. Ibarat manusia berkomunikasi dengan berbagai bahasa melalui suara, maka Pantone menjadi bahasa universal untuk dunia warna guna memudahkan para brand dan manufaktur dalam menciptakan produk yang akurat secara warna.

Dan Legion 5 Pro memiliki sertifikasi X-Rite Pantone yang juga sudah terklabirasikan oleh pabrik. Keakuratan warnanya penulis bisa akui memang terkesan natural, tajam, dan vivid terutama saat gaming dan perbedaan sangat terlihat oleh penulis saat hijrah sebentar dari monitor Samsung C27R500 ke laptop Lenovo ini.

Lenovo legion 5 pro engsel gamedaim review
Engsel

Kemudian menyoal layar tentunya tidak terlepas dari engsel sebagai penyangga dan penghubung ke base laptop. Tidak seperti seri 7, Legion 5 Pro ini sayangnya belum bisa ditidurkan alias diputar 180 derajat. Tetapi engsel yang menyatu di atas laptop bisa penulis tarik atau dorong hanya dengan 1 jari tanpa menaikkan atau mendorong sisi bawah laptop.

Keragaman Port Konektivitas

Lenovo legion 5 pro port belakang reversed gamedaim review
Port belakang

Masuk ke bagian samping laptop terdapat exhaust fan yang berdampingan dengan port konektivitas. Tempat pembuangan anginnya bukan hanya di bagian belakang, tetapi juga terdapat pada bagian samping atau kanan kiri laptop. Yang menjadi ciri khas seri Legion ialah mayoritas port terdapat pada bagian belakang, bukan pada bagian samping laptop.

Sebagai orang yang sangat memerhatikan manajemen kabel, laptop ini bisa selaras dengan kalian. Penempatan kabel bisa tertata lebih baik lagi karena port lebih banyak di satu tempat, tidak terpisah. Terlebih lagi untuk pengguna laptop yang tetap wajib hukumnya memakai peripheral tambahan seperti mouse wired dan keyboard wired, port bagian belakang membantu menyatukan kabel tanpa perlu ribet-ribet lagi.

Lenovo legion 5 pro port belakang gamedaim review
Port bagian belakang

Bagian samping kiri ini terdapat USB-C 3.2 Gen 2 dan 3.5mm jack audio combo. Sedangkan bagian samping kanannya terdapat USB-A 3.2 GEN 1 dan switch untuk Camera E-Shutter. Lalu bagian terpenting ada pada bagian belakang karena cukup banyak port koneksinya. Total terdapat 7 port yang antara lain: AC Power, USB-A 3.2 Gen 1 (always-on), HDMI, 2x USB-A 3.2 Gen 1, USB-C 3.2 Gen 2 (Power Delivery), dan Ethernet (RJ45).

Lenovo legion 5 pro port kanan gamedaim review
Port kanan
Lenovo legion 5 pro port kiri gamedaim review
Port kiri

Bukan hanya layar yang mendukung untuk pengerjaan gaming dan content creation, tetapi terpasangnya port USB yang universal dan terbilang baru serta cepat tentunya akan mendukung transfer data yang lebih cepat sehingga pengerjaan konten bisa terkejar dan tepat waktu.

ColdFront 3.0, Pendingin yang Cakap

Lenovo legion 5 pro suhu gamedaim review
Suhu

Exhaust fan dengan letak 3 posisi berbeda-beda ini juga membuat pengerjaan content creation terutama saat rendering menjadi lebih dingin. Beban kerja dari rendering biasanya membuat laptop akan panas dalam kurun waktu pengerjaan. Tetapi Legion 5 Pro sudah mendapatkan dukungan teknologi Legion ColdFront 3.0 yang memungkinkan prosesor dan kartu grafis si laptop lebih senyap dan dingin.

Tercatat, suhu laptop saat idle di atas keyboard mendapatkan kisaran 29°-31°. Sedangkan saat penulis coba melakukan benchmarking menggunakan 3D Mark bisa mencapai 39°-44°. Lalu saat gaming dengan pengaturan maksimal dan masuk ke mode perfomance juga mencapai 44°. Suhu panas keyboard lebih cenderung berada pada bagian atas dekat layar daripada bagian dekat trackpad.

Lenovo legion 5 pro body bawah gamedaim review
Body bawah

Kipas laptop juga akan langsung bekerja keras saat masuk ke mode Perfomance untuk mendinginkan suhu laptop. Tetapi secara intensitas suara kipas bisa menimbulkan kesan polusi suara.

Yang penulis rasakan, desibel suara Lenovo Legion 5 Pro tidak berbeda jauh dengan Legion 7i saat pengujian berat. Dan yang terproduksi suaranya memang akan sangat berisik hanya saat pengujian berat. Tetapi untuk pemakaian sederhana atau mode thermal itu sangat silent, hampir tidak terdengar suara kipasnya sama sekali.

Rapid Charge Pro untuk Mempersingkat Waktu Pengisian Daya

Sebagai laptop Pro, Legion 5 Pro sudah terpasang teknologi Rapid Charge Pro. Jadi fitur pengisian daya baterai cepat ini menjamin laptop bisa mencapai 50% hanya dalam waktu 30 menit saja yang memiliki besaran kapasitas baterai 80Whr. Fitur ini juga dimiliki oleh generasi sebelumnya seperti Legion 7i dan Legion Slim 7i. Dan menyoal pengisian, penulis tidak ada komplain karena terbukti andal untuk mengisi baterai dalam waktu singkat.

Klaim kecepatan pengisian dari Lenovo menggunakan Rapid Charge Pro terbukti saat penulis coba langsung. Pada pukul 18:45 adalah pengisian awal dari laptop yang baterainya habis. Selanjutnya mencapai 50% pada pukul 19:10 yang itupun baru pengisian selama 25 menit saja. Lalu 5 menit kemudian atau pukul 19:15 barulah mencapai 56%. Dari sini klaim Lenovo salah besar karena ternyata dalam waktu 30 menit bisa mencapai lebih dari 50%. Tentunya pembuktian ini menjadi nilai plus.

Pengisian daya sampai full atau 100% sendiri mulai dari pukul 18:45 sampai 20:09. Tetapi dalam beberapa menit itu sempat stuck di 99% sebelum benar-benar mencapai 100%. Alhasil total pengisian daya sampai penuh membutuhkan waktu 84 menit atau 1 jam dan 24 menit.

Lenovo legion 5 pro adapter ac gamedaim review
Adapter ac

Hanya saja, adapter charger Lenovo Legion 5 Pro terbilang bukan adapter yang portable karena dayanya mencapai 300 Watt. Ukurannya terkesan besar secara lebar dan panjang, meskipun tidak terlalu tebal. Dengan panjang 19,5 cm, lebar 9,5 cm, dan ketebalan 2,5 cm menjadikan adapter charger laptop akan lumayan memakan tempat jikalau kalian bawa pergi.

Kemudian menyoal ketahanan daya baterai, penulis mencoba menggunakan laptop untuk gaming dan kegiatan kasual seperti browsing. Semua kegiatan penulis atur kecerahan dan volume ke 100% atau maksimal, dan kondisi backlit keyboard menyala. Tentunya hal tersebut agar dapat penulis ketahui berapa lama si laptop bisa bertahan di pengaturan terbaiknya.

Untuk gaming saat penulis bermain Apex Legends, Lenovo Legion 5 Pro hanya bertahan sekitar 1 jam 20 menit saja. Dengan durasi demikian, penulis bisa bermain 5-6 match jikalau berhasil mencapai posisi terakhir dan ring terakhir. Sudah termasuk cukup meskipun terasa sebentar hanya dengan durasi pemakaian sekitar 1 jam dan 20 menit. Karena balik lagi, pengaturan saat bermain ini penulis atur volume dan kecerahan layar ke maksimal. Belum lagi kondisi backlit RGB sedang menyala.

Lalu untuk kondisi didiamkan dengan pengaturan kecerahan layar 50% dan tanpa backlit keyboard itu mencapai 3 jam dan 10 menit lamanya.

Sedangkan saat browsing sambil membuka YouTube, pengaturan laptop untuk volume 50% dan kecerahan 50% meraih waktu 2 jam dan 20 menit. Dalam kondisi non-gaming atau kasual seperti membuka YouTube ini, penulis mengarahkan laptop ke mode thermal yang lebih irit daya. Karena pengaturannya memang bertujuan guna menghemat daya baterai, dari situlah penulis bisa berlama-lama dalam ber-YouTube ria.

Spesifikasi Jeroan Sebagai Pendukung Aktivitas Segala Hal

Seperti yang sudah penulis sebutkan sebelumnya, Legion 5 Pro mendukung aktivitas gaming dan content creation. Tentunya kedua aktivitas tersebut didukung dengan adanya spesifikasi gahar di dalam laptop low profile ini. Terlebih lagi laptop ini baru saja rilis yang pastinya isi jeroannya juga menggunakan versi terbaru.

Spesifikasi yang penulis terima ialah:

  • Prosesor : AMD Ryzen 7 5800H,
  • Kartu Grafis : NVIDIA® GeForce RTX™ 3070 Laptop GPU 8GB GDDR6
  • Memori : 16GB DDR4-3200
  • Penyimpanan : M.2 2280 SSD 1TB
  • WLAN & Bluetooth : Intel® Wi-Fi 6 802.11ax 2×2 + Bluetooth 5.1

Storage Lenovo Legion 5 Pro menurut CrystalDiskMark termasuk cepat dalam transfer data dan membaca data.

Benchmarking crystaldirskmark 9
Review lenovo legion 5 pro: semakin low profile, semakin bergairah 29

Kemudian kartu grafis RTX 3070 pada laptop ini bisa memiliki TGP hingga 140W jika fitur NVIDIA Dynamic Boost sudah aktif. Ada juga teknologi DLSS sebagai terobosan AI yang memiliki fungsi untuk meningkatkan frame rate saat bermain game. Belum lagi memori GDDR6 memilik efisiensi daya yang lebih baik dari generasi sebelumnya dengan penambahan kapasitas dan bandwith yang dimiliki.

Pengujian Performa

Seperti biasa sebelum masuk ke pengujian game, penulis akan mencoba pengujian performa menggunakan 3DMark, Cinebench R20, dan Cinebench R15. Selain itu pastinya uji rendering menggunakan Blender 3D beserta Adobe Premiere Pro 2020

Lenovo Legion 5 Pro dengan pengujian menggunakan 3DMark mendapatkan hasil seperti berikut:

  • Time Spy : 10076
  • Time Spy Extreme : 4993
  • Fire Strike : 21372
  • Fire Strike Extreme : 12105
Lenovo legion 5 pro ss benchmarking 3dmark timespy gamedaim review
Time spy
Lenovo legion 5 pro ss benchmarking 3dmark timespy extreme gamedaim review
Time spy extreme
Benchmarking 3dmark fire strike
Fire strike
Benchmarking 3dmark fire strike extreme
Fire strike extreme

Kemudian dua software bersaudara yaitu Cinebench R15 dan Cibenech R20 mendapatkan skor, yaitu:

  • Cinebench R15
    • Single Core : 229
    • Multi Core : 2143
  • Cinebench R20
    • Single Core : 549
    • Multi Core : 4909
Benchmarking cinebench r15
Cinebench r15
Benchmarking cinebench r20
Cinebench r20

Lalu untuk rendering video 4K@30fps berdurasi 5 menit dengan penambahan editing seperti filter membutuhkan waktu sekitar 2 menit saat rendering hingga selesai.

Benchmarking adobe
Adobe premiere pro 2020

Dan terakhir, pengujian Blender 3D untuk rendering scene BMW membutuhkan waktu 3 menit dan 16 detik saja.

Benchmarking blender3d
Blender 3d

Pengujian Gaming

Masuk ke pengujian gim.

Laptop Legion 5 Pro ini sudah terpasang Lenovo Legion AI Engine yang memungkinkan hardware, software, firmware, dan driver support mengindetifikasi secara cerdas ketika gim terbuka. Teknologi AI tersebut akan mengoptimalkan sistem untuk memberikan fps tertinggi. Dan AI ini sudah mendukung 16 judul gim AAA yang akan mengeluarkan pengaturan khusus guna mendapatkan FPS 5-16% lebih baik.

Lalu dari ke-16 judul yang terdeteksi oleh Legion AI Engine, penulis akan mencoba 2 dari ke-16 gim saja yaitu Apex Legends dan CS:GO. Selain itu, Mount & Blade II: Bannerlord dan No Man’s Sky juga akan penulis uji sebagai gim tambahan di luar judul yang didukung Lenovo Legion AI Engine.

Perlu kalian catat, semua uji coba gim ini penulis atur ke pengaturan maksimalnya dan di resolusi 1440p. Dan untuk mendukung pengerjaan berat seperti itu, penulis mengubah mode ke Perfomance guna mendapatkan hasil yang lebih baik dari kinerja hardware secara maksimal dan optimal.

Untuk Apex Legends mendapatkan rata-rata fps sekitar 110 ke atas. Bisa mencapai fps tertinggi saat match mulai itu 140 fps. Sedangkan terendahnya mencapai 70 fps. Yang membuat tiba-tiba turun drastis ialah karena munculnya efek berat seperti ultimate Gibraltar yang mengeluarkan bombardir. Terlebih lagi saat penulis terkena bombardir tersebut, maka fps benar-benar drop ke angka terendah.

Benchmarking apex legends
Apex legends

Kemudian CS:GO secara konsisten mendapatkan180+ fps. Gim sejuta umat dan salah satu yang bikin gamer nostalgia akan tahun 2000-an ini bisa mencapai 250+ fps untuk yang tertingginya. Berbeda dengan Apex Legends, refresh rate 165Hz layar laptop sangat harmonis dengan angka fps dari CS:GO. Oleh karenanya, penulis saat bermain gim dari Valve tersebut bisa merasakan pengalaman maksimal.

Benchmarking cs:go
Cs:go

Setelahnya, No Man’s Sky menjadi judul gim ketiga yang penulis uji. Gim dari Hello Games ini secara spontan ingin penulis uji dikarenakan baru-baru ini, penulis cukup terpaut dan bermain terus-menerus guna mendapatkan Units yang melimpah dan menjadi Spacewalker kaya raya—percaya atau tidak, setidaknya uang membantu hidup kalian lebih baik.

Benchmarking no man's sky
No man’s sky

Sama seperti dua judul gim sebelumnya, No Man’s Sky di pengaturan maksimal dengan resolusi 1440p mendapatkan rata-rata 90 fps. Sedangkan terendahnya bisa di angka 80 fps.

Terakhir ialah Mount & Blade II: Bannerlord. Gim ini penulis harap bisa menjadi judul gim alternatif selain Shadow of the Tomb Raider atau Cyberpunk 2077 yang acapkali dijadikan gim pengujian dari para laptop gaming kelas atas–sejujurnya penulis tidak bisa mencoba kedua gim AAA tersebut karena belum membelinya.

Benchmarking bannerlord
Mount & blade ii: bannerlord

Bannerlord bisa meraih fps tertingginya di angka 100+ fps. Lalu terendahnya di angka 80 fps. Seperti review Lenovo Legion Slim 7i sebelumnya, saat clash dengan banyak prajurit di medan peranglah yang menjadi dasar penyebab fps langsung drop.

Karena angka-angka kelima judul gim yang penulis coba ini hanya bisa didapatkan saat mode Perfomance, jadi akan lebih baik kalian bermain gim hanya saat pada di-charging. Dengan begitu, jeroan laptop akan lebih maksimal dan optimal dalam menjalankan program yang berimbas pada pengalaman memukai bagi penggunanya.

Harga dan Informasi Pembelian Lenovo Legion 5 Pro

Bagi yang tertarik setelah membaca review Lenovo Legion 5 Pro di bagan Gamedaim Review ini, laptop gaming dari Lenovo ini bisa kalian beli mulai dari Rp25.999.000 yang tentunya sudah dilengkapi Microsoft Office Home & Student 2019 senilai Rp1.799.000 loh. Bukan hanya itu, terdapat Accidental Damage Protection selama tiga tahun dari berbagai kerusakan seperti ketumpahan kopi sampai LCD retak. Dan Lenovo akan me-cover biaya 100% dari adanya kerusakan tersebut.

Terakhir, ada layanan Legion Ultime Support selama tiga tahun yang akan berguna bagi kalian jika ingin mendapatkan saran dari seorang teknisi. Pemilik laptop bisa menghubungi kapan saja 24/7/365 melalui fitur chat, telepon toll free, maupun email.

Informasi mengenai Lenovo Legion 5 Pro bisa kalian kunjungi situs resminya.

Related Posts

Leave Comment
Continue in browser
To install tap Add to Home Screen
Add to Home Screen
See this post in...
Gamedaim
Chrome
Add Gamedaim to Home Screen
Close

For an optimized experience on mobile, add Gamedaim shortcut to your mobile device's home screen

1) Press the share button on your browser's menu bar
2) Press 'Add to Home Screen'.
Gamedaim We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications