Yoshinori Kitase “Ingin Sekali” Melihat Film Lain Berdasarkan Final Fantasy VII

Berbicara dengan YouTuber Danny Peña, manajer merek seri Final Fantasy, Yoshinori Kitase, ditanya tentang potensi adaptasi Final Fantasy VII ke medium lain.

Geek Berita
Yoshinori Kitase Ingin Sekali Melihat Film Lain Berdasarkan Final Fantasy Vii
Komentar

Manajer merek seri Final Fantasy, Yoshinori Kitase, mengungkapkan bahwa ia “ingin sekali” melihat adaptasi film atau serial TV lainnya yang didasarkan pada Final Fantasy VII.

Informasi ini diungkapkan oleh Kitase saat diwawancarai YouTuber Danny Peña. Jika kalian tertarik dengan adaptasi film dan TV dari video game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Yoshinori Kitase Ingin Sekali Melihat Film Lain Berdasarkan Final Fantasy VII

9 Januari 2025 – Berbicara dengan YouTuber Danny Peña mengenai Final Fantasy VII Rebirth versi PC, manajer merek seri Final Fantasy, Yoshinori Kitase, ditanya tentang potensi adaptasi Final Fantasy VII ke medium lain.

“Kami belum memiliki rencana resmi dan ini hanya keinginan pribadi saya, tetapi ya, saya telah mendengar tentang berbagai sutradara dan aktor Hollywood yang memainkan Final Fantasy VII serta banyak kreator yang juga menghormati game ini,” ungkap Kitase.

“Saya telah mendengar banyak hal tentang para kreator di luar sana yang sangat tertarik dengan properti ini, yang menyukai dunia Final Fantasy VII. Jadi ya, secara pribadi saya ingin sekali melihat sesuatu yang muncul dari para kreator ini, dalam bentuk sinematik atau semacam karya visual.”

Kitase sebelumnya pernah mengerjakan Final Fantasy VII: Advent Children, sebuah film CG tahun 2005 yang melanjutkan cerita dari game aslinya.

Ikuti Gamedaim — di mana saja

Tetap terkini di mana pun kamu membaca.

Lanjut baca

Transformers Reactivate Dibatalkan, Splash Damage Akan Phk Karyawan
Berita

Transformers: Reactivate Dibatalkan, Splash Damage akan PHK Karyawan

9 Januari 2025 Fransiskus Sukardi Ruata 2 mnt baca

Studio ini akan mengurangi dan memfokuskan kembali upayanya pada proyek-proyek lain serta sejumlah peran berpotensi mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Baca selengkapnya