Kesuksesan Pragmata tampaknya membuka jalan bagi Capcom untuk mengembangkan sekuelnya. Meski Pragmata 2 belum diumumkan secara resmi, salah satu petinggi perusahaan menyebut kemungkinan hadirnya kelanjutan game fiksi ilmiah tersebut cukup tinggi.
Yoshikazu Shimauchi, pejabat Capcom yang membawahi bidang keuangan, akuntansi, teknologi informasi, hubungan masyarakat, dan investor, mengatakan bahwa performa Pragmata berhasil melampaui ekspektasi perusahaan.
Keberhasilan tersebut dinilai dapat mendorong Capcom menjadikan Pragmata sebagai salah satu waralaba utama sekaligus sumber pendapatan jangka panjang.
Penjualan Pragmata Melampaui Ekspektasi

Dirilis pada April 2026, Pragmata telah terjual lebih dari 2,5 juta kopi di seluruh dunia hingga akhir Juni. Capcom menyebut kampanye promosi yang kuat, konsep permainan yang berbeda, serta daya tarik karakter android bernama Diana sebagai beberapa faktor yang membantu meningkatkan popularitas game tersebut.
Game ini mengikuti perjalanan Hugh Williams dan Diana ketika mereka berusaha melarikan diri dari fasilitas penelitian di bulan yang dikuasai kecerdasan buatan berbahaya. Permainannya memadukan aksi tembak-menembak orang ketiga dengan mekanisme peretasan, sehingga pemain harus mengendalikan kemampuan kedua karakter secara bersamaan.
Sebelumnya, sutradara Pragmata, Yonghee Cho, juga mengungkapkan keinginannya untuk menggarap sekuel. Namun, ia menegaskan bahwa keputusan tersebut tidak sepenuhnya berada di tangannya.
Dengan angka penjualan yang kuat dan respons positif dari Capcom, peluang Pragmata berkembang menjadi seri baru terlihat semakin terbuka. Meski demikian, untuk saat ini belum ada konfirmasi mengenai judul, jadwal produksi, tanggal rilis, maupun platform untuk game berikutnya.


Bales ke