Kepolisian Jepang menangkap seorang pria berusia 27 tahun karena diduga mengirim ancaman bom kepada kantor pusat Nintendo di Kyoto. Insiden ini menjadi headline karena ancaman yang disampaikan melalui surat disebut sangat serius, dan polisi langsung mengambil tindakan setelah menerima laporan tersebut.
Menurut laporan, pria tersebut mengirimkan beberapa surat anonim ke kantor Nintendo pada bulan Maret 2026. Dalam surat itu, ia menuliskan kata‑kata ancaman seperti “I’m going to blow you all up” (Aku akan meledakkan kalian semua) dan menyatakan bahwa rencananya tidak bisa digagalkan. Dia bahkan sempat mengaku telah menanam beberapa bom di gedung tersebut.
Setelah menerima ancaman ini, Nintendo langsung melapor ke pihak berwajib pada 16 Maret. Kepolisian Kyoto kemudian melakukan pencarian di area sekitar kantor pusat, tetapi tidak menemukan bom atau benda mencurigakan.
Penangkapan dan Pengakuan

Pria berusia 27 tahun itu akhirnya ditangkap pada 12 Mei 2026 di Jepang atas dugaan obstruction of business (mengganggu kegiatan usaha) setelah menyampaikan ancaman tersebut.
Menurut otoritas, pria tersebut telah mengakui semua tuduhan yang diajukan terhadapnya. Polisi kini masih menyelidiki apa yang menjadi motif di balik tindakannya. Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai alasan di balik ancaman itu atau apakah ada faktor lain yang memicu perilaku tersebut.
Kasus ini bukan pertama kalinya Nintendo menjadi sasaran ancaman serius. Pada akhir 2023 dan awal 2024, perusahaan sempat menghadapi ancaman yang membuatnya terpaksa membatalkan acara besar seperti Splatoon Koshien National Finals 2023 dan Nintendo Live 2024 di Tokyo karena masalah keamanan.
Dalam insiden sebelumnya, pelaku juga ditangkap dan ditangani oleh pihak berwajib setelah mengirim ancaman terhadap para pegawai dan peserta acara.


Bales ke