Pendiri Zynga, Mark Pincus, mengajak pengembang game untuk tidak ragu mengambil ide dari game lain, termasuk jika itu berarti “meniru” elemen yang sudah terbukti berhasil. Pernyataan ini diungkapkan Pincus dalam buku terbarunya yang berjudul Life at the Speed of Play, yang dibahas oleh portal MobileGamer.biz.
Pincus menilai bahwa ketakutan pengembang, khususnya tim kecil atau pemula, untuk mengadopsi ide dari pesaing justru bisa berdampak negatif terhadap kualitas game mereka. Banyak tim menghindari meniru fitur populer karena takut dicap tidak orisinal, padahal menurut Pincus, mengambil inspirasi dari mekanik yang sukses dapat menghemat waktu dan sumber daya.
Pendiri Zynga Berbagai Pikiran Kepada Developer Lain

Inti dari pemikiran Pincus adalah bahwa sebuah karya dapat diawali dengan fondasi yang sudah terbukti bagus, lalu dikembangkan lagi menjadi sesuatu yang lebih unik. Ia menekankan bahwa hal ini harus dilakukan “dalam batas hukum”, agar tidak melanggar hak cipta atau etika profesional.
Dalam buku tersebut, Pincus menjelaskan konsep pengembangan tiga tahap yang disebutnya Proven Better New. Tahap pertama, Proven, mencakup meniru fitur yang telah populer di komunitas game.
Tahap kedua, Better, fokus pada perbaikan dari elemen yang ada. Tahap terakhir, New, mendorong pengembang untuk menambahkan inovasi orisinal yang memberi nilai tambah pada game.
Pincus sendiri mengakui bahwa Zynga selama ini telah menerapkan prinsip tersebut. Game-game awal seperti Zynga Poker hingga FarmVille tumbuh dengan desain yang mengambil inspirasi dari genre yang sudah mapan, lalu dikembangkan lebih jauh.
Ia bahkan menyebut game lain seperti Hay Day yang terinspirasi dari pendekatan FarmVille sebagai contoh positif penggunaan prinsip Proven Better New.


Bales ke