PT Nuon Digital Indonesia (Nuon), bagian dari Telkom Group, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem digital lifestyle nasional melalui agenda Media Update 2026. Di tengah pertumbuhan pesat industri hiburan digital, Nuon memosisikan diri sebagai penghubung antara penciptaan konten, distribusi, dan monetisasi guna memaksimalkan potensi nilai ekonomi digital di dalam negeri.
Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025, sektor media online Indonesia diproyeksikan mencapai nilai USD 10–12 miliar pada periode 2026–2027. Dengan lebih dari 190 juta konsumen digital dan sekitar 175 juta pemain gim aktif, Indonesia menjadi salah satu pasar digital terbesar di Asia Tenggara. Namun, sebagian besar monetisasi konten digital masih terpusat pada platform global, sehingga memunculkan fenomena value leakage yang membatasi optimalisasi nilai ekonomi domestik.
CEO Nuon, Aris Sudewo, menegaskan bahwa Nuon berada pada posisi strategis dalam rantai nilai industri digital, khususnya pada aspek distribusi dan monetisasi.
“Kekuatan utama Nuon terletak pada penguasaan simpul distribusi digital. Dengan dukungan infrastruktur konektivitas terbesar di Indonesia, kami berada pada posisi strategis untuk menghubungkan konten, pengguna, dan monetisasi dalam satu ekosistem yang terintegrasi. Kami memiliki mandat untuk menekan value leakage sekaligus memastikan ekosistem digital nasional tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan,” ujar Aris.
Keunggulan kompetitif Nuon terletak pada kemampuannya mengintegrasikan penciptaan intellectual property (IP), distribusi platform, sistem pembayaran, serta pemanfaatan insight perilaku konsumen dalam satu ekosistem yang saling terhubung. Dukungan ekosistem Telkom Group yang mencakup lebih dari 158 juta pengguna seluler dan 11 juta pelanggan broadband households memungkinkan Nuon tidak hanya memperluas jangkauan layanan, tetapi juga mengoptimalkan konversi, retensi, dan monetisasi secara end-to-end.
Selain itu, integrasi Direct Carrier Billing (DCB) membuka akses pembayaran alternatif bagi segmen unbanked dan underbanked. Mekanisme ini memperluas akses masyarakat terhadap konten digital premium sekaligus meningkatkan potensi monetisasi bagi kreator dan mitra konten.
Saat ini, Nuon mengelola distribusi gim dan top-up digital melalui UPOINT.ID serta penyaluran voucher gim ke berbagai operator dan mitra distribusi nasional. Di sektor musik, Nuon menghadirkan platform Langit Musik dan Langitku, serta layanan musik latar PlayUp untuk memperluas monetisasi musisi lokal. Nuon juga mengembangkan layanan Gaming-on-Demand HELD yang tengah memasuki tahap playtest, serta platform ticketing Tiketapasaja.com untuk memperkuat lini live experiences.
Ke depan, pengembangan IP lokal menjadi fokus strategis Nuon pada 2026 guna memperkuat kepemilikan aset kreatif domestik dan meningkatkan daya saing industri kreatif nasional.
“Dengan struktur bisnis yang terintegrasi dari penciptaan IP hingga monetisasi, Nuon berkembang menjadi strategic digital asset dalam portofolio Telkom Group. Model ini diharapkan mampu memperkuat kendali atas nilai ekonomi digital domestik sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia secara berkelanjutan,” tutup Aris.


Bales ke