Fakta Menarik Divinity: Turn-Based RPG, Early Access, AI Generatif, Harga RAM, dan DNA Larian Studios

Beberapa minggu lalu, Larian Studios melakukan wawancara eksklusif dengan beberapa media yang menghadiri The Game Awards 2025 dan ada beberapa fakta menarik yang dibeberkan mengenai Divinity:

Berita Resmi
Fakta Menarik Divinity Turn Based Rpg, Early Access, Ai Generatif, Harga Ram, Dan Dna Larian Studios
Komentar

Divinity telah menarik perhatian banyak orang, sebuah fakta yang tidak bisa diragukan lagi. Dengan patung misteriusnya yang membuat orang-orang berspekulasi untuk The Game Awards 2025 hingga trailer perdananya yang tergolong “sangat dewasa” untuk dilihat oleh anak-anak, Divinity memberikan pesan penting bagi para penggembar game Larian Studios: Mereka tidak terikat dengan aturan lagi.

Beberapa minggu lalu, Larian Studios melakukan wawancara eksklusif dengan beberapa media yang menghadiri The Game Awards 2025 dan ada beberapa fakta menarik yang dibeberkan mengenai Divinity:

Apakah game ini akan menggunakan kembali turn-based RPG? Bagaimana kontroversi AI generatif yang menimpa Larian Studios bermula? Pesan apa yang ingin disampaikan Larian Studios kepada industri game melalui Divinity? dan fakta-fakta menarik lainnya yang masih banyak lagi.

Jika kalian tertarik dengan game-game Larian Studios, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini. Mari kita lihat apa saja yang disampaikan pendiri dan CEO Larian Studios, Swen Vincke, kepada beberapa media mengenai Divinity.

Apa Saja Fakta Menarik Divinity?


Bloomberg

NEW: I spoke to Larian boss Swen Vincke about their ambitions for their new RPG Divinity, cutting down development time, pressures from Baldur's Gate 3, why BG3 wouldn't have happened without Tencent, how Larian uses generative AI, and much more www.bloomberg.com/news/newslet…

Jason Schreier (@jasonschreier.bsky.social) 2025-12-16T14:02:42.596Z

Berbicara dengan Bloomberg, pendiri dan CEO Larian Studios, Swen Vincke, telah menyebutkan beberapa poin penting berikut:

  • Vincke mengumumkan bahwa Baldur’s Gate 3 sudah terjual 20 juta kopi.
  • Vincke mengungkapkan bahwa Larian Studios awalnya akan mengembangkan game Dungeons & Dragons baru untuk Wizards of the Coast setelah Baldur’s Gate 3, tetapi ia menyadari Larian Studios tidak menikmati proses pengembangannya, yang berakhir pada pembatalan game tersebut.
  • Vincke menegaskan bahwa Divinity akan mengadopsi RPG turn-baed yang akan “ditingkatkan ke level berikutnya”.
  • Meskipun mengonfirmasi bahwa Larian Studios menggunakan AI generatif untuk membuat teks sementara, mengembangkan konsep seni, dan tugas-tugas lain selama pengembangan Divinity, Vincke meyakinkan pemain bahwa konten AI generatif tersebut tidak akan ada saat peluncuran game tersebut. Vincke juga menjelaskan bagaimana ada penolakan di Larian Studios terhadap keputusan ini, tetapi ia mencatat: “Saya pikir saat ini semua orang di perusahaan kurang lebih setuju dengan cara kami menggunakannya.”
  • Larian Studios mayoritas dimiliki oleh Vincke dan istrinya, sementara Tencent memegang saham minoritas. Menurut Vincke, Tencent tidak memiliki wewenang dalam operasional Larian Studios, tetapi dukungan mereka sangat penting.
  • Vince juga membahas pertumbuhan Larian Studios, yang kini mempekerjakan 530 orang di tujuh lokasi di Eropa, Amerika Utara, dan Asia.

GameSpot

Berbicara dengan GameSpot, pendiri dan CEO Larian Studios, Swen Vincke, dan penulis Adam Smith telah menyebutkan beberapa poin penting berikut:

  • Smith mengungkapkan bahwa Larian Studios awalnya tidak akan mengembangkan Divinity setelah Baldur’s Gate 3, melainkan game Dungeons & Dragons baru, yang pada akhirnya dibatalkan.
  • Menurut Vincke, Divinity akan memiliki “kebebasan bertindak di setiap level”, berbeda dengan game-game sebelumnya yang mengadopsi sistem serupa dengan Diablo dan The Witcher (kecuali Divinity: Original Sin dan Divinity: Original Sin 2).
  • Vincke memastikan bahwa “kontinuitas tetap terjaga” untuk Divinity, mirip dengan bagaimana pemain Baldur’s Gate 3 tidak perlu memainkan game Baldur’s Gate sebelumnya.
  • Vincke juga mencatat bahwa akan ada “basis pemain yang kembali dalam jumlah besar” dari waralaba Divinity, selain Baldur’s Gate 3, mengingat Divinity: Original Sin dan Divinity: Original Sin 2 secara gabungan telah terjual 10 juta kopi.
  • Menurut Smith, Larian Studios tidak merasakan tekanan besar untuk Divinity setelah meluncurkan Baldur’s Gate 3.
  • Vincke menambahkan bahwa Divinity “akan lebih baik di semua aspek”, mengingat game ini tidak memiliki DNA Dungeons & Dragons yang menggunakan konsep tabletop.

GamesRadar+

Berbicara dengan GamesRadar+, pendiri dan CEO Larian Studios, Swen Vincke, telah menyebutkan beberapa poin penting berikut:

  • Vincke berharap dapat meluncurkan Divinity ke Early Access terlebih dahulu setelah melihat kesuksesan Baldur’s Gate 3 melalui proses yang sama, mengingat langkah ini telah menjadi cetak biru sejak Divinity: Original Sin.
  • Vincke menyarankan pemain untuk tidak memainkan game Divinity sebelumnya karena “game-game tersebut sudah cukup lama”, tetapi jika mereka ingin merasakan referensi di sana-sini, pemain masih dapat melakukannya.
  • Vincke merasa senang, sebagian karena Larian Studios tidak lagi terikat pada struktur DNA Dungeons & Dragons dan sekarang dapat mengeksplorasi DNA-nya sendiri.
  • Vincke menegaskan bahwa Baldur’s Gate dan Divinity: Original Sin 2 adalah cetak biru untuk Divinity: “Jika Anda mengambil Divinity: Original Sin 2, dan Anda membuatnya sinematik, itulah persis seperti apa [Divinity] terlihat.”
  • Menurut Vincke, trailer perdana Divinity di The Game Awards 2025 tidak terlalu mengejutkannya karena cuplikan seperti itu “tidak jauh berbeda dari apa yang Anda lihat di HBO atau Netflix”.

IGN

Berbicara dengan IGN, pendiri dan CEO Larian Studios, Swen Vincke, telah menyebutkan beberapa poin penting berikut:

  • Vincke mengungkapkan bahwa Larian Studios telah mengembangkan Divinity selama dua tahun dan game tersebut kini dalam tahap produksi penuh.
  • Vincke ingin para pemain “merusak” sistem Divinity, karena itu adalah formula mereka.
  • Menurut Vincke, cakupan Divinity akan lebih besar daripada Baldur’s Gate 3.
  • Meskipun masih berharap untuk meluncurkan Divinity dalam Early Access, Vincke tidak ingin berkomitmen pada janji tersebut karena ia “tidak tahu bagaimana industri game akan berubah”.
  • Vincke menegaskan bahwa Divinity akan menjadi game single-player dan multiplayer co-op, dengan “beberapa pilar inti” yang tidak diubah secara signifikan.
  • Vincke merefleksikan bagaimana genre RPG memiliki minat dan investasi yang jauh lebih besar saat ini: “Maksud saya, sebuah RPG memenangkan Game of the Year malam ini di The Game Awards.”
  • Vince belum menyelesaikan Clair Obscur: Expedition 33, tetapi ia memuji gaya seninya.
  • Vincke menjelaskan bagaimana ada tekanan setelah meluncurkan Baldur’s Gate 3: “Kami merasakan tekanan di pundak kami, ya, terutama karena kami menetapkan ambisi yang tinggi untuk diri kami sendiri.”

Mein-MMO

Berbicara dengan Mein-MMO, pendiri dan CEO Larian Studios, Swen Vincke, telah menyebutkan beberapa poin penting berikut:

  • Vincke ingin Divinity menjadi game yang dapat dibuat Larian Studios “lebih mudah diakses, mudah dipelajari, dan sulit dikuasai, sebagaimana mestinya”.
  • Vincke mengakui bahwa sistem pertarungan di Divinity “jauh lebih baik” daripada Baldur’s Gate 3.
  • Vincke tidak ingin mengembangkan game selama enam tahun lagi: “Itu terlalu lama. Kami ingin lebih cepat kali ini. Tetapi kami ingin meningkatkan kualitas dan tetap membuat game-game besar.”
  • Vincke mengonfirmasi bahwa Larian Studios sedang mengerjakan versi baru dari engine game mereka, yang secara internal dikenal sebagai “Engine No. 5”: “Ini mengurangi tugas-tugas rutin seperti mengisi lembar Excel. Dengan cara ini, kami dapat lebih fokus pada pengalaman pemain yang sebenarnya.”

PC Gamer

Berbicara dengan PC Gamer, pendiri dan CEO Larian Studios, Swen Vincke, dan penulis Adam Smith telah menyebutkan beberapa poin penting berikut:

  • Vincke mengungkapkan bahwa Divinity memiliki “lebih banyak pilihan, reaktivitas yang lebih dalam, konsekuensi yang lebih besar, dan alur cerita yang saling terkait secara menyeluruh” dibandingkan Baldur’s Gate 3, tetapi Smith mengakui bahwa aspek-aspek itu memiliki tantangan tersendiri.
  • Meskipun Divinity akan kembali mengadopsi RPG turn-based, Vincke mengatakan bahwa game ini tidak akan menjadi tiruan dari Divinity: Original Sin 2: “Ini adalah aturan baru, aturan yang dibangun berdasarkan semua yang telah kami pelajari dari semua game sebelumnya yang telah kami buat.”
  • Vincke tidak ragu sedikit pun ketika ditanya tentang tekanan dalam menghadirkan Divinity: “Beban ekspektasi sangat tinggi. Kami mencoba untuk tidak memikirkannya, karena kami harus membuat karya kami sendiri.”
  • Vincke memberikan alasan mengapa Larian Studios memperbarui engine game mereka: “Semua yang kami lakukan adalah untuk meningkatkan efisiensi dan kami menggunakan efisiensi itu untuk mencoba lebih banyak hal.”
  • Vincke juga mencatat bahwa Larian Studios akan melakukan perekaman “tanpa henti” selama pengembangan Divinity.
  • Smith mengonfirmasi bahwa Divinity akan memiliki temap gelap, tetapi “bukan dalam kegelapan suram di mana hanya ada perang”. Vincke menggambarkan bagaimana Divinity: Original Sin 2 sudah cukup gelap, tetapi grafis yang terbatas dan kamera yang ditarik ke belakang membuat pemain “tidak melihatnya secara sinematik”.

TheGamer

Berbicara dengan TheGamer, pendiri dan CEO Larian Studios, Swen Vincke, telah menyebutkan beberapa poin penting berikut:

  • Vincke mengungkapkan bahwa ia belum pernah melihat kenaikan harga RAM dan SSD yang begitu gila, dan hal ini memaksa Larian Studios untuk melakukan optimasi yang tidak ingin mereka lakukan pada tahap pengembangan Divinity saat ini.
  • Menurut Vincke, engine game baru hadir karena Larian Studios telah memasuki pengembangan Divinity, dan Baldur’s Gate 3 Act 3 benar-benar membebani engine game lama dan memaksa mereka untuk membuat kompromi yang tidak diinginkan untuk memastikan game tersebut berfungsi dengan benar.
  • Vincke menambahkan bahwa karakter pendamping Divinity hampir siap, tetapi Larian Studios masih bereksperimen: “Beberapa di antaranya sangat intim.”
  • Menyinggung topik generatif AI, Vincke mengatakan bahwa teknologi ini digunakan untuk menyederhanakan proses pengembangan Divinity dan melakukan banyak pekerjaan yang “tidak ingin dilakukan siapa pun”.

VGC

Berbicara dengan VGC, pendiri dan CEO Larian Studios, Swen Vincke, telah menyebutkan beberapa poin penting berikut:

  • Vincke mengungkapkan bahwa meskipun trailer Divinity di The Game Awards 2025 mungkin mengejutkan sebagian orang, hal itu sesuai dengan waralaba Divinity. Ia juga mencatat bagaimana ada dua jenis reaksi yang datang dari penggemar Divinity: Original Sins 2 dan penggemar Baldur’s Gate 3.
  • Menurut Vincke, trailer Divinity dimaksudkan untuk menjadi contoh bagi para pemain tentang konsekuensi ekstrem dari peristiwa yang terjadi dalam game dan peran pemain di dalamnya.
  • Vincke menambahkan bahwa Larian Studios sangat ingin membuka dialog dengan komunitasnya selama pengembangan Divinity dan ia menjelaskan bagaimana game ini dibuat untuk “audiens yang dewasa”.
  • Menariknya, Vincke mengungkapkan bahwa pemegang platform konsol, seperti Sony Interactive Entertainment dan Microsoft, tidak mengetahui keberadaan Divinity hingga kemunculannya di The Game Awards 2025: “Mereka baru mengetahuinya, jadi kami masih harus berbicara dengan mereka, jadi itu juga merupakan pengungkapan yang menyenangkan bagi mereka.”
  • Menurut Vincke, Larian Studios berinvestasi besar-besaran dalam otomatisasi untuk engne game baru mereka: “Di masa lalu, kami membutuhkan waktu tiga minggu untuk melihat hasil rekaman di dalam game. Sekarang kami dapat melihatnya dalam dua jam. Itu memungkinkan kami untuk melakukan iterasi lebih banyak.”
  • Ketika ditanya tentang topik penambahan lebih banyak penghargaan The Game Awards untuk para aktor, Vincke merasa bimbang apakah ide ini akan berhasil di industri yang sangat beragam, seperti industri game.
  • Vincke mengonfirmasi bahwa lain kali pemain akan melihat tentang Divinity, itu akan tentang gameplay: “Jadi akan membutuhkan waktu untuk menyiapkan gameplay-nya.”

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Penjualan Dispatch Tembus 3 Juta Kopi
Berita

Penjualan Dispatch Tembus 3 Juta Kopi

2 Januari 2026 Fransiskus Sukardi Ruata 2 mnt baca

Dispatch sudah tersedia di PS5 dan PC (Steam). Versi Nintendo Switch 2 dan Nintendo Switch akan rilis pada 28 Januari 2026.

Baca selengkapnya