BeritaPCPlaystationPS4

EA Salahkan Halo Infinite dan COVID-19 Untuk Kegagalan Battlefield 2042

Eksekutif EA salahkan Halo Infinite dan COVID-19 untuk kegagalan Battlefield 2042. Lantas, bakal seperti apa jadinya?

Masih membahas seputar kabar terbaru dari EA Game dan DICE, seperti biasanya kita lagi-lagi kedatangan informasi soal game Battlefield 2042. Setelah mengaku telah membuat fans kecewa dengan perilisan gamenya, Eksekutif EA salahkan Halo Infinite dan COVID-19 untuk kegagalan Battlefield 2042. Lantas, bakal seperti apakah jadinya? Yuk ikuti terus pembahasan Gamedaim News berikut.

Seperti yang kita ketahui, Battlefield 2042 sudah mengalami masalah Optimalisasi yang buruk sejak masih dalam fase Beta. Tidak hanya itu, para gamer juga memberikan respon buruknya melalui petisi Refund yang kini sudah mencapai 200 Ribu peserta. Alih-alih mendapatkan respon, EA dan DICE sepertinya malah mengabaikan masalah yang ada. Tidak heran, jika para fans mulai melakukan Boikot terhadap game-game buatan EA.

Frostbite Engine Dianggap Sudah Berumur

Melalui laporan yang kami dapatkan pada situs Media terkenal Xfire, Tom Henderson mengabarkan bahwa management EA telah menghadiri wawancara di ‘Town Hall’ perusahaannya pada tanggal 15 Februari lalu. Saat itu, EA menggelar acara ini untuk membagikan strategi yang akan dilakukan perusahaannya untuk ke depan. Bersamaan dengan hal tersebut, pihak Management juga menyinggung masalah yang tengah dihadapi.

Mulai dari sini eksekutif EA menghabiskan lebih dari 20 menit untuk membahas apa yang salah dengan peluncuran gamenya. Bersamaan dengan itu, ia juga membahas bagaimana fokus perusahaan untuk Battlefield 2042 dan franchise Battlefield dikedepannya. Laura Miele, Chief Studios Officer EA mulai menyalahkan faktor-faktor atas kegagalan Battlefield 2045. Ia memulainya dengan masalah pandemi dan Engine Frostbite yang dianggap sudah tua.

Eksekutif EA Salahkan Halo Infinite Karena Rilis Bersamaan dengan Battlefield 2042

Namun, yang menarik dari itu semua tentunya datang dari bagaimana Miele menyalahkan Halo: Infinite. Ia mengatakan bahwa “Sangat penting untuk mengakui bahwa kita gagal. Ini terjadi dengan peluncuran Battlefield, yang tidak memenuhi harapan fans, dan jelas meleset dari harapan kami sendiri.” Lebih lanjut, “itu tidak menguntungkan karena Halo Infinite adalah judul yang sangat dipoles sedangkan Battlefield 2042 berisi bug dan tidak terpoles.

Halo: Infinite sendiri rilis pada tanggal 10 November lalu, sedangkan Battlefield 2042 rilis pada tanggal 19 November. Kedua game ini rilis pada bulan yang sama dan membawa konsep Multiplayer Shooter. Tidak heran jika Laura Miele menyalahkan kesuksesan Halo yang lebih dulu rilis dengan game yang sepenuhnya terpoles. Para fans menganggap bahwa faktor perilisan bukanlah masalah, jika gamenya digarap dengan baik maka akan tetap disukai.

Pengamat Game PC dan Konsol - suka Pinguin.

Related Posts

Leave Comment
Hidupkan Notifikasi OK No thanks