Denkiworks, Studio Indie Baru dari Mantan Q-Games dan Chuhai Labs

Mantan pengembang Q-Games dan Chuhai Labs mengungkapkan pendirian Denkiworks, sebuah studio pengembangan game independen baru yang berbasis di Kyoto, Jepang.

Berita Resmi
Denkiworks
Komentar

Mantan pengembang Q-Games dan Chuhai Labs mengungkapkan pendirian Denkiworks, sebuah studio pengembangan game independen baru yang berbasis di Kyoto, Jepang.

Informasi ini diumumkan oleh Denkiworks lewat media sosial mereka (via TechRadar). Jika kalian tertarik dengan kondisi industri video game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Berkenalan Dengan Denkiworks

Mantan pengembang Q-Games dan Chuhai Labs mengungkapkan pendirian Denkiworks, sebuah studio pengembangan game independen baru yang berbasis di Kyoto, Jepang.

Studio ini didirikan oleh Liam Edwards, Taku Arioka, dan Jan de Graaf. Ketiganya bertemu pada tahun 2018 saat bekerja di Q-Games, di mana Arioka mengarahkan pengembangan PixelJunk Scrappers, de Graaf adalah salah satu pemrogram game, dan Edwards adalah co-director.

Edwards juga merupakan pencipta dan sutradara Cursed to Golf, di mana de Graaf juga menjadi programmer.

Denkiworks saat ini sedang mengerjakan judul pertamanya, Project Tanuki. Di dalamnya, Anda bermain sebagai seorang tanuki yang mengedarkan paket kepada penduduk di sekitar kota pada musim panas.

Proyek ini juga digambarkan sebagai “surat cinta untuk Jepang” dan prototipe-nya telah dipamerkan kepada para investor di Game Developers Conference pada Maret 2023.

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

CMA Buka Negosiasi Baru Dengan Microsoft
Berita

Sidang FTC Kalah, CMA Buka Negosiasi Baru Dengan Microsoft

12 Juli 2023 Fransiskus Sukardi Ruata 2 mnt baca

Microsoft dan Competition and Markets Authority (CMA) sepakat untuk menghentikan sementara persidangan hukum mereka terkait rencana akuisisi Activision Blizzard untuk bernegosiasi lebih lanjut.

Baca selengkapnya