Bungie dikabarkan bersiap menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja besar-besaran pada musim panas ini. Menurut laporan yang beredar, studio di balik Destiny dan Marathon tersebut berpotensi kehilangan sekitar 50 persen dari total karyawannya.
Jika benar terjadi, jumlah tersebut bukan angka kecil. Bungie disebut memiliki sekitar 800 staf, sehingga pemangkasan 50 persen berarti kurang lebih 400 orang berisiko terdampak. Kabar ini pertama kali mencuat dari jurnalis Prancis, Sylvain, yang menyebut bahwa Bungie kemungkinan akan menghadapi PHK besar dalam waktu dekat.
Kegagalan Marathon membuat Kondisi Bungie semakin terpuruk

Situasi ini disebut berkaitan dengan kondisi dua proyek utama Bungie, yaitu Destiny 2 dan Marathon. Destiny 2 baru saja menerima update terakhirnya, sementara belum ada tanda jelas mengenai kehadiran Destiny 3. Meski komunitas masih menunjukkan antusiasme besar, kondisi tersebut tampaknya belum cukup untuk mendorong masa depan franchise ini ke arah yang lebih pasti.
Di sisi lain, Marathon juga disebut belum memberikan performa yang sesuai harapan. Walaupun mendapat respons cukup baik dari sebagian kritikus dan pemain, game tersebut dinilai belum mampu menjadi penopang besar bagi studio.
Jika Bungie tidak memiliki proyek besar lain yang sedang dikembangkan, keberadaan ratusan karyawan disebut menjadi sulit dipertahankan. Sampai saat ini, Bungie maupun Sony belum memberikan pengumuman resmi terkait kabar PHK tersebut.


Bales ke