Kenaikan harga Steam Deck kembali memicu perdebatan di industri gim. Valve baru-baru ini menaikkan harga perangkat gaming handheld tersebut hingga ratusan dolar, membuat produk yang sebelumnya dikenal sebagai salah satu pilihan PC gaming paling bernilai kini terasa semakin mahal bagi sebagian pemain.
Situasi ini langsung menarik perhatian CEO Epic Games, Tim Sweeney. Melalui unggahan di X, Sweeney menyindir bos Valve, Gabe Newell, dengan mengaitkan kenaikan harga Steam Deck dengan gaya hidup mewah Newell yang dikenal memiliki kapal pesiar bernilai fantastis.
Sindiran itu menyorot kontras antara naiknya harga produk konsumen dan citra kemewahan para petinggi perusahaan teknologi.
Tim Sweeney Sindir Gabe Newell
Namun, respons publik tidak sepenuhnya memihak Sweeney. Banyak pengguna justru membalas kritik tersebut dengan mengingatkan bahwa Epic Games sendiri pernah melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sekitar 1.000 karyawan.
Beberapa warganet menilai sindiran Sweeney kurang tepat karena Epic juga pernah mengambil keputusan bisnis yang berdampak besar terhadap para pekerjanya. Di sisi lain, kenaikan harga Steam Deck disebut tidak sepenuhnya tanpa alasan.
Kelangkaan RAM yang dipicu tingginya permintaan industri AI turut menekan biaya komponen. Valve juga dinilai tidak memiliki kekuatan rantai pasok sebesar perusahaan konsol atau produsen PC besar lain.
Perdebatan ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar soal harga perangkat. Ia memperlihatkan bagaimana publik semakin kritis melihat perilaku para CEO teknologi, terutama ketika keputusan bisnis yang membebani konsumen atau karyawan muncul bersamaan dengan simbol-simbol kekayaan ekstrem.


Bales ke