Electronic Arts (EA) resmi berstatus sebagai perusahaan privat setelah proses akuisisi senilai 55 miliar dolar AS atau sekitar 990 triliun rupiah diselesaikan pada 4 Agustus 2026. Perubahan tersebut menjadi yang pertama bagi EA sejak perusahaan mulai diperdagangkan secara publik pada 1990.
Kini, salah satu perusahaan game terbesar dunia itu berada di bawah kendali konsorsium yang terdiri atas Public Investment Fund Arab Saudi (PIF), Silver Lake, dan Affinity Partners. Kesepakatan akuisisi sebelumnya diumumkan pada 29 September 2025 dan memperoleh persetujuan pemegang saham EA pada 22 Desember 2025.
Akuisisi Electronic Arts Resmi Diselesaikan

Sebagai bagian dari transaksi, para pemegang saham akan menerima pembayaran tunai sebesar 210 dolar AS untuk setiap saham yang dimiliki saat proses penutupan. Saham EA juga telah berhenti diperdagangkan dan akan dihapus dari bursa Nasdaq.
Transaksi senilai 55 miliar dolar AS tersebut disebut sebagai pembelian perusahaan dengan utang atau leveraged buyout terbesar sepanjang sejarah. Skema ini memungkinkan pihak pembeli menggunakan pembiayaan berbasis utang dalam jumlah besar, yang kemudian dibebankan kepada perusahaan yang diakuisisi.
Dalam kasus EA, transaksi itu diperkirakan menambah utang perusahaan sekitar 20 miliar dolar AS. CEO EA Andrew Wilson mengatakan perusahaan memasuki babak baru dengan posisi yang kuat serta didukung mitra yang memiliki visi serupa.
Konsorsium berencana meningkatkan investasi, mempercepat inovasi, serta mengembangkan generasi baru game dan pengalaman interaktif. Silver Lake juga menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi pada pertumbuhan EA, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengembangan game dan peningkatan pengalaman pemain.
Meski berubah menjadi perusahaan privat, EA tetap mempertahankan portofolio besar seperti EA Sports FC, Battlefield, The Sims, Apex Legends, dan Need for Speed.


Bales ke