Video Game History Foundation (VGHF) dan Software Preservation Network (SPN) telah menyatakan bahwa 87% video game klasik yang rilis di Amerika Serikat sebelum tahun 2010 tidak tersedia untuk dibeli dan “terancam punah”.
Informasi ini dipublikasikan oleh VGHF melalui media sosialnya. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri video game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Riset: 87% Video Game Sebelum Tahun 2010 Tidak Tersedia dan “Terancam Punah”
Video Game History Foundation (VGHF) dan Software Preservation Network (SPN) telah menyatakan bahwa 87% video game klasik yang rilis di Amerika Serikat sebelum tahun 2010 tidak tersedia untuk dibeli dan “terancam punah”.
Riset yang dilakukan oleh kedua kelompok tersebut telah menemukan bahwa dari sampel game yang rilis sebelum tahun 2010, hanya sebagian kecil saja yang masih beredar untuk dibeli dan dapat dimainkan.
Sebagai contoh, dari sampel game Commodore 64 yang diuji, hanya 4,5% yang masih dapat dibeli di etalase digital modern. Di seluruh keluarga sistem Gameboy, hanya 5,8%.
Bayangkan jika satu-satunya cara untuk menonton Titanic adalah dengan menemukan kaset VHS bekas dan merawat peralatan antik Anda sehingga Anda masih bisa menontonnya.
Bagaimana jika tidak ada perpustakaan, bahkan Perpustakaan Kongres sekalipun, yang dapat melakukan hal yang lebih baik – mereka dapat menyimpan dan mendigitalkan VHS Titanic, tetapi Anda harus pergi ke sana untuk menontonnya.
Kedengarannya gila, tapi itulah kenyataan yang kita hadapi dengan video game, sebuah industri senilai 180 miliar USD, sementara game dan sejarahnya menghilang.
Video Game History Foundation
Saat ini, sebagian besar video game dapat diarsip, tetapi untuk memainkan konten lama ini secara legal, ada harapan bagi pemain untuk memelihara peralatan yang terkadang berusia puluhan tahun.
Bagian dari undang-undang yang menentukan bagaimana game klasik dilestarikan dan diakses, Digital Millennium Copyright Act (DMCA), juga akan ditinjau kembali pada tahun 2024.
Saya harap penelitian ini dapat menyadarkan orang-orang. Selama bertahun-tahun, kita telah mengetahui bahwa ketersediaan video game klasik dengan cara yang legal dan aman sangatlah buruk, tetapi tidak ada yang pernah menghitungnya. Hasilnya lebih buruk daripada media lainnya.
Frank Cifaldi, Co-Director at Video Game History Foundation













