Siapa yang tidak kenal dengan Point Blank? Sebuah game FPS yang sudah ada sejak tahun 2009 di bawah naungan PT Gemscool. Saat itu, PB masih sangat suci dari yang namanya cheater.
Namun, memasuki tahun-tahun berikutnya, cheater mulai menyerang Point Blank dan membuat komunitas game tersebut gerah akan ulah si pembuat cheat. Pasalnya, cheater masih belum bisa dituntaskan walau sudah berpindah-pindah publisher. Lantas, mengapa fenomena ini masih ada sampai sekarang?
1. Bisnis Cheat itu Sangat Menguntungkan
Percaya atau tidak, bisnis cheat di game Point Blank itu sangat menguntungkan. Hal ini lantaran tersedianya sebuah kategori Cheat VIP yang katanya bisa membuat akun sang pemain kebal dari pemblokiran atau banned.
Saya juga pernah mencoba cheat VIP ini sekali, sekitar 5 bulan lalu. Hasilnya, akun saya tetap di banned oleh pihak publisher beberapa hari kemudian. Tentu saja ini kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang disampaikan oleh sang pembeli.
Anehnya, tetap saja Cheat VIP ini masih diburu oleh para pemain Point Blank yang ingin meraih kemenangan secara instan.
2. PB Sudah di Tangan Developer, Tapi Cheater Masih Bertebaran

Desember 2018 silam, Garena Indonesia secara resmi memindahkan operasional PB ke tangan sang pencipta, yakni Zepetto Interactive Indonesia. Di bawah kendali ZPI, PB malah lebih parah ketimbang saat bersama Garena dulu.
Hal ini saya alami ketika bermain PB beberapa waktu lalu. Dalam setiap match yang saya mainkan, pasti ada sekitar 3-5 cheater dalam satu pertandingan. Hal ini selalu ada ketika saya bermain di match-match berikutnya.
Selain itu, server Expert yang merupakan tempat para pemain yang memiliki pangkat Major keatas ini tidak luput dari sarang cheater. Namun bedanya, mereka bermain sangat rapi sampai-sampai para pemain lainnya tidak sadar bahwa dia menggunakan cheat.
3. Server Sering Down?

Kejadian ini nyatanya memang tidak saya alami setiap hari. Sebab, server down biasanya terjadi pada hari Sabtu-Minggu dimana itu merupakan hari libur bagi para anak sekolah.
Di jam-jam sibuk seperti siang sampai sore, server sering mengalami down. Tidak hanya itu, intensitas cheater juga meningkat lebih para ketimbang hari biasanya. Hal ini maklum saja, karena di hari tersebut para bocah biasanya bermain menggunakan cheat. Ini saya telusuri di sekitar warnet tempat saya tinggal.
4. Kalian Sudah Pasti Kenal dengan Pekalongan Community

Sejatinya, cheater ini bisa dikurangi jika dalangnya dimusnahkan lebih awal. Jika berbicara siapa dalang dibalik cheater yang semakin banyak, maka Pekalongan Community adalah nama yang tepat.
Sejak komunitas ini berdiri, era kejayaan Point Blank semakin meredup dikarenakan ulah mereka yang menyediakan cheat secara gratis dan mudah diakses. Sampai saat ini, mereka masih kerap menyediakan cheat melalui situs miliknya.
5. Efektifkah Hukum Pidana untuk Cheater?

Walau telah memiliki undang-undang No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, tetap saja belum ada berita yang memuat tentang di tangkapnya cheater di Indonesia.
Melihat hal tersebut, hukum ini tentu saja masih dianggap sebagai hukum kosong karena belum ada korban dari undang-undang tersebut. Coba bayangkan, jika undang-undang ini efektif, maka game-game di Indonesia bisa lebih baik kedepannya.
Selain itu, ini membuat umur sebuah game bisa bertahan lebih lama. Hal ini lantaran para player pasti tidak akan berhenti bermain karena cheat sudah tidak ada.
Kalau pendapat kalian bagaimana? Apakah cheater tidak mampu pisah dari game-game seperti Point Blank? Komen di bawah yuk.


Bales ke