Erick dan Garena Saling Bertemu, Berikut Hasil Kesepakatannya!

in ,
Erick 1

CEO Louvre Esports, Erick Herlangga baru-baru ini diketahui telah bertemu dengan pihak Garena untuk membahas turnamen skala besar yang melibatkan game Arena of Valor.

Hal ini dilakukan Erick agar para pemain MLBB bisa tetap berkompetisi dengan mengikuti turnamen AOV. Menurut beberapa pihak, Erick telah melakukan pertemuan dengan pihak Garena dan berhasil menghasilkan beberapa kesepakatan.

Kesepakatan yang Cukup Bagus

Erick

Erick yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Indonesia Esports Association (IESPA) ini mengatakan bahwa terdapat beberapa kesepakatan di antara Garena dan Erick sendiri.

Ia mengatakan bahwa tim-tim yang lolos ke playoff akan mendapatkan gaji minimal UMR DKI Jakarta. Garena juga telah sepakat atas syarat tersebut.

Selain itu, Erick yang juga diwawancarai oleh ONE Esports ini mengatakan beberapa hal terkait turnamen tersebut.

Saya sekarang akan membesarkan AOV. Player-player nasibnya bagaimana? Saya bawa. Kenapa? Gratis. Kedua, kalau masuk playoff gaji UMR Rp4 juta, sekarang ga digaji. Kontraknya dua tahun lagi. Hadiahnya Rp2,5 miliar, kalau level dunia Rp10 miliar. Garena sambutannya baik, mereka senang banget karena nanti akan dijadikan turnamen berskala nasional. Terkait AOV ini, saya punya program kejurda dan kejurnas. Garena mau melakukannya di 24 kota. Ketika atletnya sudah mau main, tim-tim pasti tidak jadi bubar. Kembali lagi AOV itu hadiahnya lebih besar dari MLBB di Indonesia

tutur Erick
Erick Her

Selain itu, Erick telah mengatakan 3 permintaannya ke Garena. Berikut wawancara ONE Esports kepada Erick Herlangga.

Saya punya tiga permintaan ke Garena sebelum membantu menaikkan AOV. Pertama klub ketika lolos playoff wajib membayarkan UMR DKI Jakarta untuk para player. Mereka bilang oke. Kedua saya minta mereka tak boleh jual slot seperti Moonton. Itu juga diamini. Ketiga mereka harus mengadakan pelatihan-pelatihan, karena banyak pemain Mobile Legends yang ga bisa main di MPL, kami harus buat pelatihan basic lagi. Susah memang untuk mengubah itu, banyak yang komplain, bahkan beberapa player mengatakan ingin pensiun saja.

Erick Herlangga

Terakhir, Erick juga memberikan sebuah pernyataan motivasi mengenai turnamen yang akan mereka buat nantinya.

Tapi zaman dulu Indonesia menghadapi penjajah dengan bambu runcing lho. Belanda pake senjata dan tank, begitu juga Inggris. Kita telanjang dada. Emang mereka bilang susah? Ini cuma MOBA. Jangan bilang susah kalau belum lihat zaman dulu, ini demi masa depan kalian semua. Butuh dua tahun. Karena tak ada easy money, ada prosesnya. Tidak ada yang instan dan harus konsisten,”

Gimana nih pendapat kamu mengenai langkah awal yang akan dihadapi oleh Erick? Yuk komen pendapat kamu di bawah.

Ayo mulai Berdiskusi, Tinggalkan Balasan