ReviewGame

Review Project Motor Racing: Sim Balap yang Penuh Potensi Namun Belum Siap di Peluncuran

Game yang frustratingly close to being genuinely good, tetapi dalam kondisi launch-nya, kekurangan-nya jauh mengalahkan kelebihannya.

Project Motor Racing hadir sebagai proyek terbaru William Ian Bell, kreator franchise Project CARS yang legendaris. Dengan janji menawarkan pengalaman balap presisi tinggi menggunakan physics engine proprietary bernama Hadron, game ini seharusnya menjadi revolusi di genre sim racing.

Namun, peluncuran game ini menjadi salah satu momentum paling mengecewakan dalam industri racing game modern. Lantas bagaimana pengalaman Penulis bermain game Project Motort Racing? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini.

Apa yang Membuat Project Motor Racing Istimewa?

Engine Fisika Hadron: Perpaduan Detail dan Realisme

Jantung dari Project Motor Racing adalah engine fisika Hadron yang dibangun dari nol khusus untuk game ini. Berjalan pada 720 Hz dengan arsitektur modular, engine ini menghadirkan detail yang sebelumnya jarang terlihat dalam sim racing. Sistem tire dynamics-nya memiliki tread simulation dengan kontrol 10,000 Hz, mencakup simulasi carcass berbasis finite-element untuk defleksi realistis dan perilaku emergent seperti vibration dan twisting.​​

Yang paling mengesankan adalah bagaimana force feedback diambil langsung dari tie rod stir, memberikan sensasi yang sangat authentic ketika mengemudi. Detail seperti turbo lag, engine knock, dan exhaust gas dynamics semuanya disimulasikan dengan akurasi tinggi. Sistem drivetrain modular berjalan pada 7,200 Hz dan mendukung segala konfigurasi clutch, differential, dan gearbox.​​

Kendaraan dan Sirkuit: Koleksi yang Beragam

Berbagai pilihan mobil porsche dalam project motor racing
Berbagai opsi mobil porsche

Game ini menawarkan sekitar 70 kendaraan berlisensi yang tersebar di 13 kelas berbeda. Mulai dari hypercar LMDh prorotipe masa kini hingga legenda historic seperti IMSA GTO dan Porsche 964 Trophy, setiap mobil dirancang dengan perhatian ekstrem terhadap detail. Interior cockpit mobil-mobil ini sangat memukau dengan dashboard elektronik yang menampilkan data real-time.​

Berbagai pilihan sirkuit project motor racing
Berbagai pilihan sirkuit project motor racing

Untuk sirkuit, game ini meluncur dengan 28 layout global yang dipindai menggunakan laser scanning dengan presisi tinggi. Dari Nürburgring Nordschleife yang ikonik hingga Mount Panorama, setiap jalur terlihat fantastis dengan detail visual yang luar biasa.

Sistem True2Track game ini menghadirkan kondisi dinamis, seperti cuaca yang bisa berubah secara real-time, siklus 24 jam siang-malam, dan evolusi track grip seiring berjalannya sesi. Karet menumpuk di permukaan track, dan genangan air bergerak realistis.​

Pengalaman Mengemudi: Sensasi Autentik pada Mobil Tertentu

Pengaturan view pengemudi project motor racing
Pengaturan perspektif pengemudi

Ketika menggunakan steering wheel (cara yang dimaksudkan untuk bermain game ini) Project Motor Racing menawarkan pengalaman mengemudi yang luar biasa autentik, setidaknya pada mobil-mobil tertentu. Force feedback sangat responsif, menangkap setiap kerutan aspal, jejak karet, dan bahkan saluran air di pit lane.

Sedangkan untuk bermain menggunakan controller atau gamepad memberikan pengalaman yang sangat terbalik hingga 720°. Penulis mungkin terasa berlebihan, tapi itu yang terjadi ketika bermain game ini. Perlu penyesuaian extra ketika pertama kali bermain Project Motor Racing hingga terasa nyaman, terutama ketika braking, entry, dan exit corner.

Berkendara dengan mobil-mobil kelas GT dan historic cars memberikan kepuasan tersediri bagi penulis, apalagi jika berhasil memenangkan race atau melakukan perfect lap, sensasi yang didapat sangat memuaskan dan terasa “earned”.​

Sound design juga luar biasa, setiap mobil memiliki suara uniknya sendiri, dari deru klasik mobil turbo besar hingga siulan modern hypercar ketika beralih mode dari EV ke ICE. Lighting effects saat matahari terbit dan terbenam di berbagai musim juga cukup baik, meskipun bukan yang paling indah.​

Mode Karir yang Mendalam

Berbeda dengan sim racer lainnya, Project Motor Racing menawarkan career mode yang serius dari segi strategi finansial. Pemain harus mengelola budget, memilih lokasi HQ yang mempengaruhi biaya transportasi, dan melakukan negosiasi dengan sponsorship. Sistem sponsorship menawarkan risk/reward yang berbeda, kalian bisa memilih flat fee yang konsisten atau bonus besar untuk finish podium.​

Mode “Authentic” bahkan menonaktifkan restart race dan memberikan AI pada tingkat kesulitan tertinggi, menciptakan experience yang sesungguhnya challenging. Biaya perbaikan kendaraan juga menjadi faktor, crash yang mahal membuat pemain perlu memikirkan ulang setiap manuver agresif.

Ada juga Challenges dengan Endurance Hall (race panjang) dan Factory Driver (time trials), meskipun loading times di antara trial cukup lambat meskipun game sudah berjalan di SSD.​

Kekurangan yang Tidak Bisa Diabaikan

AI Lawan: Musuh yang Tidak Menyadari Keberadaan Anda

AI dalam Project Motor Racing tidak berperilaku seperti driver manusia sebenarnya. Mereka sering kali tidak menyadari kehadiran pemain di track dan tidak merespons secara realistis terhadap manuver overtaking. Pada tingkat difficulty rendah, AI sangat lemak ketika overtaking karena mereka tidak memberikan “defensive move” signifikan.​

Masalahnya tidak hanya soal agresivitas, tetapi simulasi overall dari driver behavior. AI tidak pernah membentuk formasi line yang sempurna, tidak melakukan defensive driving yang proper, dan tidak menciptakan kompetisi yang engaging. Padahal, ini adalah elemen yang seharusnya membuat single-player career mode menjadi lebih nikmat.​

Physics Inconsistencies: Hypercar yang Tidak Bisa Dikemudikan

Meski Hadron engine terkenal dengan presisi tinggi, ada problem serius dengan inconsistencies fisika antar kelas mobil, Khususnya kelas mobil LMDh atau hypercar. Hampir mustahil untuk menjinakkan berbagai mobil di kelas tersebut. Sensitivitasnya sangat ekstrem, bahkan mungkin sama seperti yang dirasakan oleh Alex Albon ketika pertama kali mengendari mobil dengan spesifikasi dan set-up untuk Max Vestappen.​

Kontras drastis ini tidak seharusnya terjadi jika physics engine sudah dikalibrasi dengan benar. Beberapa mobil dirancang ulang, sementara yang lain terasa nyaman dan mudah untuk dikendarai. Bagi Penulis yang suda cukup banyak bermain game dengan genre racing simulation, ini sangat frustrating ketika berpindah ke kelas LMDh.​

Penalty System yang Tidak Konsisten

Sistem penalti dalam game ini digambarkan sebagai “hopelessly uneven”. Penalti bisa keluar tanpa konsistensi yang jelas, sering kali merusak race dengan cara yang terasa tidak masuk akal.

Sebagai contoh mobil Penulis disenggol ketika AI berusaha melakukan overtaking dengan sangat agresif, namun malah Penulis yang mendapat penalti. Sistem yang seharusnya membuat racing lebih sportif justru menjadi sumber frustrasi.​

Permasalahan Teknis dan Early Access Vibes

Banyak Pemain menyebutkan game ini terasa seperti early access game dan Penulis setuju, Kenapa? Pada beberapa kesempatan ada texture dan shadow pop-in yang mengganggu saat sedang melakukan hot lap. Waktu loading untuk menu multiplayer yang kurang konsisten, kadang lambat kadang cepat. Loading Challenge mode lambat ketika antar trial.​

Selain itu, beberapa aspek terasa belum selesai, perlakukan AI masih terasa sangat robot, sistem penalti yang berantakan, dan career mode masih perlu sedikit perbaikan. Semua hal tersebut merupakan masalah biasa dari game yang belum matang ketika peluncuran peluncuran.​

Konten Terbatas dan Minim Customisasi

Dengan hanya 18 track ketika perilisan awal (meski ada beberapa layout alternatif), roster terasa kurang. Lebih mengecewakan lagi adalah driver customization yang sangat bare bones, hanya 3 warna racing suit yang bisa dipilih. Musim tidak memiliki visual variations yang signifikan (misalnya, tidak ada snowy landscapes di Winter).​

Ada ekspektasi bahwa banyak konten akan datang via DLC, pola yang sama dengan Project CARS sebelumnya. Ini membuat launch version terasa cukup hambar bagi Penulis.​

Aspek Teknis dan Performa

Dibangun di GIANTS Engine 10, Project Motor Racing menawarkan stabilitas visual yang solid meski tidak selalu stunning dalam setiap aspek. Versi PC memungkinkan hingga 31 AI namun dengan performance yang lebih variable.​

Penulis menggunakan PC dengan spesifikasi, Prosesor AMD Ryzen 5 5600, GPU NVIDIA RTX 3060 12GB, RAM 16GB DDR4 3600 MHz, dan SSD NVMe gen 3 2TB.

Menu navigasi smooth dan intuitif, bahkan untuk melakukan tweaking pada setup mobil. Field of view, mirror positioning, dan input device settings semuanya bisa dikustomisasi dengan detail tinggi. Namun, game ini dimulai dengan semua assist dalam keadaan mati, jika kalian membutuhkan bantuan, pastikan untuk mengaktifkannya di menu awal.​

Set up mobil project motor racing
Set up mobil project motor racing

Untuk controller player, game ini sangat challenging karena perlu memahami set-up mobil. Menggunakan controller memerlukan beberapa waktu untuk melakukan trial dan error sebelum game bisa terasa nyaman untuk dimainkan.​

Kesimpulan: Potensi Besar, Eksekusi Mengecewakan

Dikembangkan oleh: Straight4 Studios | Dipublikasikan oleh: GIANTS Software | Rilis: 25 November 2025

Platform: PC, PlayStation 5, Xbox Series X|S | Genre: Racing Simulation

Harga di Indonesia: Steam Rp579.000 (standard edition) dan Rp879.000 (year 1 bundle)

Review Project Motor Racing: Sim Balap yang Penuh Potensi Namun Belum Siap di Peluncuran

Review Project Motor Racing: Sim Balap yang Penuh Potensi Namun Belum Siap di Peluncuran
7 10 0 1
Project Motor Racing adalah paradox, game ini adalah driving simulator yang luar biasa tetapi racing simulator yang mediocre. Ketika Anda sedang di balik kemudi, handling model sangat authentic, force feedback sangat responsif, dan sensasi berkendaran dalam GT cars dan classics terasa genuinely rewarding.​ Namun, sebagai competitive racing experience, game ini jatuh jauh. AI yang tidak engaged, penalty system yang cacat, dan sistem fisika yang kurang konsisten membuat single-player career mode frustrating daripada enjoyable. Multiplayer diharapkan menawarkan experience yang lebih autentik karena melibatkan human players, tetapi banyak yang belum bisa dievaluasi ketika Penulis membuat artikel ini.​ Penulis memiliki batas toleransi permasalahan untuk sebuah game yang baru saja rilis. Namun, game Project Motor Racing memang cukup menggerus harapan Penulis. Dengan post-launch updates yang direncanakan, ada harapan bahwa aspek-aspek paling problematis (terutama perlakukan AI dan sistem penalti) bisa diperbaiki.​ Untuk hardcore sim racers dengan steering wheel setup dan fokus pada multiplayer, Project Motor Racing mungkin masih worth exploring, physics precision dan attention to detail adalah exceptional. Namun, untuk casual players atau mereka yang mencari engaging single-player career mode, sangat disarankan untuk tunggu beberapa patch update sebelum membeli.​
Project Motor Racing adalah paradox, game ini adalah driving simulator yang luar biasa tetapi racing simulator yang mediocre. Ketika Anda sedang di balik kemudi, handling model sangat authentic, force feedback sangat responsif, dan sensasi berkendaran dalam GT cars dan classics terasa genuinely rewarding.​ Namun, sebagai competitive racing experience, game ini jatuh jauh. AI yang tidak engaged, penalty system yang cacat, dan sistem fisika yang kurang konsisten membuat single-player career mode frustrating daripada enjoyable. Multiplayer diharapkan menawarkan experience yang lebih autentik karena melibatkan human players, tetapi banyak yang belum bisa dievaluasi ketika Penulis membuat artikel ini.​ Penulis memiliki batas toleransi permasalahan untuk sebuah game yang baru saja rilis. Namun, game Project Motor Racing memang cukup menggerus harapan Penulis. Dengan post-launch updates yang direncanakan, ada harapan bahwa aspek-aspek paling problematis (terutama perlakukan AI dan sistem penalti) bisa diperbaiki.​ Untuk hardcore sim racers dengan steering wheel setup dan fokus pada multiplayer, Project Motor Racing mungkin masih worth exploring, physics precision dan attention to detail adalah exceptional. Namun, untuk casual players atau mereka yang mencari engaging single-player career mode, sangat disarankan untuk tunggu beberapa patch update sebelum membeli.​
7/10
Total Score
  • Graphics
    7/10 Good
  • Gameplay
    7/10 Good
  • Audio Design
    7/10 Good
  • Content
    8/10 Very good
  • Controls
    6/10 Normal

Pros

  • Konten cukup banyak dengan 70 mobil dalam 13 kelas berbeda dan 28 sirkuit.
  • True2Track membuat cuaca dalam Project Motor Racing sangat dinamis sehingga menambah kreatifitas gameplay.
  • Pengalaman bermain menggunakan steering wheel yang mengesankan.

Cons

  • Mobil-mobil di kelas LMDh sangat sulit dikendarai, ketika menggunakan gamepad.
  • AI yang sangat kaku dan belum bisa adaptasi dengan berbagai kondisi gameplay.
  • Sistem penalti yang tidak konsisten dan terkadang merugikan pemain.
  • Texture dan shadow yang lebih terasa seperti game mobile, bukan konsol/PC.
Remaja Gen Z yang punya memori nostalgia zaman SD saat bermain Stronghold Crusader, Harvest Moon: Back to Nature, sampai Warcraft II. Hubungi: irgie@gamedaim.com
Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.