Jumlah Pemain Dota 2 Alami Penurunan Drastis Sejak Tahun 2014!

in ,
Dota 2 2
Source: The Flying Courier

Siapa yang tidak kenal dengan game MOBA berjudul Dota 2? Game besutan Valve Corporation ini memang masih dimainkan oleh para gamer hingga tahun ini.

Namun, tahukah kamu bahwa jumlah pemain dari Dota 2 saat ini telah mengalami penurunan yang cukup signifikan. Pasalnya, sejak dirilis tahun 2013 lalu, jumlah pemain dari Dota 2 menurun secara drastis.


Terendah Sejak Tahun 2014

Dota 2 1
Rock Paper

Di tahun 2019, jumlah pemain dari Dota 2 berhasil menembus 1 juta pemain sejak 3 tahun terakhir. Namun, memasuki tahun 2020, jumlah pemain dari Dota 2 mengalami penurunan yang sangat signifikan. Angka ini juga tercatat sebagai yang paling rendah sejak Januari 2014.

Menurut laman SteamScharts, jumlah pemain Dota 2 selama 30 hari terakhir ini mencapai 385.000. Jumlah tertinggi mencapai 627.790 pemain. Angka ini tentu saja mengindikasikan bahwa Dota 2 mulai menemui masa sulit.

Bahkan, update seperti Outlanders beberapa waktu lalu tidak mampu mengangkat jumlah pemain dari Dota 2. Hingga saat ini juga, jumlah pemain dari Dota 2 berada di kisaran 400.000 orang.


Mengapa Jumlah ini Terus Menurun?

Outlanders
Dota 2

Secara garis besar, tren penurunan jumlah pemain ini mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang tak beres dari Valve. Pasalnya, beberapa insiden serta masalah dari game Dota 2 membuat para playernya pensiun ataupun berhenti.

Contohnya saja, durasi match making terasa sangat lambat karena kurangnya jumlah pemain. Untuk mengatasi hal tersebut, pemain dengan rank tinggi membuat sebuah akun Smurf (Akun cadangan) untuk membuat game berjalan dengan cepat.

Ini tentu saja masalah yang harus diselesaikan oleh Valve. Pasalnya, jika keadaan ini terus berlangsung, bukan tidak mungkin bahwa Dota 2 akan ditinggal oleh komunitasnya.

Menarik juga dinantikan apakah turnamen seperti The International 2020 mampu membuat jumlah pemain Dota 2 meningkat.