Riichiro Yamada: Inti Virtua Fighter adalah Realitas, Bukan Realisme

“Jika saya harus menjelaskannya dengan kata-kata, jawabannya adalah ‘realitas’,” ujar Yamada.

Berita Resmi
Riichiro Yamada Inti Virtua Fighter Adalah Realitas, Bukan Realisme
Komentar

Produser Riichiro Yamada telah mengungkapkan bahwa inti waralaba Virtua Fighter adalah realitas, Bukan realisme.

Informasi ini diungkapkan oleh Yamada saat diwawancarai Automaton. Jika kalian tertarik dengan game-game Ryu Ga Gotoku Studio, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Riichiro Yamada: Inti Virtua Fighter adalah Realitas, Bukan Realisme

27 November 2025 – Berbicara dengan Automaton, produser Riichiro Yamada diminta untuk menjelaskan “inti” dari waralaba Virtua Fighter.

“Jika saya harus menjelaskannya dengan kata-kata, jawabannya adalah ‘realitas‘,” jawab Yamada. “Saya rasa kebanyakan orang akan kesulitan memberikan jawaban sederhana ketika diminta untuk menjelaskan apa yang membuat Virtua Fighter bagus.”

Yamada melanjutkan, “Dengan game fighting 2D seperti waralaba Street Fighter dari Capcom, lebih mudah untuk memahami karakteristik yang menentukannya dan saya mendapat kesan bahwa fitur-fitur inti mereka sebagian besar tetap konsisten di seluruh game baru – mereka telah berevolusi sambil mempertahankan fondasinya.”

“Namun, esensi Virtua Fighter lebih sulit diringkas dalam satu kalimat. Artinya, ada banyak aspek berbeda yang harus kita pertahankan untuk mendefinisikan dengan jelas jenis game itu.”

Yamada melanjutkan, “Jika saya harus menjelaskan semua elemen itu dalam satu kata, jawabannya adalah ‘realitas’. Bukan ‘realisme’, tetapi realitas.”

“Jika kami hanya menggabungkan gerakan realistis dari seni bela diri sungguhan, kami hanya akan berakhir membuat ‘game tentang seni bela diri itu’. Bagi kami, prioritasnya adalah membuat sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang terasa nyaman, dan di atas semua itu, kami ingin membuatnya terasa nyata.”

Ketika ditanya tentang bagaimana “presentasi realistis” terkadang dapat berbenturan dengan interaksi yang presisi terhadap frame, Yamada mengatakan bahwa ia sudah memiliki filosofi panduannya.

“Saya percaya bahwa dalam game fighting, apa pun yang menghentikan kendali pemain, bahkan untuk sesaat, demi gaya visual, tidak dapat diterima,” ungkap Yamada. “Elemen dekoratif semata tidak memberikan manfaat apa pun bagi game fighting, jadi gameplay selalu diutamakan.”

Yamada melanjutkan, “Meskipun demikian, ada beberapa hal di mana kami dapat meningkatkan presentasi tanpa memengaruhi gameplay, seperti animasi KO. Karena lawan sudah KO, hal itu dapat diterima. Intinya, kami berfokus pada presentasi dengan cara yang tidak mengganggu gameplay.”

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Motoaki Tanigo Bisnis Vtuber Dan Industri Game Berjalan Beriringan
Berita

Motoaki Tanigo: Bisnis VTuber dan Industri Game Berjalan Beriringan

27 November 2025 Fransiskus Sukardi Ruata 3 mnt baca

Tanigo mengakui bahwa salah satu alasan COVER dapat terus membina hubungan tersebut adalah karena mereka berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi banyak kreator di berbagai bidang hiburan.

Baca selengkapnya