Mantan eksekutif PlayStation, Shawn Layden, telah mengungkapkan bahwa game live service bukanlah game yang sebenarnya.
Informasi ini diungkapkan oleh Layden saat diwawancarai The Ringer. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Shawn Layden: Game Live Service Bukanlah Game yang Sebenarnya
26 Oktober 2025 – Berbicara dengan The Ringer, mantan eksekutif PlayStation, Shawn Layden, mengungkapkan bahwa dialah yang memberikan lampu hijau untuk HELLDIVERS 2.
“Itu tanggung jawab saya,” ungkap Layden sambil tersenyum.
Menurut Layden, “seruan sirene” dari kesuksesan game live service telah “memikat” banyak orang di manajemen Sony Interactive Entertainment selama beberapa tahun terakhir.
“Ini seperti fatamorgana di puncak bukit pasir,” ujar Layden. “Anda mengejarnya. Anda tidak akan pernah sampai di sana. Atau jika Anda sampai di sana, apa yang Anda bawa ke pesta itu tidak akan ada yang mau memainkannya.”
Kesuksesan Fortnite menyebabkan “banyak diskusi strategis” di Sony Interactive Entertainment mengenai keputusan Layden untuk mengejar game single-player. Ini berakhir dengan Layden meninggalkan perusahaan tersebut pada tahun 2019 karena mereka berniat mengejar strategi game live service.
“Bukan keahlian saya,” ungkap Layden terus terang. “Game live service bagi saya bukanlah game yang sebenarnya. game ini adalah perangkat interaksi aksi repetitif.”
Layden melanjutkan, “Bagi saya, game—karena asal saya—berarti saya membutuhkan tiga hal. Saya membutuhkan cerita, karakter, dan dunia. Horizon, God of War, dan Uncharted memiliki ketiga hal tersebut.”
“Jika Anda membuat game live service, Anda hanya membutuhkan aksi repetitif yang mudah dipahami kebanyakan orang, kemampuan untuk berkomunikasi di dunia tersebut dengan orang-orang yang sepemikiran, dan hasrat [pemain] untuk melakukannya lagi dan lagi.”
Strategi ini bisa terasa seperti sebuah bentuk kapitalisme modern yang sangat rakus. Layden juga mencatat bahwa ini adalah hasil dari lanskap eksekutif yang lebih banyak dijalankan oleh orang-orang “bisnis” daripada “kreatif”.
“Jalan raya dipenuhi orang-orang yang ingin bermain Fortnite, dengan orang-orang yang mencoba bermain Overwatch dengan skin yang berbeda,” ujar Layden.
“Jika Anda mencoba memasuki dunia itu karena Anda memiliki ilusi dalam pikiran Anda tentang banyak uang yang akan datang setiap hari selama sisa hidup Anda, bagi kebanyakan orang, hal itu tidak akan terjadi.”













