BeritaResmi

Takeshi Ichikawa: Dragon Quest Masih Menjadi Fenomena Budaya Berkat Elemen “Horii-esque” [UPDATE]

"Saya pikir semua elemen RPG yang ditawarkan waralaba ini merupakan kekuatan terbesar dari waralaba Dragon Quest dan saya suka menyebutnya sebagai bagian dari elemen 'Horii-esque'," ujar Ichikawa.

Produser Takeshi Ichikawa telah mengungkapkan bahwa waralaba Dragon Quest masih menjadi fenomena budaya berkat elemen “Horii-esque”.

Informasi ini diungkapkan oleh Ichikawa saat diwawancarai Game Informer. Jika kalian tertarik dengan game-game Square Enix, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Takeshi Ichikawa: Dragon Quest Masih Menjadi Fenomena Budaya Berkat Elemen “Horii-esque”

6 November 2025 – Berbicara dengan Game Informer, produser Takeshi Ichikawa ditanya alasan mengapa waralaba Dragon Quest masih menjadi fenomena budaya hingga saat ini.

“Saya pikir semua elemen RPG yang ditawarkan waralaba ini merupakan kekuatan terbesar dari waralaba Dragon Quest dan saya suka menyebutnya sebagai bagian dari elemen ‘Horii-esque’,” jawab Ichikawa.

“Semua humor, lelucon dalam narasi, dialog, ekspresi, dan penggambaran; terkadang terasa sangat menggemaskan dan ketika Anda melihat ceritanya, ini adalah kisah epik tetapi juga terasa relevan bagi Anda saat itu.”

Di sisi lain, kreator Dragon Quest, Yuji Horii, ditanya tentang bagaimana para pengembang baru memutuskan untuk membuat ulang Dragon Quest VII.

“Dulu, ketika saya membuat game aslinya, ada banyak batasan platform pada saat itu,” ungkap Horii.

“Kami sangat terkurung […] jadi melihat generasi kreator baru ini membayangkan dan membuat ulang game-game ini, sungguh menarik untuk dilihat; melihat mereka menciptakan versi modern untuk game-game generasi saat ini.”

Ketika ditanya tentang bagaimana hasil karya Ichikawa di Dragon Quest VII Reimagined, Horii menjawab: “Saya sangat, sangat senang bahwa mereka berdua [termasuk sutradara Masato Yagi] sedang mengerjakan Reimagined.”

“Saya suka estetika bonekanya, gaya kerajinan tangannya; saya juga suka elemen diorama di lapangan,” tambah Horii. “Saya sedang bermain game-nya dan rasanya sangat menyenangkan, bahkan hanya berjalan-jalan di lapangan. Jadi ya, saya sangat senang bahwa mereka berdua yang memegang kendali.”

Ketika Ichikawa ditanya bagaimana perasaannya setelah mendengar jawaban Horii, ia berkata dengan senyum lebar dan tawa malu: “Saya sangat senang.”

Dragon Quest VII Reimagined akan rilis di PS5, Xbox Series X, Xbox Series S, Nintendo Switch 2, Nintendo Switch, dan PC (Steam, Microsoft Store) pada 6 Februari 2026.


Update 25 November 2025: Berbicara dengan Game Informer, kreator Dragon Quest, Yuji Horii, ditanya tentang rahasia di balik kesuksesan waralaba Dragon Quest.

“Konsep kunci yang benar-benar saya prioritaskan, atau tetap penting bagi saya, untuk Dragon Quest adalah, Anda tahu, game komputer lama tidak benar-benar memiliki rasa kehangatan,” jawab Horii.

“Tapi [kehangatan] adalah sesuatu yang benar-benar ingin saya hadirkan untuk game Dragon Quest. Itu, dan aksesibilitas bagi para pemain.”

Saat mengembangkan Dragon Quest, Horii secara khusus ingin meluncurkannya di Nintendo Famicom karena ia menyadari kemudahan aksesnya bagi para pemain dibandingkan dengan komputer rumahan, yang saat itu masih memiliki harga yang relatif mahal.

“Saya pikir [kehangatan dan aksesibilitas] cukup penting dalam hal yang menjadikan Dragon Quest sebagai Dragon Quest,” ungkap Horii.

“Tapi satu hal yang juga saya pikirkan, salah satu alasan potensial mengapa game ini begitu dicintai selama hampir 40 tahun, adalah karena waralaba Dragon Quest juga berfungsi sebagai semacam alat komunikasi bagi para pemain.”

Horii melanjutkan, “Banyak orang mungkin punya kenangan bermain Dragon Quest bersama teman-teman; mereka mungkin punya kenangan bermain dengan kakak laki-laki mereka […] yang mungkin mereka minta untuk bermain atas nama mereka agar mereka bisa grinding dan melewati [tantangan proses leveling].”

“Jadi, saya pikir bagi banyak orang, game Dragon Quest punya tempat khusus di hati mereka dan itulah mengapa game ini begitu sukses selama ini.”

Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai Analis Kimia, Fransiskus memutuskan untuk mengejar impiannya di bidang jurnalistik dan telah aktif meliput industri game sejak tahun 2020. Saat ini, ia tengah mendalami studi di bidang Hubungan Masyarakat (Humas).…
Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.