MUI Jabar Akan Kaji Fatwa Haram untuk Game PUBG!

MUI Jabar Akan Kaji Fatwa Haram Untuk Game PUBG! Gamedaim

Belum lama ini, ada sebuah kejadian teror terjadi di New Zealand atau Selandia Baru yang menewaskan lebih dari 40 orang yang tak bersalah. Karena kejadian ini, MUI Jawa Barat sepertinya akan mengkaji fatwa Haram untuk game PUBG dalam waktu dekat. Dilansir dari Tribun Jabar, ketua MUI Jabar, Rahmat Syafei mengatakan pihaknya akan mengkaji dampak game PUBG.

“Kalau terkait media sosial, sudah ada fatwanya, namun untuk game online itu menarik juga untuk dilakukan kajian. Kami belum melakukan penelitian,” kata Rahmat Syafei.

Tentu hal ini langsung tuai pro dan kontra warga di Indonesia, terutama para pemain yang bermain game PUBG. Banyak yang menyatakan tidak setuju dikarenakan masih banyak hal positif yang mereka dapatkan dengan bermain PUBG. Seperti video yang dilansir dari Net News di bawah ini, mereka mengatakan jika PUBG mendapatkan fatwa Haram, mereka takut akan banyak pemuda yang justru akan melakukan hal negatif.

Tak hanya itu, pada tahun 2017 MUI juga pernah memberikan fatwa haram kepada sosial media. Tetapi, tidak serta merta seluruh sosial media dijadikan haram oleh MUI. Media sosial yang diharamkan MUI adalah jika kita menfaatkan media sosial untuk melakukan fitnah, bullying, hoaks, menyebar pornografi, dan sebagainya.

Jadi bisa diartikan bahwa fatwa ini tidak melarang kita bermain PUBG. Rencana kajian ini nantinya adalah meneliti apa yang menjadi dampak game tersebut, termasuk peristiwa dan cara pencegahan yang perlu dilakukan. di India sendiri sudah memblokir PUBG di beberapa kota. Hal ini tentu saja menambah citra buruk game PUBG saat ini.

MUI Jabar Akan Kaji Fatwa Haram Untuk Game PUBG!

Bisa disimpulkan ini bukanlah karena penembakan tersebut, namun lebih kepada kecanduan akan terhadap game yang membuat kita lupa akan Ibadah dan hal yang lebih bermanfaat lainnya. Bermain game boleh, namun harus ingat waktu ya teman-teman. Perlu kami ingatkan kembali, fatwa haram ini hanyalah sebuah rencana saat ini. Belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai hal ini.

Tinggalkan Balasan