Dukung Demo Black Lives Matter, Electronic Arts Tunda Acara EA Play!

in
Ea Play
Ea Play | EA site

Electronic Arts yang baru saja mengumumkan kerjasamanya dengan Steam telah meluncurkan beberapa game di platform penjualan game digital tersebut. Kini, EA memiliki rencana untuk kembali merilis beberapa judul di Steam melalui acara EA Play.

Sayangnya, event milik Electronic Arts tersebut harus ditunda karena suatu hal. Berdasarkan informasi, EA Play akan dimulai pada tanggal 18 Juni 2020 setelah sebelumnya direncankan digelar pada 11 Juni 2020.


Insiden George Floyd Jadi Alasan Penundaan

Sama seperti perusahaan lainnya, EA juga turut serta dalam menyuarakan keadlian untuk seluruh orang. Seperti yang kita ketahui, kondisi di Amerika Serikat tengah panas-panasnya karena demo yang dilakukan oleh masyarakat disana.

Demo tersebut dipicu setelah kematian George Floyd yang melibatkan kepolisian di Minneapolis. Floyd adalah seorang warga Amerika Serikat berkulit hitam yang tewas di tangan kepolisian.

Setelah kabar tewasnya Floyd beredar di internet, masyarakat Amerika Serikat mulai melancarkan aksinya. Beberapa tempat di Minneapolis sampai mengalami kebakaran. Sebut saja seperti kantor polisi disana yang harus dilalap si jago merah.


Kematian George Floyd Jadi Sorotan Utama

Flyod
Mural Flyod di Suriah | Anadolu Agency/ Izzeddin Idilbi

Kematian Floyd beberapa waktu lalu menjadi sebuah sorotan di negeri Paman Sam. Bagaimana tidak, isu mengenai rasisme masih kian berkembang di Amerika Serikat. Insiden Floyd menjadi pemicu menguatnya masalah rasisme yang nyatanya begitu dilarang.

Bahkan, kapten tim OG, yakni Johan “N0tail” Sundstein ikut berkomentar terkait insiden tersebut. Menurut N0tail, para pemimpin di Amerika Serikat harus bertanggung jawab soal rasisme. Mereka dinilai lamban dan terlihat acuh terhadap masalah tersebut.

Dukungan mengenai Black Lives Matter tidak hanya datang dari kalangan pegiat Esports saja, beberapa perusahaan game ternama juga turut memberikan suaranya. Sebut saja seperti Ubisoft, CD Projekt Red, dan Activision yang turut mendukung aksi demo tersebut.