Berita

Anak Ini Habiskan Uang Orang Tuanya Rp 195 Juta Karena Kecanduan Game PUBG

Kecanduan game memang bisa membuat seseorang menjadi gelap mata. Apalagi bagi seorang anak-anak yang pada dasarnya mereka tidak terlalu memikirkan apa yang mereka korbankan terhadap game tersebut, mulai dari waktu, tenaga, hingga materi.

Seorang anak di Mumbai, India berusia 16 tahun telah menghabiskan uang orangtuanya sebesar 1 juta rupee atau sektiar Rp 195 juta untuk membeli uang virtual di game PUBG. Tak lama setelah itu, anak yang tidak diketahui namanya itu pergi meninggalkan rumahnya. Karena itulah orangtuanya langsung melakukan pencarian besar-besaran terhadap anaknya tersebut.

Karena Kecanduan Game PUBG

Kecanduan game pubg
Game pubg | shutterstock

Seperti yang Gamedaim News kutip dari India Today, kronologi permasalahan bermulai saat anaknya diberikan akses ke rekening bank milik orangtuanya. Dengan alasan adanya sesi game online sehingga membutuhkan sejumlah uang, kedua orangtua anak tersebut memberikan akses anaknya untuk menggunakan fasilitas rekening milik mereka.

Namun, siapa yang menyangka ternyata sang anak menggunakan uang dengan jumlah yang sangat-sangat besar. Untuk membeli uang virtual di game PUBG, dia menghabiskan uang hingga 1 juta rupee. Tak lain tak bukan itu terjadi karena sang anak yang sudah sangat kecanduan game PUBG.

Mengetahui jumlah uang di rekeningnya terkuras banyak, orangtuanya pun menegur sang anak. Namun, karena teguran tersebutlah membuat sang anak memutuskan untuk kabur dari rumah pada Selasa (24/8/2021).

Sang anak meninggalkan sebuah catatan yang bertuliskan “Selamat tinggal” dan menyebut bahwa dirinya tidak akan pernah kembali ke rumah orangtuanya. Keesokan harinya, kedua orangtuanya pun langsung membuat laporan orang hilang ke kantor polisi. Operasi pencarian besar-besaran pun dilakukan.

Operasi Pencarian Sang Anak

Ilustrasi anak hilang
Ilustrasi | istimewa

Setelah melakukan pencarian besar-besaran, pada Kamis (26/8), anak tersebut berhasil ditemukan oleh anggota polisi setempat setelah mengecek rekaman CCTV dan menerima informasi dari teman-teman sekelasnya. Anak itu berhasil ditemukan jauh dari tempat tinggalnya. Polisi kemudian mengantarkan anak itu kembali ke rumahnya untuk meneui kedua orangtuanya.

Polisi menyarankan agar orangtuanya tidak memarahi anaknya terlalu keras agar jangan sampai anaknya menjadi stres. “Kami telah memberi tahu orangtua untuk tidak membuatnya stres dengan terlalu banyak pertanyaan,” kata Datta Nalawade selaku deputi polisi, dikutip dari Kumparan.

Memang sejak bulan September 2020 lalu, pemerintah India sendiri telah memblokir game PUBG dari negaranya. Selain banyak masyarakatnya yang jadi kecanduan game PUBG, game besutan Krafton itu juga termasuk ke dalam aplikasi yang terafliasi dengan perusahaan China, yang pemerintah India mencurigai jika data warga negaranya disalahgunakan.

Related Posts

Leave Comment
Gamedaim We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications