TipsOpini

5 Alasan Kenapa Virtual Boy Menjadi Konsol Terburuk Milik Nintendo

Virtual Boy Menjadi Konsol TerburukVirtual Boy adalah salah satu konsol keluaran Nintendo yang disebut-sebut menjadi pionir teknologi VR atau Virtual Reality yang saat ini sedang marak. Konsol ini dikembangkan oleh Gunpei Yokoi, tokoh dibalik pembuatan Game & Watch dan juga GameBoy yang juga merupakan perangkat milik Nintendo. Virtual Boy diluncurkan pada tahun 1995 untuk mengisi kekosongan selama 2 tahun sebelum diluncurkannya Nintendo 64.

Kekosongan 2 tahun yang dimaksud ini dimulai sejak diluncurkannya konsol SEGA Saturn dan Sony PlayStation pada tahun 1994 yang menandai dimulainya Console Wars generasi ke-5. Saat itu, Nintendo sedang mempersiapkan konsol Nintendo 64, yang menjadi senjata tempurnya untuk konsol generasi ke-5.

Virtual Boy sebenarnya adalah hasil dari kolaborasi Nintendo dan Reflection Technology Inc., sebuah perusahaan yang memprakarsai teknologi Private Eye dan berbasis di Massachusetts. Teknologi Private Eye ini pada awalnya ditawarkan juga kepada SEGA, namun SEGA menolak karena tampilannya yang hanya satu warna dan juga mereka khawatir tentang Motion Sick, atau rasa pusing dan mual yang disebabkan oleh ketidak-selarasan sensorik dan motorik saat bermain game atau menonton film.

Selain apa yang dijelaskan di atas, Gamedaim akan membahas alasan kenapa Virtual Boy menjadi konsol terburuk milik Nintendo.

Alasan Kenapa Virtual Boy Menjadi Konsol Terburuk

Pencapaian Virtual Boy sebagai Konsol Terburuk tentunya dipoengaruhi oleh beberapa faktor, baik itu faktor internal, maupun faktor pasar.

Nintendo virtual boy 1
Nintendo Virtual Boy | via Wikimedia Commons

Faktor Internal

Faktor pertama dan paling utama yang membuat Virtual Boy menjadi konsol terburuk adalah dari pihak Nintendo itu sendiri. Pada saat pihak Reflection Technology Inc. menawarkan sebuah teknologi yang menunjang untuk inovasi konsol VR, Nintendo dengan antusias menerimanya. Gunpei Yokoi, sosok dibalik suksesnya Game & Watch dan GameBoy, mengatakan kepada pimpinan bahwa teknologi ini adalah suatu langkah besar yang akan membawa nama Nintendo sebagai perusahaan paling inovatif.

Pimpinan Nintendo tentunya langsung mempercayakan proyek ini kepada Yokoi-san, mengingat beliau adalah Mastermind dari GameBoy dan juga sudah lama bekerja untuk perusahaan Nintendo. Yokoi-san akhirnya memulai pengerjaan perangkat ini bersama Nintendo R&D1 dengan membuat tampilan 3D berwarna merah.

Tampilan game virtual boy
Tampilan Game Virtual Boy | via VR Expert

Alasan kenapa Yokoi-san menggunakan warna merah, adalah karena warna merah lebih hemat baterai dan lebih mudah untuk dikenali. Sebelum menggunakan warna merah, tim produksi juga pernah menggunakan layar LCD berwarna, tapi tidak memiliki kesan 3D sebagaimana dikatakan pada saat percobaan. Karena itulah, warna merah dipilih sebagai warna untuk Virtual Boy.

Namun sesuatu yang sangat disayangkan terjadi. Nintendo memutuskan untuk meluncurkan Virtual Boy lebih awal dan dalam pengembangan yang masih setengah-setengah. Bahkan Yokoi-san sendiri sebagai pengembang dari Virtual Boy, merasa bahwa perangkat ini masih jauh dari kata sempurna. Keputusan fatal ini diambil oleh Nintendo agar pada saat peluncuran Nintendo 64, hype untuk kedua perangkat itu tidak terpecah.

Game yang Terbatas

Innsmouth no yakata
Innsmouth No Yakata | via Minus World

Faktor lain yang menyebabkan Virtual Boy menjadi konsol terburuk adalah game yang terbatas. Virtual Boy hanya memiliki 22 judul game yang diterbitkan secara resmi, dimana delapan judul diantaranya merupakan game eksklusif Jepang, dan tiga diantaranya merupakan game eksklusif Amerika Utara. Selain itu, beberapa judul lainnya juga diumumkan bahkan sudah dalam masa pengembangan sebelum akhirnya dibatalkan.

Meskipun sudah didukung fitur 3D, tapi tetap saja game yang dimiliki Virtual Boy terbilang sangat terbatas. Selain itu, adanya region-lock, sebagaimana telah disebutkan tadi, juga mempengaruhi distribusi game untuk menaikkan penjualan Virtual Boy. Sebuah faktor yang cukup fatal untuk membuat Virtual Boy menjadi konsol terburuk.

Keluhan dari Pengguna

Desain virtual boy
Desain Virtual Boy | via Wiki

Keluhan dari Pengguna juga merupakan faktor kenapa Virtual Boy menjadi konsol terburuk. Banyak pengguna yang mengeluh merasakan pusing karena belum terbiasa menggunakan perangkat VR. Selain itu, Pengguna Virtual Boy juga mengeluhkan sakit di leher karena mereka harus mempertahankan posisi kepala mereka mengikuti perangkat yang kadang tergeser karena gerakan pengguna.

Pada awalnya, konsol ini memang dirancang oleh Yokoi-san untuk memiliki semacap strap atau tali yang bisa membuatnya bisa dimainkan dimana saja dan dalam posisi apa saja. Tapi pembuatan strap itu dibatalkan karena bobot dari perangkat ini yang ternyata lebih berat dari dugaan. Sebagai gantinya, dibuatlah sebuah dudukan yang tingginya sangat nanggung dan menjadi penyebab keluhan sakit leher pengguna Virtual Boy.

Media

Penggunaan virtual boy yang menyiksa leher
Penggunaan Virtual Boy yang menyiksa leher | via Looper

Alasan Virtual Boy menjadi konsol terburuk tentunya tidak jauh dari peran media. Media pada masa itu tentunya lebih tajam melihat ke arah kelemahan dan bahaya yang disebabkan oleh konsol berjenis Virtual Reality yang bisa menyebabkan sakit pada mata dan juga rasa mual. Ditambah lagi, Virtual Boy pada masa itu diluncurkan di tengah Krisis Anti-gaming yang membuat Virtual Boy tidak memiliki celah untuk melebarkan sayapnya.

Nintendo menyertakan sebuah buku peringatan dalam setiap unit yang mereka jual karena alasan tanggung jawab. Karena mereka tahu kalau konsol ini bisa menyebabkan penyakit rabun dan juga sakit kepala. Dan satu alasan lainnya, Meskipun ada anak yang meminta Virtual Boy, orang tua mereka pasti akan lebih memilih membeli PlayStation untuk hadiah natal.

Harga dan Kebingungan Pembeli

Alasan virtual boy menjadi konsol terburuk 1
Virtual Boy menjadi konsol portabel dengan harga konsol rumahan | via Film News Feed

Faktor terakhir yang menyebabkan Virtual Boy menjadi konsol terburuk adalah harga dan kebingungan pengguna. Virtual Boy saat pertama kali diluncurkan di Amerika, dibanderol dengah harga US $ 179,95, atau setara dengan US $ 330 kalau dibandingkan dengan ekuivalen tahun 2021. Harga ini tentunya tidak sama seperti harga konsol portabel yang biasanya memiliki harga di bawah US $ 150.

Faktor lainnya adalah karena kebingungan dari pembeli. Virtual Boy pada saat peluncurannya, diperkenalkan sebagai konsol portabel. Tapi dengan desain yang seperti ini, tentunya pembeli akan mempertanyakan “Konsol ini potabel dari segi mananya?”. Karena desain dan juga harga yang diberikan, akhirnya banyak pembeli yang kebingungan. Akhirnya konsol ini pun tidak mencapai target dan ekspektasi penjualan sampai akhir masanya.

Dan lagi, yang membuat Virtual Boy menjadi konsol terburuk adalah karena umut produksinya yang hanya berjalan 8 bulan setelah diluncurkan, sebelum akhirnya dibiarkan terbengkalai.

Dan itu tadi adalah Alasan Kenapa Virtual Boy menjadi konsol terburuk yang berhasil Gamedaim rangkum. Semoga bisa menambah ilmu kalian tentang pionir teknologi VR dari Nintendo ini.

What's your reaction?

Related Posts

Leave Comment