Review Valheim, Hidup Dan Mati Hanya Untuk Odin

in
Review Valheim, Hidup Dan Mati Hanya Untuk Odin | Coffee Stain Studios
Review Valheim, Hidup Dan Mati Hanya Untuk Odin | Coffee Stain Studios

Valheim seperti yang kita tahu kini menjadi salah satu game populer yang menjadi bahan perbincangan berbagai forum. Hingga kini Valheim cukup sukses dan sekarang sudah menjual total 1 juta copy. Meskipun baru memasuki tahap Early Access faktanya game ini sendiri memiliki segudang konten yang cukup menarik. Pada kesempatan kali ini, kita akan melakukan Review sederhana untuk game Survival Valheim yang sedang ramai ini. Apakah benar sebagus itukah game Valheim ini?

Sebelum kita terjun lebih dalam, Valheim adalah hasil terbitan Developer Indie terkenal yaitu Coffee Stain Studios. Studio tersebut dulunya sempat memberikan kita banyak proyek game Indie yang cukup populer pula. Beberapa game dengan nama Deep Rock Galactic, Goat Simulator, dan Satisfactory sendiri pernah mereka kembangkan. Namun Valheim sendiri adalah game pertama hasil garapan Sebuah Studio cabang bernama Iron Gate AB.

Valheim bisa terbilang memiliki konsep hampir mirip dengan Terraria dan StarBound. Namun yang membuat game ini berbeda adalah visualnya yang mengambil 3D Third Person. Kita sebagai player tak hanya harus memenuhi kebutuhan makanan, tempat tinggal, dan pakaian saja. Namun kita juga harus melindungi diri dari para monster liar yang berada pada area tempat kalian tinggal. Tak usah basa-basi lagi, berikut adalah Review Valheim dalam 20 jam permainan.

Review Valheim, Game Survival Dengan Segudang Konten

User Interface (UI)

Terus terang saja, UI yang mereka tampilkan pada Menu awal cukup sederhana. Pertama kalian akan diajak untuk membuat sebuah karakter yang sederhana dan tidak memiliki berbagai mekanisme detail layaknya game-game AAA pada umumnya. Kalian hanya mereka tawarkan dengan pemilihan Gender, Model Rambut, warna kulit, dan warna rambut. Namun jika kalian memilih seorang Pria maka akan muncul sebuah opsi lagi yang memungkinkan kalian untuk memilih model Jenggot.

Selanjutnya adalah UI, yang mana kalian dapat membuat Map lengkap dengan kode Seed. Ada satu fitur yang saya cap positif. Pasalnya jika kalian memiliki 1 karakter, maka kalian dapat menggunakan karakter tersebut pada semua map yang telah kalian miliki. Di samping itu, kalian dapat menggunakan banyak karakter pada satu map. Intinya kalian dapat mengganti karakter kalian sesuka hati tanpa harus mengulang proses yang telah kalian lakukan pada salah satu Map yang kalian buat.

Saat sudah berada di dalam permainan, UI yang mereka tampilkan agak sedikit membingungkan jika kalian baru pertama kali memainkan game ini. Tidak seperti game Survival yang kita kenal, UI pada game ini hampir mirip dengan game MMO. Meskipun begitu tidak terlalu mengganggu mengingat game ini punya UI yang sederhana. Kalian hanya akan mereka tampilkan dengan Inventory, Skill, Compedium, dan Mode PVE & PVP. Mode PVE & PVP ini hanya aktif jika kalian bermain Multiplayer

Story Telling

Cerita pada game ini memang dengan sengaja mereka buat untuk tidak memiliki Objective khusus layaknya game yang memiliki Story lainnya. Meskipun begitu, Valheim tetap menceritakan apa yang membuat kalian dalam situasi tersebut. Semua Story yang mereka berikan hanya mereka tampilkan lewat Text saja tanpa adanya Voice Acting. Namun pada game ini kalian dapat bertemu NPC berupa seekor Gagak milik Dewa Odin yang siap memberikan kalian berbagai Tutorial dan Kisah game ini.

Kalian akan bermain sebagai seorang prajurit Viking yang sudah meninggal dan mendapatkan kehidupan baru. Sebelum kalian akhirnya masuk ke dalam surga bernama Valhalla, kalian harus mendapatkan ujian terlebih dahulu. Pada ujian ini kalian akan mendapatkan petualangan baru di dunia bernama Valheim. Di sanalah kalian akan berpetualang dan melakukan persembahan untuk para dewa Nordik agar membuktikan bahwa kalian pantas untuk masuk Valhalla.

Sejauh ini yang mereka tawarkan menurut saya cukup menarik meskipun tidak memiliki tujuan akhir. Saya rasa yang perlu mereka lakukan adalah membuat cerita ini agar lebih dalam lagi, mengingat game ini memiliki tema Mythology Nordik yang cukup luas. Saya juga tidak memaksa agar game ini memiliki tujuan akhir. Malahan yang mereka lakukan adalah tindakan benar agar game ini dapat membuat Player penasaran tentang bagaimanakah akhir dari kisah Valheim.

Grafis Visual

Menurut tafsiran saya sendiri, grafis pada game ini adalah salah satu senjata mereka dalam membuat game ini cukup ramai pengunjung. Pasalnya Grafis pada game ini memiliki Art-Style Poly Color yang tidak di tunjukan untuk keperluan Realistis. Karena saya adalah penggemar game MMO Runescape, jujur saja, Grafis yang mereka tawarkan memberikan pengalaman Nostalgia pada era game RPG masa lalu. Hal ini juga mereka buktikan dari kesuksesan Valheim di Amerika dan Eropa.

Meskipun grafis yang mereka tawarkan tidak Realistis, Performa game ini cukup buruk dan terkadang dapat mengganggu permainan. Meskipun menggunakan spesifikiasi PC yang memumpuni, game ini hanya dapat berjalan sekitar 25-40 FPS. Bahkan ada beberapa saat dimana game ini bisa saja menyentuh angka 20 FPS. Meskipun kalian menggunakan settingan “Rata Kiri”, game ini tetap sjaa tidak memiliki perubahan yang signifikan.

Ada satu hal lagi yang saya rasa cukup menggaggu yaitu pergerakan kamera saat melawan musuh berukuran besar. Pasalanya untuk menambah efek Immersive mereka menambahkan getaran saat musuh bertubuh besar melakukan serangan dan berjalan. Namun yang menjadi masalah adalah getarannya yang sangat besar membuat kita sulit untuk melihat pergerakan musuh selanjutnya. Saran yang bisa saya berikan adalah memberikan fix untuk getaran yang terlalu intens ini.

Gameplay

Senjata utama mereka dalam menarik player untuk Valheim adalah Gameplay. Pasalnya game ini menawarkan berbagai hal yang membuat kita lupa bahwa game ini masih dalam tahap Early Access. Berbagai konten yang mereka berikan cukup banyak dan hingga kini masih mereka masukan ke dalam game Valheim. Menawarkan genre Survival aksi yang tidak biasa, Valheim kini memang memberikan berbagai pengalaman baru yang jarang kita temui pada game Survival umumnya.

Ada banyak hal yang dapat kalian temukan pada game ini, selain bertahan hidup. Pada game ini kita akan ditempatkan pada map besar yang game ini buat secara Random Generated. Player dapat dengan bebas mencari bahan-bahan untuk keperluan crafting. Kalian dapat membangun Base, membuat pakaian, membuat senjata, bahkan membuat alat transportasi. Crafting yang mereka tawarkan cukup sederhana dan mudah untuk kalian pelajari.

Sang Gagak yang sebelumnya kita bicarakan akan memberikan Tutorial lengkap soal Crafting pada game ini. Ada hal yang membuat saya kagum pada game ini mulai dari Kapal Layar, Dungeon, Dark Forrest, dan Bos berukuran tak wajar. Belum lagi Crafting base pada game ini sangat detail. Pasalnya kalian tidak dapat membangun rumah secara sembarangan, kalian perlu pondasi agar nantinya base kalian kokoh dan tidak rusak. Kenapa harus begitu? karena game ini punya unsur Physic yang cukup Detail

Combat untuk melawan musuh cukup sederhana, kalian hanya perlu memukul musuh dan menghindar. Jika kalian Punya Shield, maka kalian dapat menggunakannya. Setiap kalian melakukan progres mulai dari Crafting, Combat, Berenang, Berlari, dan Tidur. Kalian akan meningkatkan Skill sang karakter. Saya juga telah membuat seluruh konten yang dapat kalian temukan pada game ini, jika kalian tertarik, kalian juga dapat mengunjungi link berikut ini.

Multiplayer Review Untuk Valheim

Karena game ini masih tergolong baru, terkadang kita akan mendapatkan banyak masalah saat bermain Multiplayer. Terkadang server yang mereka buat bisa Down kapan saja. Meskipun begitu setiap progres yang telah kalian buat tidak akan hilang. Di samping itu, Server yang mereka tawarkan tidak stabil dan cukup mengganggu permainan. Menurut saya sendiri bermain Online pada game Valheim masih belum cocok untuk kita nikmati sekarang ini. Para Dev juga masih terus memperbaikinya.

Jika kalian tidak tahu, kalian dapat bermain Co-Op pada game ini. Valheim juga menawarkan total 3-10 player dalam satu map. Namun karena masih dalam proses pengembangan, kini kalian hanya dapat bermain 3-4 player saja untuk sementara ini. Bagi kalian yang kurang tertarik, tentu saja kalian dapat memainkan game ini secara Single-Player.

Itu saja Review dari game Valheim untuk Versi yang sekarang ini. Terus terang saja, game ini masih dapat berkembang lebih besar lagi karena masih dalam tahap Early-Access. Tentu saja game ini sangat menyenangkan untuk kalian mainkan. Jadi bagaimanakah menurut kalian, apakah kalian tertarik untuk mencoba game ini?

Jika kalian tertarik, Valheim dapat kalian mainkan pada platform Windows, Mac, dan Linux. Game ini dapat kalian nikmati langsung pada platform Digital Steam dengan harga Rp 109.000. Bagaimana menurut kalian, apakah kalian juga penasaran?

Berikan Nilaimu untuk konten ini