NintendoNintendo SwitchPCPlaystation

Review 12 Minutes, Menyatu Dengan Keabadian

Pada kesempatan kali ini, Gamedaim Review akan bagikan Review sederhana dari game 12 Minutes. Apakah game yang satu ini wajib kamu coba?

Sebuah mahakarya menarik datang dari Annapurna dan Luis Antonio. Kali ini yang mereka hadirkan adalah game baru dengan konsep Point and Click serta bumbu Story Interactive. Berbeda dari game lainnya, game yang satu ini membawamu merasakan pengalaman Time Loop mengerikan. Pada kesempatan kali ini, Gamedaim Review akan bagikan Review sederhana dari game 12 Minutes. Apakah game yang satu ini wajib kamu coba?

Seperti yang sudah kalian ketahui, game yang mengangkat Story Interactive telah banyak kita jumpai pada era sekarang. Game-game seperti Life is Strange, Minecraft Story Mode, dan The Walking Dead telah populer bagi kalangan gamer lintas platform. Developer Indie biasanya memang gemar membut game dengan formula tersebut. Namun, tak sedikit dari mereka malah membuat game dengan kesamaan satu dengan yang lainnya.

12 Minutes adalah game Story Interactive dengan perpaduan elemen Adventure Point and Click cukup sederhana. Kamu ditugaskan untuk membuat keputusan secepat mungkin dan setepat mungkin selama 12 menit. Karena cerita yang mereka angkat berhubungan dengan Misteri dan Thriller, game ini pun berhasil menyajikan cerita yang mengaduk emosi para player yang memainkannya. Bahkan, game ini juga memiliki Multiplae Ending yang banyak.

Review 12 Minutes

1. Plot Cerita Tragis Yang Berakir Dengan Kejutan

12 Minutes sendiri menceritkan tentang sepasang kekasih yang hidup berbahagia di suatu ruangan Apartemen kecil di tengah kota. Kehidupan Suami dan Istri ini seketikan berubah setelah seorang Detektif masuk ke ruangan mereka dan menangkap sang Istri dengan alasan pembunuhan yang dilakukan oleh ayahnya. Karaktermu (sang Suami) terbunuh oleh sang Agen saat proses penangkapan sang Istri. Dari sini lah Time Loop 12 Menit akan dimulai.

Loop akan bermula ketika karakter utama pulang kerja dan bertemu dengan sang istri. Setelah makan malam dan interaksi selama 12 Menit, Sang Detektif muncul lagi dengan tindakan yang sama seperti sebelumnya. Sebelum kejadian tersebut terulang, kamu harus melakukan tindakan pencegahan agar menghentikan Loop yang mengerikan tersebut. Setiap hal yang kamu lakukan akan berkonsekuensi buruk ataupun baik.

Satu hal yang perlu kalian ingat, sang polisi akan tetap masuk ke ruangan apartemen kalian bagaimanapun caranya. Lantas apakah benar Istri kalian adalah orang yang berhubungan dekat dengan ayahnya? Lalu, motif apa yang membuat sang Agen memutuskan untuk melakukan hal keji inii? Yup, semua cerita ini akan terungkap dengan sendirinya saat kamu mengikuti jalan cerita game 12 Minutes tersebut.

R 2 1
Review 12 Minutes | Annapurna

Merencanakan sesuatu dalam waktu 12 Menit bukanlah hal yang mudah. Game ini tidak memberikan petunjuk waktu sama sekali hingga kedatangan sang Detektif. Hal tersebutlah yang membuat suasana permainan begitu menegangkan. Di sisi lain, melihat adegan membunuhan yang brutal dan mengulang membuat tidak nyaman moral pemain. Bahkan, ada saat-saatnya kamu mencoba hal yang diluar nalar untuk melihat apa yang terjadi.

Game yang satu ini punya banyak Multiple Ending ketika kamu berhasil menyelamatkan sang Istri dan Suami. Waktu playtime yang mereka tawarkan juga tidak menentu, karena itu semua tergantung seberapa kreatifnya kalian untuk melakukan tindak pencegahan. Sementara itu, kamu juga menyaksikan adegan yang mengulang-ngulang, maka game ini memang memiliki kesan Repetitive. Namun, hal ini dapat mereka tekan dengan fitur Fast Forward yang tersedia.

2. Mekanik Simpel Yang Mendorong Kreatifitas Pemikiran Pemain

Seperti yang sudah kami katakan sebelumnya, 12 Minutes punya cara cerdik untuk memaksamu mendorong kreatifitas pemikiran para pemain. Game ini menyajikan banyak kebebasan agar kamu dapat melakukan persiapan menghadapi sang Detektif. Meskipun Apertemen yang mereka miliki cukup kecil, namun siapa sangka bahwa ada banyak benda sehari-hari yang bisa kamu coba untuk melakukan sesuatu.

Benar sekali, kamu akan menemukan Sendok, Garpu, Obat Tidur, Pisau, bahkan hingga Pistol. Tidak hanya itu saja, kamu pun dapat menelpon orang lain menggunakan Smart Phone. Seakan masih kurang puas, Player juga bisa menyembunyikan benda pada area ruangan. Dari itu semua mungkin yang paling menarik adalah memanipulasi sang Istri untuk melakukan suatu hal, contohnya seperti berdansa dan menyiapkan makanan.

 Mekanik Simpel Yang Mendorong Kreatifitas Pemikiran Pemain  | Annapurna
Mekanik Simpel Yang Mendorong Kreatifitas Pemikiran Pemain | Annapurna

Jujur saja, selama kita melakukan eksplorasi ruangan tersebut, pasti ada benda yang bahkan belum pernah kita lihat sebelumnya. Item-item ini bisa bersembunyi dimanapun. Meja, Lemari Pakaian, Bagian bawah kasur, hingga sela-sela Ventilasi. Cara ini memang cukup pintar untuk mereka pikirkan, pasalnya hal seperti ini lah yang dapat membuat player mulai berobservasi selama mungkin untuk mencari barang yang tersembunyi.

Untuk membuat Item temuan kalian bekerja, kamu rupanya harus menggabungkan Item satu dengan benda sekitar rumah lainnya. Cara ini juga yang akan membuat cerita game tersebut ikut berjalan dengan semestinya. Terkadang, hal seperti ini lah yang akan membuat kalian mengalami Frustasi karena Stuck pada satu loop yang terus berulang. Sepertinya, memang tidak ada jalan lain untuk kita terus melakukan Eksplorasi sampai menemukan perubahan.

3. Voice Actor Papan Atas dan Animasi yang Membawa Emosi

12 Minutes menguji player dari cara membuat keputusan hingga mengaduk emosi yang kita miliki. Karena berani mengangkat cerita Thriller yang seru, tentu hal ini juga yang mendorong mereka untuk membuat animasi yang sesuai dengan apa yang terjadi. Untungnya, Luis Antonio telah melakukan tindakan yang tepat atas hal tersebut. Hal ini berhasil mereka buktikan dengan kualitas Animasi yang memuaskan dan Voice Actor yang memanjakan.

Seperti yang terlihat, 12 Minutes memilih perspektif Top-Down ala The Sims, namun bukan berarti game ini punya animasi seperti The Sims. Pasalnya,12 Minutes berhasil menerjemahkan emosi setiap karakternya saat berada dalam konflik cerita yang dimiliki. Kamu dapat melihat bagaimana reaksi karakter saat melihat salah satu karakter terbunuh tanpa harus menunjukan ekspresi wajahnya sama sekali.

 Voice Actor Papan Atas dan Animasi Yang Membawa Emosi | Annapurna
Voice Actor Papan Atas dan Animasi Yang Membawa Emosi | Annapurna

Dari sini juga kita dapat melihat, bagaimana sang Suami merespon tindakannya yang salah saat kejadian mengerikan terulang kembali. Bahkan ada saat-saatnya karaktermu memutuskan untuk membunuh sang Detektif dengan meluapkan emosi pembalasan yang ia miliki. Semua Animasi ini akan berpadu dengan sempurna saat kamu mendengar percakapan karakter satu dengan yang lain.

Yup, dengan bantuan Voice Actor Hollywood papan atas, kamu dapat menyaksikan sendiri Perfoma dan Kualitas pembawaan cerita yang menakjubkan. Sang Suami (James McAvoy), Istri (Daisy Ridley), dan Detektif (Williem Dafoe) berhasil membuat game ini begitu menegangkan dan nyata. Sayangnya, setiap karakter pada game ini tidak memiliki nama sama sekali. Jika ada, kemungkinan hubungan emosianal pun pastinya akan bertambah.

4. Visual Simpel dan Sound Design yang Memanjakan Telinga

Sebenarnya, 12 Minute punya Visual yang cukup cantik bagi kalangan gamer yang tidak mementingkan grafis. namun hal ini bisa mereka tingkatkan jika mau. Tetapi, untuk menjadi pondasi cerita yang mereka tawarkan visual seperti ini sepertinya sudah cukup pas. Texture dan pencahayaan yang tersaji pun juga sudah lumayan memanjakan mata. Belum lagi game ini juga memiliki sedikit sentuhan particle yang bisa kamu temukan pada spot-spot tertentu.

Layout dan rancangan rumah yang ada juga sangat simpel sekali. Meskipun begitu, ada saja sentuhan tone warna dan kesan Cinematography yang berhasil mereka berikan pada setiap sudutnya. Buktinya saja, seperti Tone pencahayaan yang berubah saat kamu mematikan lampu ruangan kamar. Nantinya, suasana dalam ruangan pun ikut berubah dinamis ketika di luar jendela ada petir ataupun mobil yang berlalu-lalang.

 Visual Simpel dan Sound Design Yang Memanjakan Telinga | Annapurna
Visual Simpel dan Sound Design Yang Memanjakan Telinga | Annapurna

Beralih ke Sound Design, 12 Minutes lagi-lagi berhasil memberikan kesan cukup baik dari cara mereka mengantarkan kehidupan pada game ini. Setiap detail suara ruangan sempit tersebut memberikan kesan romantis sekaligus menegangkan. Suara setiap karakter dapat berubah gema mengikuti ruangan yang mereka tempati. Belum lagi, suara bising penghuni apartemen lain membuat 12 Minutes bisa menerjemahkan suasana yang ada.

Jujur saja, saya bukan ahli dalam bidang permusikan. Namun, music pada game ini memang benar-benar mereka garap dengan cukup serius. Neil Bones sebagai Composer game ini telah memberikan 13 lagu yang terdengar mellow ala film Thriller era 90-an. Saat pertama kali mendengarnya, kamu bakal tahu sendiri bahwa game yang satu ini akan punya kisah tragis dengan plot yang mengaduk pemirikan sang pemain.

Kesimpulan Dari Review 12 Minutes

12 Minutes menjadi satu-satunya game Story Interactive yang berhasil tampil segar pada tahun 2021 ini. Mencoba game ini menjadi suatu kehormatan bagi saya yang sudah lama menggemari game cerita narasi seperti ini. Konsep cerita yang mereka berikan jelas sangat menarik. Belum lagi, cara Luis Antonio memberikan cerita yang mengaduk emosi dan penuh plot membuat saya merasa setiap detik pada game ini begitu penting.

Setiap Loop selalu berakhir dengan hadiah yang baru. Dengan pemilihan perspektif Top-Down menurut saya adalah sesuatu yang tepat untuk mereka implementasikan. Karena dengan cara ini lah kita bisa merasakan seluruh kejadian yang terdapat dalam cerita gamenya. Itulah mengapa, setiap frame dan setiap gerakan game ini selalu membuat kita betah dan penasaran dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.

 Kesimpulan Dari Review 12 Minutes  | Annapurna
Kesimpulan Dari Review 12 Minutes | Annapurna

Semakin lama kamu memainkan game ini maka kamu pun semakin terhubung dengan apa yang protagonis rasakan. Hal ini juga yang membuat saya memutuskan untuk memilih kata ‘Menyatu Dengan Keabadian’ pada game ini. Sementara itu, perpaduan Animasi dan Voice Actor yang mereka sajikan lagi-lagi berhasil membuat cerita semakin terdengar sangat nyata. Padahal ekspresi yang mereka buat sangat terbatas dan hanya melalui gerakan dan suara.

Beberpa hal yang perlu kamu perhatikan juga, bahwa game ini membawa kisah Time Loop. itu artinya, kita akan meraskan adegan yang berulang-ulang setiap kamu gagal. 12 Minutes juga tidak memberikan Clue ketika player stuck pada suatu Loop. Belum lagi, sistem Fast Forward tidak begitu efektif karena hanya aktif saat melakukan percakapan dengan sang karakter. Hal negatif ini pun membuat permainan terkadang repetitive dan membuat pusing.


Jika kamu belum sempat mencoba game ini, maka kamu wajib untuk mencobanya sekarang juga. 12 Minutes sendiri sudah rilis dan tersedia untuk platform PC, PS4. PS5, Xbox One, dan Xbox Series. Seperti biasanya, pengguna PC dapat langsung membeli game tersebut melalui Platform Digital Steam Store. Bagaimanakah menurut kalian, apakah kalian tertarik untuk merasakan pengalaman emosional game yang satu ini? Untuk itu, selamat mencoba!

Pengamat Game PC dan Konsol - suka Pinguin.

Related Posts

Leave Comment
Hidupkan Notifikasi OK No thanks