FeaturedPC

[EKSKLUSIF] Mempresentasikan Soulslike Asia Tenggara Melalui Liro: Divine Corruption

Liro: Divine Corruption akan rilis di PC (Steam, itch.io) pada Desember 2026.

Soulslike merupakan sebuah genre yang sedang populer dalam beberapa tahun terakhir. Setiap negara tentunya memiliki representasi game soulslike yang beragam, tetapi apakah Indonesia ingin ketinggalan dengan tren populer ini? Tentu saja tidak.

Gamedaim mendapat kesempatan spesial untuk mewawancarai Glaid Studio, sebuah perusahaan digital Indonesia yang baru-baru ini merilis cuplikan game soulslike terbarunya, Liro: Divine Corruption.

Dalam wawancara ini, kami membahas bagaimana proyek seperti Liro: Divine Corruption tercipta, mengapa Glaid Studio memilih genre soulslike sebagai fokus utama, bagaimana iklim investasi di industri game Indonesia, dan aspirasi mereka terhadap pengembang game di Asia Tenggara.

Liro: Divine Corruption akan rilis di PC (Steam, itch.io) pada Desember 2026. Berikut adalah deskripsinya:

Liro: Divine Corruption adalah game RPG aksi bergaya soulslike yang dikembangkan oleh Glaid Studio. Game ini terinspirasi oleh mitologi Asia Tenggara (SEA) dengan sentuhan fantasi gelap yang kuat. Di dunia di mana kekacauan merajalela tanpa ampun setelah Bloodveil War yang mematikan, Liro harus menemukan jalan tengah antara menghidupkan kembali keluarganya dan membalas dendam.

Namun, Divine Water yang terkontaminasi membawa teror ke mana-mana. Lhoka, yang dulunya merupakan dunia yang indah, kini berubah menjadi pusaran tangisan dan kengerian di mana penduduknya terancam kematian.

Kehangatan hilang, dunia dalam bahaya.

Glaid Studio

*Wawancara ini telah diedit untuk kejelasan pembaca.


Jika boleh tahu, boleh deskripsikan secara singkat Glaid Studio itu apa dan sejak kapan beroperasinya?

Glaid Studio: Glaid Studio adalah sebuah perusahaan di bidang digital yang memiliki beberapa divisi, yaitu game developer, marketing, dan digital course & bootcamp.

Mengapa genre soulslike menjadi fokus utama Liro: Divine Corruption dan game apa saja yang menjadi inspirasinya?

Glaid Studio: Melihat tren pasar, genre soulslike merupakan sebuah genre yang cukup potensial dikembangkan, terutama untuk pasar Asia, khususnya Asia Tenggara. Liro: Divine Corruption sendiri banyak terinspirasi dari budaya dan mitologi di Asia Tenggara, dan kami ingin merepresentasikan Asia selain Asia Timur sebagai pencipta game genre soulslike.

Berapa orang yang terlibat dalam pengembangan game ini? Apakah ada pengalaman/pembelajaran dari pekerjaan di masa lalu yang diimplementasikan ke dalamnya?

Glaid Studio: Kurang lebih ada 20 orang. Tentu saja, karena tim kami sudah pernah terlibat di pembuatan game AAA sebelumnya, banyak penerapan dari mulai pipeline production, workflow, dan management yang digunakan untuk meningkatkan produksi game ini dari waktu ke waktu.

Kapan pengembangan game ini dimulai? Mengingat saya membaca deskripsi video trailernya di YouTube menyebutkan estimasi perilisan pada Desember 2026, maka saya asumsikan game ini sudah dikembangkan cukup lama.

Glaid Studio: Iya benar, karena game ini adalah sebuah proyek baru yang dikembangkan dua bulan terhitung dari Oktober lalu. Sebelumnya ada beberapa proyek trial and error yang terus diuji.

[eksklusif] mempresentasikan soulslike asia tenggara melalui liro: divine corruption
Liro

Platform apa saja yang ingin dikejar untuk game ini? Apakah kalian berencana menerbitkannya sendiri atau akan dibantu dengan penerbit?

Glaid Studio: Untuk sekarang platform yang dikejar masih untuk PC (Steam, itch.io), tetapi tidak menutup kemungkinan untuk porting ke konsol. Sampai saat ini kami masih menerbitkannya sendiri, tetapi kami terbuka jika ada penerbit yang ingin mengajak kerja sama.

Apakah game ini akan mengejar tren open world atau dibagi dalam beberapa bagian/area sehingga lebih linear?

Glaid Studio: Sejauh ini, game masih akan dibagi dalam beberapa bagian dan linear, tetapi tidak menutup pengembangannya untuk menjadi open world.

[eksklusif] mempresentasikan soulslike asia tenggara melalui liro: divine corruption
Edran

Jika melihat referensi seni konsep dari situs web kalian, desain karakter dan bangunan dari dunia game ini benar-benar sangat terinspirasi oleh budaya Asia Tenggara. Apakah kalian turun ke lapangan untuk melihat beberapa referensi langsung atau mengambil referensi yang sudah ada dari internet?

Glaid Studio: Terkait referensi, hingga sekarang kami mengambil referensi yang sudah ada di internet dan beberapa sumber bacaan yang kredibel.

Apakah ada kesulitan tertentu dari pengembangan game ini? Mengingat genre soulslike, terutama dalam bentuk 3D, terlihat sangat kompleks untuk dikembangkan.

Glaid Studio: Tentu saja, karena mengingat acuan game AAA yang jadi referensi, untuk pengembangan game ini perlu kerja keras terutama di bagian programming Unreal Engine dan VFX untuk menghasilkan kualitas terbaik.

Disebutkan oleh salah satu anggota tim kalian bahwa game ini dikembangkan 100 persen oleh orang Indonesia dan didanai 100 persen oleh orang Indonesia juga, bagaimana proses pendanaannya hingga kalian bisa mendapatkan pendanaan tersebut? Karena sejauh yang saya tahu, mendapatkan pendanaan di industri game selama tahun 2023-2025 benar-benar sulit, terutama jika konsep sebuah game itu sendiri memiliki syarat tertentu agar bisa dilirik.

Glaid Studio: Iya, benar. Kebetulan, kami memiliki sebuah koneksi dari proyek trial and error sebelumnya dan beliau ini memang tertarik di dunia game, sampai akhirnya setelah meyakinkan dari hasil trial and error tersebut melalui proses pitching, tercetuslah Liro: Divine Corruption dengan investor kami yang sekaligus menjadi CEO Glaid Studio sekarang.

Apakah ada pesan yang ingin disampaikan oleh Glaid Studio untuk industri game Indonesia?

Glaid Studio: Kami berharap Indonesia kini sudah bisa mulai dikenal bukan hanya sebagai target pasar game, tetapi negara pencipta game Asia yang bisa diakui oleh dunia secara kualitas.

Setelah menyelesaikan pendidikan sebagai Analis Kimia, Fransiskus memutuskan untuk mengejar impiannya di bidang jurnalistik dan telah aktif meliput industri game sejak tahun 2020. Saat ini, ia tengah mendalami studi di bidang Hubungan Masyarakat (Humas).…
Leave Comment

Related Posts

Load More Posts Loading...No more posts.