Valve Tuntut GESC Indonesia Karena Gagal Membayar Hadiah Turnamen!

in , ,
GESC 1

Kalian pasti masih ingat bahwa Indonesia pernah menjadi tuan rumah Minor DPC dimana turnamen bertajuk GESC Indonesia digelar. Namun, rupanya gelaran tersebut membawa beberapa masalah di kemudian hari

Pasalnya, Valve Corporation telah mengajukan gugatan kepada pihak penyelenggara turnamen GESC yang berbasis di Singapura. Lantas, apa yang membuat GESC sampai digugat oleh sang pembuat Dota 2?


Gagal Membayar Hadiah Turnamen

GESC

Menurut Wakil Presiden Pemasaran Valve, Doug Lonbardi, GESC rupanya belum membayar hadiah dari dua acara DOta 2 Minor, yaitu GESC Indonesia dan Thailand.

Saat itu, GESC ingin perusahaan mereka menjadi “Bran Esports Terkemuka di Asia”. Sayangnya, hal itu urung terjadi, karena mereka diduga telah berutang sebanyak US$750.000 kepada agensi, tim, pemain, dan talent untuk acara tersebut.

Lombardi melanjutkan bahwa gugatan ini telah mereka ajukan pada 8 April tahun ini di tingkat Pengadilan Tinggi Republik Singapura. Sampai saat ini, gugatan masih terus berlangsung.


GESC Indonesia dan Thailand

Void Spirit, Hero Terbaru Dota 2 Yang Diumumkan Saat The International 9! Gamedaim

GESC Indonesia merupakan turnamen Dota 2 pertama yang disponsori oleh Valve di Indonesia. Turnamen ini menampilkan beberapa tim besar seperti Evil Geniuses, Natus Vincere, dan Fnatic.

Selain itu, GESC Indonesia dan Thailand merupakan turnamen yang masuk kedalam daftar DPC 2018. Pasalnya, jumlah hadiah yang disiapkan mencapai US$300.000 serta poin DPC untuk melaju ke The International 2018.

Selain itu, Valve telah menghentikan kerjasama mereka dengan GESC untuk acara-acara selanjutnya.

“Perjanjian kami dengan operator turnamen membutuhkan pembayaran tepat waktu kepada para peserta,” kata Lombardi. “Kami merasa ini sangat penting untuk kesuksesan acara dalam jangka panjang.

“Ketika operator gagal memenuhi persyaratan itu, kami menindaklanjutinya.”

Perlu kalian ketahui juga, GESC bukan satu-satunya operator yang gagal dalam menyelenggarakan turnamen. Pasalnya, StarLadder juga mengalami hal yang sama karena telah membayar hadiah kepada tim peserta CS:GO dan Dota 2 di awal tahun ini.