eSports

Tujuh Tim CS:GO Dapatkan Ultimatum dari Valve, Berikut Penyebabnya!

Industri Esports bagi Counter Strike: Global Offensive (CS:GO) memang cukup terkenal. Bahkan, scene kompetitif dari game ini bisa dibilang mampu menghasilkan banyak keuntungan.

Selain itu, struktur turnamen yang lebih detail seperti kehadiran Regional Major Ranking menjadi salah satu alasan mengapa CS:GO menjadi game yang masih terus bertahan saat ini. Namun, scene kompetitif CS:GO tengah diterpa isu miring beberapa hari ini.


Beberapa Tim CS:GO Dapatkan Ultimatum dari Valve

Nip flag
Nip Flag | Ninjas in Pyjamas

Menurut informasi dari HLTV, Valve Corporation telah mengeluarkan ultimatum berdurasi lima bulan bagi ketujuh tim yang berpartisipasi pada gelaran RMR terakhir, yakni ESL One: Road to Rio 2020.

Valve memberikan tenggat waktu kepada para tim untuk menyelesaikan segala masalah sebelum gelaran ESL One: Rio 2020 Major digelar. Alasan Valve memberikan ultimatum kepada tujuh tim ini rupanya terkait dengan konflik “kepentingan”.

Pasalnya, sebuah “Deklarasi Kepentingan” yang diajukan oleh tim-tim di RMR membuat Valve menarik kesimpulan bahwa ada tiga konflik substansial yang dapat mengancam integritas dari RMR.

Tim-tim yang mendapatkan ultimatum adalah Yeah Gaming, MiBR (anak perusahaan IGC), FaZe Clan, Evil Geniuses, Ninjas in Pyjamas, Team Dignitas, dan ENCE Esports.


Beberapa Pemain Maupun Manajer di Tujuh Tim ini Memiliki Saham di Berbagai Tempat

Coldzera
Coldzera | csgowallpaper

Alasan Valve memberikan ultimatum kepada tujuh tim ini dikarenakan beberapa pemain dan manajer memiliki saham di organisasi tersebut.

Sebut saja misalnya Yeah Gaming yang nyatanya dimiliki oleh beberapa nama seperti Marcelo “coldzera” David (player FaZe Clan), Wilton “zews” Prado (pelatih Evil Geniuses), Epitacio “TACO” de Melo dan Ricardo “dead” Sinigaglia (MiBR). Sementara itu, MiBR merupakan anak perusahaan dari Immortals Gaming Club (IGC).

Sekedar informasi saja, MiBR pernah berhadapan dengan Yeah Gaming di ESL One: Road to Rio 2020 North America.

Tak ketinggalan, player asal Swedia yaitu Christopher “GeT_RiGhT” Alesund yang bermain untuk Team Dignitas memiliki saham di Ninjas in Pyjamas. Sedangkan mantan pro player, Tomi “lurppis” Kovanen memiliki saham di ENCE Esports. Di sisi lain, ia juga menempati posisi sebagai General Manajer di IGC yang membawahi MiBR.

Tentu saja, seluruh pemain atau manajer tadi memiliki kaitan di berbagai tim dan membuat beberapa orang khawatir bahwa akan ada suatu masalah terkait kepentingan di turnamen yang akan datang.

Related Posts

Leave Comment
Gamedaim We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications