RRQ Athena dan Bigetron Wakili ASEAN di Jerman Setelah Puncaki PMCO SEA Final!

eSport PUBG Mobile
PMCO 2019
Komentar

Final dari PMCO (PUBG Mobile Club Open) SEA yang dihelat kemarin berhasil dimenangkan oleh tim RRQ. Athena dari Thailand dan Bigetron eSports dari Indonesia.

Atas pencapaian tersebut, kedua tim bakal mewakili ASEAN di ajang PUBG Mobile Club Open Global di Berlin. Lantas bagaimana jalan terjal yang dihadapi oleh kedua tim sehingga mampu mewakili ASEAN di Berlin nantinya? Simak penjelasannya berikut ini.

Puncaki Klasemen PMCO, Thailand dan Indonesia Wakili ASEAN di Berlin

Bigetron 1

Acara yang bertempat di Indonesian Convention Exhibition, Tanggerang tersebut sukses meraih banyak penonton selama 2 hari 22-23 Juni 2019. Indonesia yang diwakili oleh 5 tim nampaknya tidak mampu untuk mengalahkan dominasi dari tim Thailand lainnya.

Hanya Bigetron yang mampu menjadi pesaing terkuat tim Thailand lainnya, yaitu RRQ. Athena. Selain Indonesia, Thailand juga mengirim 5 tim, Vietnam 2 tim, Malaysia 3 tim, dan Filipina 1 tim.

Nasib Buruk 4 Tim Wakil Indonesia

Klasemen PMCO 2019
Klasemen PMCO 20192

Pada hari pertama ajang tersebut, Bigetron hanya mampu mendapatkan torehan 1x WWCD dan menduduki peringkat 5 pada hari Sabtu lalu. Sedangkan tim Victim eSports meraih peringkat 7, EVOS, Onic, dan WAW menduduki peringkat 11, 12, dan 14.

Pada hari Minggu (23/6), Bigetron langsung mengamuk dengan meraih dua chicken dinner. Atas hasil tersebut, Bigetron menyusul RRQ.Athena dengan poin 247 sedangkan rivalnya yaitu 275.

Akan tetapi, di match terakhir yang mempertemukan Bigetron dan RRQ. Athena, wakil Indonesia tersebut harus takluk melawan wakil Thailand. Beruntungnya, peringkat pertama dan kedua ajang ini akan mewakili ASEAN di ajang PMCO Global di Berlin bulan Juli depan.

Source: Esports.id

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Karena Sebuah Petisi, Nepal Resmi Tidak Blokir PUBG! Gamedaim

Diharamkannya game PUBG Mobile dan game yang sejenis di Aceh membuat beberapa komunitas game harus berpikir dua kali untuk menyelenggarakan turnamen yang menyangkut game tersebut.

Baca selengkapnya