Direktur riset dan wawasan di Niko Partners, Daniel Ahmad, telah mengungkapkan bahwa lebih dari separuh studio game Tiongkok sudah menggunakan AI untuk pembuatan konten serta mengurangi waktu dan biaya pengembangan.
Informasi ini dipublikasikan oleh CNBC. Jika kalian tertarik dengan kondisi di industri game, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
Lebih dari Separuh Studio Game Tiongkok Gunakan AI untuk Pembuatan Konten
3 Agustus 2025 – Berbicara dengan CNBC, direktur riset dan wawasan di Niko Partners, Daniel Ahmad, mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan Tiongkok sedang membangun alat AI untuk lebih dari sekadar menghasilkan video.
Dalam visualisasi 3D, Tencent telah merilis model Hunyuan World untuk menciptakan gambar panorama digital dari berbagai adegan, yang dihasilkan dari teks dan perintah visual.
Visual tersebut menggunakan format berkas “mesh”, yang kemudian dapat digunakan oleh pengembang game untuk mengedit bagian-bagian tertentu dari gambar yang dihasilkan.
“Selain mendukung tim pengembangan internal [Tencent], platform ini menunjukkan ambisi Tencent untuk menstandarisasi pembuatan aset game dengan fidelitas tinggi dan memperluas pengaruhnya di seluruh lanskap pengembangan game di Tiongkok,” ungkap Ahmad.
Menurut temuan Ahmad, lebih dari separuh studio game di Tiongkok telah menggunakan AI untuk pembuatan konten serta mengurangi waktu dan biaya pengembangan.
Ahmad juga mencatat bahwa 85 persen gamer di Tiongkok mengetahui teknologi AI generatif yang beredar, dengan 39,4 persen tertarik dengan aplikasinya di dalam game.
“Meskipun minat terhadap AI tinggi, kami telah melihat beberapa reaksi negatif terhadap game-game yang menerapkan teknologi ini dengan buruk,” ujar Ahmad.
Pada April 2023, Rest of World melaporkan bahwa adaptasi penggunaan AI di Tiongkok telah menyebabkan 70 persen ilustrator game kehilangan pekerjaan mereka.
Update 2 September 2025: Niko Partners melaporkan bahwa 39,4 persen gamer di Tiongkok tertarik dengan penerapan AI generatif dalam game, sementara 85,2 persen menyadari teknologinya.
Menurut Niko Partners, 60 persen studio game Tiongkok telah menggunakan AI generatif dalam alur pengembangan mereka.
Secara khusus, NetEase Games telah “mengintegrasikan beberapa fitur AI generatif ke dalam Justice Online Mobile, yang memungkinkan pemain berinteraksi dengan NPC pintar atau membuat video khusus dengan karakter dalam gim mereka”.


Bales ke