Pimpinan bisnis Jun Seung Park telah mengungkapkan bahwa JOYCITY mengukur gelombang otak untuk memeriksa seberapa menakutkan Resident Evil: Survival Unit sebenarnya.
Informasi ini diungkapkan oleh Park saat diwawancarai ThisIsGame (via Automaton). Jika kalian tertarik dengan game-game JOYCITY, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.
JOYCITY Ukur Gelombang Otak untuk Periksa Seberapa Menakutkan Resident Evil: Survival Unit Sebenarnya
8 Februari 2026 – Berbicara dengan ThisIsGame, pimpinan bisnis Jun Seung Park mengungkapkan bahwa JOYCITY mengukur gelombang otak kelompok uji fokus mereka untuk mendapatkan “pandangan yang lebih objektif” tentang seberapa menakutkan Resident Evil: Survival Unit sebenarnya.
“Kami melakukan uji kelompok fokus berbasis sinyal biologis, memantau gelombang otak, gerakan mata, dan denyut nadi pemain untuk mengukur tingkat ketegangan dan imersi mereka secara objektif,” ungkap Park seperti yang diterjemahkan oleh Automaton.
“Meskipun kami menerima tanggapan positif melalui survei, melihat sinyal biologis yang sebenarnya dapat menghasilkan kesimpulan yang berbeda. Melalui data ini, kami memperoleh hasil yang bermakna yang membantu kami menyesuaikan tingkat ketakutan dan imersi.”
Mengenai faktor ketakutan Resident Evil: Survival Unit, Park menyebutkan bahwa JOYCITY harus merujuk pada game aslinya untuk “menangkap nuansa unik yang sama di perangkat mobile”.
Sebagai contoh, Park menyebutkan adegan yang hanya menggunakan suara langkah kaki tanpa musik latar untuk membangun ketegangan.
“Awalnya, saya khawatir apakah pendekatan semacam ini akan efektif, tetapi melihat betapa terkejut dan tegangnya para pemain di momen-momen tersebut membuat saya merasa lega,” ujar produser Dongkyun Kye.
Park menambahkan, “Pengalaman Capcom selama 30 tahun terbukti sangat berharga.”
Resident Evil: Survival Unit sudah tersedia di iOS dan Android.













