Masafumi Takada: Musik The Hundred Line: Last Defense Academy Sengaja Dibuat Mirip dengan Game Buatan Kazutaka Kodaka

“Kami memutuskan untuk membuat The Hundred Line dengan asumsi bahwa Kodaka memiliki banyak penggemar sejak awal dan ketika kami mempertimbangkan bagaimana memasarkan IP baru ini sebagai perusahaan yang relatif baru, kami menyimpulkan bahwa akan lebih baik jika arahan musik dari lagu-lagu yang kami buat membangkitkan sedikit rasa familiar,” ujar Takada.

Berita Nintendo
Masafumi Takada Musik The Hundred Line Last Defense Academy Sengaja Dibuat Mirip Dengan Game Buatan Kazutaka Kodaka
Komentar

Komposer Masafumi Takada telah mengungkapkan bahwa musik The Hundred Line: Last Defense Academy dengan game-game buatan Kazutaka Kodaka sebelumnya.

Informasi ini diungkapkan oleh Takada saat diwawancarai Automaton. Jika kalian tertarik dengan game-game Too Kyo Games, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di sini.

Masafumi Takada: Musik The Hundred Line: Last Defense Academy Sengaja Dibuat Mirip dengan Game Buatan Kazutaka Kodaka

31 Januari 2026 – Berbicara dengan Automaton, komposer Masafumi Takada membahas bagaimana musik The Hundred Line: Last Defense Academy dirancang dan mengapa dalam beberapa bagian terdengar sangat familiar.

Ketika ditanya tentang arahan awal yang ia terima dari sutradara Kazutaka Kodaka mengenai suasana keseluruhan musik, Takada mengatakan bahwa kemiripan dengan game lain yang diketahui pemain itu memang disengaja.

“Permintaan pertama yang saya terima dari Kodaka adalah untuk memberikan nuansa seperti game yang Anda ketahui,”ungkap Takada.

Rupanya, ide di balik ini adalah untuk menciptakan sesuatu yang baru sekaligus mengingatkan penggemar bahwa IP The Hundred Line masih dibangun di atas warisan para pendiri Too Kyo Games.

“Kami memutuskan untuk membuat The Hundred Line dengan asumsi bahwa Kodaka memiliki banyak penggemar sejak awal dan ketika kami mempertimbangkan bagaimana memasarkan IP baru ini sebagai perusahaan yang relatif baru, kami menyimpulkan bahwa akan lebih baik jika arahan musik dari lagu-lagu yang kami buat membangkitkan sedikit rasa familiar,” ujar Takada.

Takada menyebutkan bahwa beberapa musik sengaja dibuat untuk membangkitkan “déjà vu”, khususnya lagu-lagu seperti Cacophony dan Outgoing Hope (going キボウ).

Menurut Takada, begitu pemain mendengarkannya, mereka akan mengerti bahwa Cacophony pada dasarnya dirancang untuk membuat pemain merasakan semacam ketidakpercayaan terhadap dirinya.

“Saya pikir akan menyenangkan untuk membuat kualitas nada sesuai dengan ingatan pemain tentang pernah mendengarnya di suatu tempat sebelumnya,dan menyesatkan mereka dengan sedikit demi sedikit menyimpang dari harapan mereka,” kata Takada.

Meskipun Takada melakukan banyak perubahan teknis besar pada karya yang awalnya ia jadikan referensi saat membuat Outgoing Hope, lagu yang didominasi synthesizer ini tetap terdengar seperti bisa diputar dalam semacam Underground Trial.

Dalam hal proses kreatif itu sendiri, Takada mengatakan bahwa tidak banyak yang berubah karena Too Kyo Games memiliki sejarah panjang bekerja sama.

“Rasanya sama, prosesnya sama,” ungkap Takada. “Kodaka bukan tipe orang yang meminta pengambilan ulang, jadi saya hanya membuat lagu berdasarkan perasaannya sambil melihat ilustrasi Komatsuzaki dan layar game yang sebenarnya.”

The Hundred Line: Last Defense Academy sudah tersedia di Nintendo Switch dan PC (Steam).

Follow Gamedaim — everywhere

Stay updated wherever you scroll.

Lanjut baca

Akira Yamaoka Silent Hill Adalah Game Yang Menggali Jauh Ke Dalam Diri Kita
Berita

Akira Yamaoka: Silent Hill adalah Game yang Menggali Jauh ke Dalam Diri Kita

31 Januari 2026 Fransiskus Sukardi Ruata 2 mnt baca

“Dengan kata lain, kita menghubungkan pengalaman kita, pengalaman kehidupan nyata, saat bermain Silent Hill, dan sebaliknya, saat menjalani kehidupan nyata," ujar Yamaoka. "Kita menghubungkan pengalaman-pengalaman tertentu…

Baca selengkapnya