BeritaNintendoPlaystationResmiXbox

Sony Ekspektasi Game Activision Tetap Multiplatform Karena “Kontrak”

Sony telah memberikan pernyataan kepada The Wall Street Journal bahwa mereka mengharapkan game Activision tetap multiplatform karena adanya “perjanjian kontrak”.

Informasi ini resmi muncul setelah Microsoft mengumumkan bahwa mereka akan membeli Activision Blizzard. Jika kalian tertarik dengan kondisi industri video game saat ini, kalian bisa melihat artikel kami lainnya di Gamedaim News.

Sony Ekspektasi Game Activision Tetap Multiplatform Karena “Kontrak”

https://twitter.com/Nibellion/status/1484101612008353795

The Wall Street Journal melaporkan bahwa mereka mendapatkan pernyataan dari Sony bahwa, “kami berharap Microsoft akan mematuhi perjanjian kontrak dan terus memastikan game Activision bersifat multiplatform.”


Update 23 Januari 2022: Phil Spencer (CEO Microsoft Gaming) mengungkapkan bahwa dia telah berbicara dengan para pemimpin di Sony dan memberi konfirmasi bahwa Microsoft akan “menghormati semua perjanjian yang ada setelah akuisisi Activision Blizzard dan keinginan kami untuk mempertahankan Call of Duty di PlayStation. Sony adalah bagian penting dari industri kami, dan kami menghargai hubungan kami”.


Activision telah menciptakan kesuksesannya di PlayStation dengan Call of Duty. Tahun lalu, franchise Call of Duty menjadi game terlaris pertama (Vanguard) dan ketiga (Black Ops Cold War) untuk PlayStation di Amerika Serikat.

Namun, masa depan dari Call of Duty di PS5 dan PS4 mulai diragukan menyusul pengumuman Microsoft bahwa mereka akan membeli Activision Blizzard dalam kesepakatan bernilai 68,7 miliar USD.

Sony telah lama memiliki perjanjian eksklusivitas konten dengan PlayStation untuk franchise Call of Duty. Perjanjian semacam itu kemungkinan besar telah mencakup beberapa tahun. Jadi tidak mengherankan apabila Sony langsung turun tangan dan menanggapi akuisisi ini dengan serius.

Di sisi lain, Activision juga sudah menguraikan bagaimana akuisisi Microsoft ini akan memengaruhi perjanjian mitra yang ada dengan Sony, Google, dan Apple.

“Kami akan menghormati semua komitmen yang ada setelah penutupan,” kata Activision dalam FAQ karyawan untuk US Securities and Exchange Commission. “Seperti akuisisi Minecraft oleh Microsoft, kami tidak berniat menghapus konten apa pun dari platform yang ada saat ini.”

Laporan terbaru dari Bloomberg juga mengungkapkan bahwa Microsoft berencana akan terus membuat “beberapa” game Activision Blizzard untuk PlayStation. Saat ini, keputusannya akan ditentukan berdasarkan judul yang ada. Phil Spencer (CEO Microsoft Gaming) bahkan mengklaim bahwa ini “bukan niat kami untuk menarik komunitas dari platform itu”.

Perlu dicatat bahwa Spencer membuat pernyataan serupa sebelum penyelesaian akuisisi dari ZeniMax Media. Kita saat ini hanya bisa menunggu konfirmasi hingga akuisisi Activision Blizzard selesai.

Rekap Akuisisi Activision Blizzard

Game activision blizzard tetap multiplatform
Image Credit: Xbox

Microsoft akan membeli Activision Blizzard dengan seharga 68,7 miliar USD atau berkisar 985 triliun rupiah. Akuisisi ini mencakup Activision Blizzard dan semua anak perusahaannya, seperti Activision Publishing, Blizzard Entertainment, Beenox, Demonware, Digital Legends, High Moon Studios, Infinity Ward, King, Major League Gaming, Radical Entertainment, Raven Software, Sledgehammer Games, Toys for Bob, Treyarch, dan setiap tim lainnya.

Franchise yang diperoleh Microsoft antara lain: Call of DutyWarcraftCandy CrushOverwatchSpyroHeartstoneGuitar HeroStarCraftCrash BandicootTony Hawk’s Pro Skater, dan masih banyak lagi.

Activision Blizzard akan terus beroperasi secara independen hingga transaksi ini ditutup dan Bobby Kotick akan terus menjabat sebagai CEO. Setelah kesepakatan ditutup, semua bisnis Activision Blizzard akan dilaporkan kepada Phil Spencer (CEO Microsoft Gaming).

Microsoft nanti akan menambahkan “game Activision Blizzard sebanyak yang kami bisa” ke Xbox Game Pass, termasuk judul baru dan lama. “Game Activision Blizzard dinikmati di berbagai platform dan kami berencana tetap mendukung komunitas tersebut untuk bergerak maju,” kata Spencer.

Selain itu, Microsoft mengumumkan bahwa layanan Xbox Game Pass kini memiliki 25 juta pelanggan. Jumlah itu naik dari 18 juta pelanggan yang Microsoft laporkan sebelumnya pada bulan Januari 2021.

Microsoft juga mengungkapkan bahwa kesepakatannya untuk membeli Activision Blizzard menjadikannya perusahaan game terbesar ketiga berdasarkan jumlah total pendapatan, di belakang Tencent dan Sony Interactive Entertainment.

Related Posts

Leave Comment
Gamedaim We would like to show you notifications for the latest news and updates.
Dismiss
Allow Notifications