Bermula Dari Keisengan, Kini Cetak Omzet 1,3 Miliar Dari Bisnis Games

Landscape

Hanya dalam kurun waktu 1 tahun, seorang pemuda berusia 23 tahun yang biasa di sapa Farexcel berhasil mengubah ke isengannya bermain game menjadi sebuah bisnis dengan omset diatas 1 Miliar per bulan.

Di masa sebelumnya, Farexcel atau yang bernama lengkap A Muiz Farist memang sudah pernah menangani lebih dari 9 Perusahaan sejak 8 tahun silam.

Namun hampir semua bisnis yang di jalankannya kerap kali mengalami kebangkrutan sebelum menginjak waktu 1 tahun, dan kebangkrutan terparah yang pernah ia alami adalah ketika ia sempat difitnah telah melakukan penipuan kepada ribuan orang dengan nilai ratusan juta atas bisnis yang ia lakukan.

Namun, setelah kejadian tersebut, ia mengawali kembali semua perjalanan bisnisnya dari Nol. Semuanya bermula dari ke isengannya bermain sebuah mobile game baru bernama Arena of Valor pada Juni 2017 silam, hingga akhirnya secara perlahan menjadi salah satu penyedia layanan Game Voucher terbesar di kalangan pemain gim besutan Garena tersebut.

Kini, lewat Avero Global Indonesia yang ia launching secara resmi pada 31 Januari 2018 lalu, ia berhasil merambah ke berbagai jenis layanan Game Voucher lainnya, seperti Mobile Legends, PUBG, Ragnarok dan masih banyak lagi game yang lainnya dengan omset hampir mencapai 1,3 Miliar perbulan.

“Di zaman sekarang, bermain video gim bukan lagi hanya sekedar penghilang rasa bosan, tapi sudah menjadi Future Entertaiment yang menjadi salah satu bagian dari ekonomi kreatif Indonesia dan juga sudah menjadi sumber penghasilan yang cukup menjanjikan bagi banyak orang”.

katanya belum lama ini.

Dari keyakinannya tersebut, Farexcel juga mulai merambah ke sektor bisnis game lainnya seperti Esports Organization, T-shirt Game dan Layanan jasa main game. “Nantinya, saya juga memiliki rencana untuk mengembangkan mobile gim milik saya sendiri”, tambahnya.

Namun, kabar terbaru media Avero Indonesia, mengatakan bahwa pada 26 Februari lalu Farexcel lebih memilih jalannya untuk mendalami keilmuan Agamanya dengan belajar di sebuah Pondok Pesantren sampai tahun 2020 mendatang dan melepas semua lini bisnisnya, termasuk Avero Indonesia.

“Dari dulu sebenarnya saya memang ingin sekali masuk pesantren tapi gak sempat-sempat karena kesibukan bisnis, tapi Alhamdulillah sekarang diberi kesempatan untuk belajar ilmu Agama dan bisnis tetap berjalan semua” ungkapnya.

Kini ia mengamanahkan bisnis-bisnisnya ke Al-Ansori, salah seorang sahabatnya yang sudah sangat lama mengikutinya dalam perjalanan bisnisnya.

This post was created with our nice and easy submission form. Create your post!